
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
"Sayang,sayang bangun," panggil Aiden berusaha membangunkan Freya yang masih terlelap.
"Engghh," leguhan Freya yang merasa tergangu oleh panggilan suaminya.
Aiden kini tengah bersiap memberikan istrinya kejutan yang sudah dia persiapkan selama kurang lebih 1 jam ini.
Di saat Freya sudah terbangun, Aiden dengan cepat memakaikan Freya pakaian rumahan seperti daster dan menutup mata Freya.
"Kenapa?" tanya Freya bingung dengan sikap Aiden.
Namun Aiden hanya diam saja dan enggan untuk menjawab istrinya. Aiden langsung menuntun istrinya untuk berjalan pelan menuju ruang tamu di bawah.
Sesampainya di bawah, Aiden kembali tersenyum sebelum membuka tutupan mata Freya, "apa kamu sudah siap sayang?" tanyanya yang di jawab anggukan oleh Freya.
"Oke, 1,,2,,3,, kamu boleh buka sekarang," ucapnya sambil melepaskan kain penutup mata itu dengan perlahan.
Di saat Freya membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat sebuah Bingkai foto keluarga besarnya, dan terlebih banyaknya foto pernikahaan mereka yang full bersanding dengan foto pernikhaan Arnon & Stella, serta Roger & Airein. Bahkan di bagian lainya terlihay foto-foto wisudanya yang bersanding dengan foto wisuda kelulusan keluarga ini, mulai dari Alex sang kakek, hingga dirinya yang merupakan menantu terakhir.
"Apa kamu suka?" tanya Aiden, ketika melihat Freya yang meneteskan air matanya terharu.
Namun ketika dia baru membalikan tubuhnya ingin menatap Aiden, betapa tekejutnya dia melihat Aiden yang memegang Ijazahnya, "sembuhlah sayang, aku akan mengizinkan kamu kembali bekerja dengan sesuai keingananmu, dan di ruangan sana," tunjuknya dekat arah kolam renangnya.
__ADS_1
"Di sana aku sudah menyediakan galeri untuk mu melukis seperti hobby mu dulu." ucap Aiden, membuat Freya tak kuasa menahan rasa harunya.
Bahkan bibirnya saja seperti kaku dan tidak bisa mengungkapkan apapun lagi.
Dan detik selanjutnya, Freya lagi-lagi tertegun, ketika melihat Aiden yang berlutut di hadapanya dengan membawa sebuah bucket bunga yang sangat besar. "Will you grow up with me?" tanyanya dengan lembut.
Lalu terlihat seluruh keluarga besar yang keluar tiba-tiba membawa taburan bunga-bunga dan menyiramkan pada mereka.
"Cepat sembuh ya Freya sayang, Mamah mendukungmu terus," ucap Stella, mencium pipi Manantunya.
Lalu di lanjukan oleh Elena, "cucu menantu Wepo kuat ya, kami semua mendukungmu sayang, cupp," seru Elena yang juga mencium Freya.
Dan di lanjut lagi oleh Airein yang langsung memeluk tubuh Freya dengan erat, "welcom to Lesham Family baby, you are my sister in law now, and later when you cured, we will go shopping anyware," seru Airein yang sangat excited karna mempunya saudara perempuan.
Lalu di setelah itu di lanjut lagi oleh Arga The Family, "So, Freya, perkenalkan saya adalah Uncle Arga, dan ini adalah istri saya Pricillia, dan ini putra dan putri saya, Jaden dan Janeta, mereka tidak kembar tapi mereka mirip karna mereka cuman beda 1 tahun saja," ucap Arga yang langsung mendapat sebuah lepakan dari kakaknya Arnon.
"Gak gitu caranya memperkenalkan diri bambang," balas Arnon kesal.
Stella yang sudah tau jika suaminya ini tidak bisa berdekatan sama adiknya Arga, langsung menginjak kaki Arnon agar tidak kembali bersuara.
"Awwwhhh sayang," rintih Arnon ketika ujung heels Stella menancap di kakinya, "diam atau gak ada jatah malam ini," ancam Stella yang langsung membuat Arnon bungkam.
Freya menangis sesegukan melihat semua kasih sayang keluarga ini, dia merasa seperti mendapatkan sebuah kehangatan yang sudah lama dia tidak pernah dia rasakan, "Idenn,," tangisnya menatap suaminya yang masih setia berlutut di hadapanya.
"Iden," tangisnya, lalu ikut menyusutkan dirinya dan memeluk tubuh suaminya.
"Iden,,hisskk,,hisk, Iden," tangisnya tidak tau lagi mau mengatakan apa, yang jelasnya dia merasakan bahagia yang teramat saat ini.
__ADS_1
"Sembuh ya sayang," bisik Aiden di telinga Freya yang tidak menjawabnya sama sekali.
"Sayangg," panggil Aiden lagi, namun sangkin merasa bahagianya Freya hanya tersenyum tanpa tau kemana arah senyum itu di arahkan.
Dan di detik selanjutnya, dia mendekat ke sebuah bingkai foto, yang sudah di rangkai oleh Aiden dengan penuh Foto-Foto keluarnya.
Freya mulai menyentuh dan mengelus lembut permukaan foto itu, "Mamah,,Papah," gumamnya pelan.
Namun tiba-tiba saja, muncul sebuah kenangan masa lalu di mana keluarganya di bantai habis oleh pria yang tidak asing baginya.
"Aarrrgggghhhh," teriak Freya tiba-tiba, merasakan sakit yang hebat di kepalnya. Membuat semua orang yang sedang berada di situ panik dan membantu Freya sebisa mungkin.
Terutama Roger yang lebih ahli dari mereka tentang kesakitan intim seperti ini.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1