You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 64


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Aiden kembali mencoba menyentuh istrinya, namun Freya menepisnya. "Sayang," panggilnya pelan.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini, tinggalkan aku sendiri," pinta Freya dengan menundukan pandangan seperti enggan menatap Aiden.


Aiden menatap ke arah Mamah dan Papahnya untuk segera keluar terlebih dahulu, dan Stella yang memahami itu langsung mengajak Arnon untuk keluar.


"Sayang,"


"Keluarrr," teriaknya benar-benar tidak ingin Aiden untuk berada di sini.


Namun Aiden sama sekali tidak menggubrisnya, dia langsung menggendong tubuh Freya naik ke atas tempat tidur.


"Lepaskan aku, jangan sentuh aku, keluarrrr, keluaaarr," teriak Freya lagi, terus menerus memberontak di pelukan suaminya.


"Tenanglah sayang, aku tidak akan membunuh baby kita, aku akan mengikuti kemauan mu untuk mempertahankanya, oke," balas Aiden, dan seketika membuat Freya terdiam, namun semakin menangis dengan kencang.


"Hisk,,hiskk, My Dear,,kenapa semua ini harus terjadi, kenapa?" tangisnya menyenderkan tubuhnya di dada bidang suaminya.


Aiden yang merasakan sakit melihat istrinya seperti ini, tanpa bisa di cegah air matanya pun juga ikut terjatuh, cuuuppp,,cuuuppp, "maafkan aku sayang, maafkan aku," lirihnya pelan, sambil terus mengusap kepala serta perut istrinya.


Dan tidak lama kemudian Freya tertidur di dalam pelukan sang suami, karna kelelahan dan mungkin masih dalam pengaruh obat yang tadi.


Aiden langsung membaringkan tubuh istrinya, agar merasa lebih nyaman, lalu mencium singkat kening Freya, "katakan padaku sekarang apa yang harus ku lakukan, haruskah aku memilih di benci dari pada aku harus kehilangan?" lirihnya pelan, menatap wajah tenang istrinya yang sedang tertidur.


"Aku harus mencari cara, aku tidak mungkin hanya diam saja tanpa bertindak apapun," gumamnya yakin, lalu bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya keluar.


Sesampainya di luar rumah, dia melihat Mamahnya yang masih setia menunggu mereka tanpa mengenal lelah. "Mamah masih di sini?" tanya Aiden dengan mengalihkan pandanganya mencari sosok Papahnya.


"Kamu cari siapa?" tanya Stella balik, tanpa menjawab pertanyaan Aiden terlebih dulu.

__ADS_1


"Papah, kemana Mah?" jawab Aiden yang tidak menemukan sosok Papahnya.


"Ohh, tadi ada Airein ke sini, dan dia minta di antar pulang oleh Papah, karna Roger lagi ada jadwal sore." balas Stella.


"Cikhh, merepotkan sekali dia," gumam Aiden, yang masih tidak mau berdamai dengan kakaknya itu.


"Bagaimana keadaan Freya?" tanya Stella dengan rasa khawatirnya.


Aiden hanya diam dan mengedikan bahunya singkat, lalu duduk di sebelah Mamahnya dengan menutup wajahnya dengan tanganya.


"Kamu gak bisa diam begini aja dong Aiden, lakukan sesuatu," ujar Stella lagi, merasa kesal karna Aiden malah diam tanpa bertindak apapun.


Tanpa ingin menjawab perkataan Mamahnya, Aiden memilih untuk masuk ke dalam ruangan Freya lagi, dia masih terlalu marah sama Mamahnya akibat kebohongan yang dia lakukan.


Akan tetapi, sesampainya dia di dalam, lagi-lagi dia melihat Freya yang kembali muntah-muntah dan menjerit kesakitan.


"Hueeekkk,,hueeekkk,,aaarrgghhhh,hueekk,,hueeekk,"


"Sayang kamu muntah lagi," serunya langsung cepat menghampiri istrinya.


Cuuuppp, Aiden mengecup kening istrinya agak lama, "kita akan berjuang sayang, kita akan selalu bersama," balas Aiden yang membuat Freya tersenyum dan lebih mengeratkan pelukanya.


"Aku tidak tau langkah apa yang sedang ku pilih ini Tuhan, aku takut ketika aku salah dalam mengambil langkah dan aku akan kehilanganya." batinya yang terus menatap senyum indah di bibir istrinya.


Lalu tak lama kemudian, Aiden ikut mengelus perut Freya dengan lembut, "apa kamu bahagia dia berada di sini?" tanya Aiden, dan langsung membuat Freya menatapnya lalu ikut menggenggam tanganya Aiden yang berada di perutnya, "kamu akan tau bagaimana bahagianya ketika sebuah pernikahaan di lengkapi oleh hadirnya seorang buah cinta, nanti ketika dia lahir," jawab Freya, dan membalas tatapan intens suaminya.


Cuuuup Freya mencium bibir Aiden untuk menyalurkan seluruh rasa sayangnya, "aku mencintaimu Freya,aku mencintaimu,sangat-sangat mencintaimu, hisskk,,hissskk," tangisnya mengungkapkan isi hatinya dengan tulus.


"You crying My Dear,,hisk,,hiskk," ejek Freya, yang ikut menangis namun juga tertawa.


"No, sayang aku tidak menangis," elaknya malu di ejek oleh istrinya.


"Yes, My Dear you crying because me? Apa kamu benar-benar mencintaiku ?" tanya Freya lagi.


Aiden tersenyum melihat Freya yang seperti menggodanya, dia mencubit pipi istrinya yang nyaris tirus itu dengan lembut, "kamu mencoba untuk menggoda ku ya, mulai nakal ya," seru Aiden dengan tertawa lepas.

__ADS_1


Di ikuti oleh Freya yang juga ikut tertawa, "Dear Dear, lepas ih," sahut Freya, lalu mendekat ke arah telinga suaminya.


"I Love you Aiden." bisiknya pelan, lalu meniup telinga suaminya.


Dan di saat Freya ingin menjauh, Aiden langsung menanganya dan melum**at bibir mungil istrinya, "apakah kamu serius mengatakanya sayang?" tanya Aiden ingin memastikan bahwa penedengarnya tidak salah.


Freya terdiam dan kembali berfikir sejenak, "ehhmm tadi aku bilang apa ya ?" tanyanya seperti orang bodoh.


"Freya," tegur Aiden agar istrinya tidak bermain-main lagi.


"Hahahha iya My Dear, aku mencintaimu, aku gak tau perasaan ini salah atau enggak, yang pasti aku mencintaimu," ungkapnya pelan. dan langsung mendapatkan sebuah pelukan erat dari suaminya.


"Terima kasih Freya, terima kasih karna kamu telah membalas perasaanku," Aiden benar-benar terharu dengan ungkapan perasaan istrinya yang sudah lama dia tunggu.


Hampir setahun mereka menikah dengan adanya masalah yang silih berganti, dan akhirnya perasaan cinta it bisa muncul di dalam sana. Tanpa sadar membuat mereka bahagia seperti melupakan permasalahan yang ada.


To Be Continue.


Teman-teman, mampir ya ke karya Adik aku nih, dia baru membuat novel pertamanya, ayo berikan dukungan untuk penulis-penulis yang ingin berkembang🥰


Aku udah baca juga loh, dan ini rekomenadasi bacaan buat minggu ini ya 🥰


Happy Reading.



Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2