
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Freya terdiam memandang ke arah lain ketika Aiden menatapnya dengan tajam.
Hingga bell apartemenya berbunyi, menandakan dokter yang tadi dia hubungi sudah datang.
Dengan cepat Aiden langsung membukakan pintu untuk dokter itu dan membawanya masuk ke dalam kamarnya untuk segera memeriksa keadaan istrinya.
"Cepat kamu perikas istriku, sepertinya dia mengalami salah makan atau apapun aku juga tidak mengerti," perintah Aiden tegas.
"Baik Tuan," jawab dokter tersebut.
Dengan berhati-hati dokter itu segera memeriksa keadaan Freya yang terlihat sangat lemah itu.
"Tuan bisakah saya meminta istri anda untuk menampung urinenya?" Pinta dokter tersebut.
Aiden kembali memandang Freya yang sejak tadi hanya menundukan kepalanya, "oke," jawab Aiden memberikan izin pada dokter tersebut melanjutkan pemeriksaanya.
Dengan lemah Freya bangkit dan mengambil sebuah botol yang di berikan oleh dokter itu dan melangkah menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit, Freya kembali dengan membawa sempel urine yang tadi dia tampung, lalu memberikanya pada dokter itu kembali.
Dengan cepat dokter itu memasukan alat tespeck ke dalam urine tersebut untuk meyakinkan kecurigaanya.
Dan benar saja, tak lama kemudian munculah dua garis merah di testpack itu, dan menandakan 100% bahwa Freya tengah hamil saat ini.
"Selamat Tuan, istri anda sedang hamil saat ini," ucap dokter itu dengan tersenyum manis.
Namun berbeda dengan Aiden yang tengah menatap Freya tajam saat ini.
"Apakah pemerikasaanya sudah selesai?" Tanyanya dingin, dan sontak saja membuat senyum di wajah dokter itu luntur.
__ADS_1
"Su-sudah Tuan," jawabnya gugup.
"Jika begitu maka keluarlah dari sini," titahnya lagi dengan tegas, membuat dokter itu segera pergi dengan langkah ketakutan.
Setelah dokter itu pergi Aiden langsung duduk, di sebelah Freya, dengan terus menatap wajah Freya yang sedang memandang keluar.
"Kamu melupakan Obat penunda kehamilanmu Freya," lirihnya pelan, namun masih bisa di dengar jelas oleh Freya.
"Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu pikir aku siap menjadi seorang Ayah," bentak Aiden yang mulai emosi mendengar berita ini.
"Apa kamu pikir aku juga siap menjadi seorang Ibu? Aiden ini kecelakaan, kita gak tau jika Tuhan memberikan baby ini," balas Freya dengan berani.
"Aku sudah berulang kali bilang sama kamu jika aku tidak ingin memiliki anak Freya, aku tidak ingin!" Teriaknya penuh emosi.
"Aku sudah memiliki rencana untuk masa depan kita, aku ingin memberikan semua dunia ini kepadamu, hanya untukmu Freya, tapi kamu menghadirikan dia, apa kamu pikir aku mau melakukan hal bodoh dengan memberikamu sebuah tangisan bayi, pempers dan juga kotoran bayi, aarggghhhh," emosi Aiden benar-benar memuncak saat ini.
Sehingga Freya hanya bisa menangis menahan rasa sakit di hatinya, melihat Aiden yang kembali menolak keluarganya.
Dengan penuh rasa emosi Aiden, langsung mencium bibir Freya dengan sangat kasar, dia bahkan merobek seluruh pakaian Freya tanpa perduli tangisan dan rintihan Freya saat ini.
Namun Aiden memilih menulikan pendengaranya dan terus menyentuh Freya dengan sangat kasar. Eh salah sangat-sangat kasar.
Dia kembali memaksa Freya melakukan morena, padahal dia tau jelas jika kemarin tubuh Freya baru saja pulih dari kejadian tempo hari. Kali ini dia benar-benar melakukannya lagi dengan kasar.
Aiden menjambak rambut Freya dan mulai memasukan kukubirdnya dengan paksa ke dalam apom Freya, "hisskk,hhiisskk,,sakitt Aiden, ini sangat sakit, kamu melukai anak kita Aiden, dia Baby kita." Tangis Freya pecah menahan sakit yang sangat-sangat-sangat luar biasa.
Aiden terus menggila dengan menghantam dan menacapkan, kukubirdnya begitu dalam, hingga sampai Freya tidak sadarkan diri lagi Aiden terus memacunya.
Namun di saat dia sedang memacunya. Tiba-tiba saja dia merasakan hangat di kukubirdnya, dan melihat darah yang mengalir begitu saja dari apom Freya, bahkan sangat banyak, hingga dia mengambil sebuah kain untuk menahan darah itu agar tidak keluar.
"Freyaaa bangun Freya," paniknya menepuk pipi Freya yang sudah pucat dan mulai membiru.
Aiden terus menekan darah dari apom Freya itu agar tidak keluar, namun semuanya sangat-sangat percuma karna darah itu bahkan menembus seluruh pakaian hingga tempat tidur.
Aiden yang panik langsung menyelimuti tubuh Freya dengan selimut, lalu dia mengenakan pakaianya kembali, dan setelah itu dia langsung menggendong tubuh istrinya yang terus menerus mengeluarkan darah.
__ADS_1
Dia membawa Freya ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawataan, namun di tidak membawa Freya ke rumah sakit milik orang tuanya karna itu akan berdampak bahaya.
"Freya bertahanlah,aaahhh shitt!" Umpatnya melihat wajah Istrinya yang semakin pucat seperti orang yang sudah tidak bernyawa.
Sesampainya di rumah sakit Aiden langsung menggendong tubuh Freya masuk ke dalam , dan langsung di tangani oleh dokter.
Hingga sampai langkahnya di tahan oleh suster yang melarang dirinya masuk, "biarkan kami menyelamatkan istri Anda Tuan," seru suster itu.
Dengan patuh Aiden menurutinya, dia terdiam menatap pintu yang baru saja tertutup menenggelamkan Freya di dalamnya.
Aiden terus menerus menunduk menyesali perbuatanya yang sudah menyakiti Freya sedemikian rupa.
Setengah jam dia terus menunggu, hingga akhirnya dokter membuka pintu ruangan tindakan itu.
"Bagaimana keadaanya?" tanya Aiden tidak ingin berbasa basi.
Dokter itu terlihat menampilkan wajahnya lesu dan menatap ke arah Aiden.
"Keadaanya sudah mulai stabil Tuan, hanya saja dia masih perlu mendapatkan beberapa kantong darah lagi untuk membuatnya kembali pulih. Dan-," jelasnya terputus menandang takut pada Aiden.
"Dan apa?" Tegasnya tidak ingin membuang waktu lagi.
"Dan kami minta maaf karna janin yang baru saja tumbuh di rahim istri anda tidak bisa kami selamatkan, dan kami harus mengkuretnya," lanjut dokter itu lagi.
Aiden tidak teralu kaget, karna di tau pasti ini akan terjadi melihat banyaknya darah yang mengalir tadi.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1