
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Sesampainya di kantor, Aiden dan Freya berjalan dengan sangat mesra, Aiden yang posesif kini memeluk pinggang ramping istrinya sambil berjalan dengan santai tanpa perduli tatapan dari para karyawanya.
"Dear lepasin ih, aku susah jalanya kalau begini," bisik Freya melepaskan pelukan suaminya. Berganti dengan dirinya yang memeluk lengan kekar Aiden.
Aiden hanya diam saja, yang penting Freya masih berada di sampingnya. Namun ekspresi Aiden berubah ketika melihat banyaknya karyawan laki-laki yang menatap istrinya dengan tatapan memuja.
"Ehemm, kalau masih ingin melihat matahari terbit besok, saya sarankan kalian menjaga tatapan kalian sebelum mata itu keluar dari tempatnya," ancam Aiden sontak membuat aeluruh karyawan menundukan kepalanya.
"Dear Dear," tegur Airen mengingatkan bahwa Aiden tidak boleh kasar lagi pada orang lain.
Mendapatkan teguran itu, membuat Aiden pasrah dan diam tanpa menanggapi istrinya, mereka terus saja berjalan sampai berada di lantai ruangan Aiden berada.
"Selamat pagi Tuan, selamat pagi Nyonya," hormat Hitto di saat melihat Aiden dan Freya yang baru saja sampai.
"Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu," hormat Risma juga, yang berdiri tepat di sebelah Hitto.
"Pagi," jawab Aiden datar, lalu menatap Risma dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Risma sepertinya kamu tidak tau tata aturan cara berpakaian di tempat umum ya ? Pakaian kusam seperti itu masih kamu pakai ke kantor? Apa kamu pikir kantor saya ini kadang babi begitu?" bentak Aiden, yang paling tidak menyukai karyawanya berpakaian layaknya gembel, apa lagi Risma adalah sekertarisnya yang mengharuskanya berdandan rapi,bersih dan wangi.
"Hitto, kamu masih niat kerja gak sih ? Karyawan seperti ini kamu terima? Pakai otak gak waktu nerimanya?" ucapnya lagi pada Hitto yang hanya berdiri sambil menundukan kepalanya.
Risma terdiam gugup mendengar ucapan dari bosnya itu, bahkan terlihat tanganya sedang memainkan kancing kemeja yang dia pakai saat ini.
__ADS_1
Freya yang melihat itu sepertinya tau jika keadaan ini sangatlah berbahaya, "My Dear, kamu gak bisa bicara seperti itu, kamu gak tau bagaimana keadaan dia dan bagaimana keadaan keuangnya, dia bekerja juga baru beberapa minggu dan belum mendapatkan gaji, kamu gak bisa merendahkan seseorang hanya karna sebuah penampilan, cobalah saling menghargai," seru Freya yang tidak menyukai ada seseorang yang menindas seperti ini.
Karna tidak tahan menahan hinaan serta bentakan dari Aiden, akhirnya Risma mulai menangis namun berusaha agar tidak mengeluarkan suara, "Maaf Pak, saya memang baru ini bekerja, dan tidak belum mampu membeli baju, karna uang tabungan saya hanya cukup buat biaya pengobatan adik saya pak, maaf," ucapnya dengan suara yang bergetar.
Aiden tersadar dengan ucapanya yang kasar, namun dia gengsi untuk mengakui kesalahaanya, hingga akhirnya dia memilih untuk melangkahkan kakinya masuk tanpa menanggapi tangisan Risma.
Berbeda dengan Freya yang langsung memeluk sekertaris suaminya itu dengan erat, "sudah,,sudah, dia memang begitu, tapi sebentar lagi dia akan membaik oke," ucapnya menenangkan Risma.
Dan setelah itu dia melepaskan pelukanya dan menatap ke arah Hitto, "kamu punya gaji kan ?" tanya Freya pada Hitto.
"Ya," sahut Hitto bingung.
"Kamu pasti di gaji besar oleh suami saya, dan yang saya tau kamu belum mempunyai istri kan," ujarnya, dan di balas tatapan bingung olehnya.
Freya tersenyum melihat ekspresi dari asisten ini, "rasanya tidak masalahkan jika aku meminjam uang hemm kira-kira 50' jta untuk memberikanya pada Risma, atau jika bisa kamu mengantarnya ke mall dan berbelanja pakaian, bagaimana bisa tidak?" tanyanya serius.
"Tidak,,tidak bu jangan, saya tidak akan bisa mengembalikanya, tolong bu jangan," tolaknya dengan memohon.
"Nyonya Lesham," teriak Aiden dari dalam memanggil istrinya yang tak kunjung masuk ke dalam ruanganya.
Freya menoleh sekilas dan kembali menatap Hitto dengan tatapan jahilnya, "Hitto bisakan," bujuknya lagi.
Hitto terlihat berpikir sejenak, dia bukan takut uangnya habis atau bagaimana, namun dia takut jika ketahuan oleh Aiden, maka nasibnya yang jadi taruhanya.
Freya yang mengerti akan kekhawatiran itu, langsung tersenyum, "tenang saja, suami saya tidak akan melukai ataupun memarahi mu, aku jamin itu," ucapnya penuh keyakinan.
Mendapatkan keyakinan seperti itu dari bu bosnya, Hitto akhirnya menyetujui permintaan Freya, "baiklah Nyonya, saya akan mengantar Risma untuk berbelanja dan akan memberikanya uang itu, dan lagi Nyonya tidak perlu menggantinya, saya akan memberikan uang itu pada Risma karna menganggap dia adik saya," ucap Hitto.
Risma tertegun mendengar semua itu, dia berusaha menolak namun Freya dan Hitto memaksanya, hingga dia pasrah dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada bu Bosnya itu.
__ADS_1
"Terima kasih bu,,terima kasih," ucapnya sambil menangis menahan haru melihat kebaikan bos Gengnya ini.
"Sama-sama, ya sudah, kalian cepat pergi deh, aku memberikan waktu 1 jam untuk Risma membeli baju dan mengganti pakaianya sebelum Bos kalian melihatnya lagi," titahnya lagi.
"Freya Stephany," teriak Aiden dari dalam, namun kali ini dengan emosi karna Freya tidak menanggapi panggilnya.
"Iya sebentar," sahut Freya.
"Ya sudah Nyonya jika begitu kami pamit dulu, selamat pagi dan selamat beraktivitas nyonya," pamit Hitto.
"Terima kasih sekali lagi bu, terima kasih." ucap Risma sebelum melangkahkan kakinya menyusul Hitto.
"Iya,udah sana sebelum bosmu ngamuk," balas Freya, dan tersenyum melihat langkah Hitto dan Risma yang berlari menuju lift.
"Freya," panggil Aiden lagi. Membuatnya harus menghembuskan nafasnya kasar.
"Iya,,iya," sahutnya, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Aiden sebelum tanduk pria itu berdiri.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1