You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 44


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Di malam harinya, Freya terbangun mengerjapkan matanya melihat ke sekelilingnya yang nampang sangat asing baginya.


"Dimana aku ?" tanyanya bingung.


Dan tak lama kemudian, ada seseorang yang membuka pintu kamar tersebut.


"Eh kakak sudah bangun," seru seorang wanita yang terlihat membawa sebuah nampan makanan di tanganya.


Freya hanya diam saja melihati wanita itu sambil teris berwaspada.


"Hallo kak, aku Tasya, kakak ini-," ucapnya terhenti melihat Freya yang bingung menatapnya seperti orang linglung.


Freya diam sejenak untuk memikirkan rencana selanjutnya untuk menutupi identitasnya.


"Aku siapa ?" Tanya Freya berpura-pura Amnesia.


Tasya mendadak semakin bingung dengan oertanyaan dari wanita yang tadi sore sempat di tolongnya ini, "apakah dia lupa ingatan? Tapi di saat aku memeriksanya tadi dia baik-baik saja dan bahkan tidak ada luka sekalipun," batinya terus menatap Freya dengan lekat.


"Aku siapa ?" tanya Freya lagi yang merasa belum mendapatkan jawaban dari wanita di depanya ini.


Dia ingin tau apa yang akan di lakukan wanita ini dengan pertanyaanya yang membingungkan itu.


"Ehmm, kamu," jawab Tasya gugup dan ragu dengan jawaban yang ada di otaknya.


Lalu dia tersenyum dan duduk di sebelah Freya dengan menyerahkan makan yang tadi sudah dia masak untuk makan malam, "kamu adalah Liora, kakak ipar ku istri dari kakak ku Teddy, apakah kamu tidak mengingatnya?" tanya Tasya begitu yakin dengan jawabnya.


Mendengar jawaban bohong yang di lontarkan wanita di depanya ini membuat Freya tersenyum dengan sangat manis.

__ADS_1


"Baiklah jika sandiwara ini adalah cara untuk aku untuk mendapatkan sebuah pertolongan, maka akan aku lanjutkan semu drama ini." Batinya menatap Tasya dengan ramah.


Freya mengambil nampah yang di berikan oleh Tasya untuknya, lalu meletakanya di sisi yang kosong, dan kembali menatap Tasya lebih dekat.


"Apakah aku benar-benar kakak iparmu? Lalu di mana suamiku ? Aku tidak melihatnya sedari tadi? Dan sudah berapa lama kami menikah ?" tanyanya dengan sejuta pertanyaan yang semakin membuat Tasya menjadi gugup.


Karna jujur saja tadi itu adalah jawaban yang spontan keluar, dia bahkan harus memikirkan bagaimana caranya agar kakanya Teddy mau menerima wanita ini sebagai istri pura-puranya.


"Aaahhh itu, kak Teddy mungkin sebentar lagi akan pulang, karna dia ada jadwal sampai sore, dan alhasil dia pulang agak terlambat malam ini," jawab Tasya ragu, dengan menggigit bibir bawahnya takut.


"Kakak sudah menikah dengan Kak Teddy dari 2 tahun yang lalu, heheh iya 2 tahun," jawabnya semakin asal, membuatnya ingin sekali lenyap saat ini juga.


"Oh Tuhan, maafkanlah aku yang telah berbohong ini, tapi aku hanya tidak mau kakak ini jadi canggung untuk tinggal disini mengingat sepertinya dia membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut lagi tentang keadaanya," batinya meringis dalam hati.


Freya hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya mengerti dengan apa yang di katakan wanita di hadapanya ini.


Lalu kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang yang kemungkinan besar adalah Teddy yang baru pulang dari rumah sakit.


"Ah itu kak Teddy, aku keluar dulu ya kak. Ini kakak makan dulu lalu istirahat, nanti kalo kak Teddy tau kakak belum sembuh dia jadi sedih," pamit Tasya yang langsung pergi tanpa mendapatkan jawaban dari Freya.


Lalu dia mengalihkan pandanganya menatap makanan yang tadi di berikan oleh Tasya kepadanya, "aku tidak bisa memakanya," gumamnya lalu menyingkirkan nampah itu ke atas meja yang ada di kamar itu.


Dia terus menatap makanan itu, hingga akhirnya air matanya jatuh menetes mengingat hari-hari manisnya kemarin.


"Aku hanya perlu memulihkan hatiku, mungkin akan butuh waktu tapi aku pasti bisa melupakanya," lirihnya pelan sambil terus menangis mengingat wajah Aiden yang selalu menghiasi hari-harinya.


Sedangkan di sisi lain, di sebuah taman terlihat seorang wanita yang sedang menari tertawa bahagia, dengan menggunakan dress putih terlihat sangat cantik dan menawan.


"Dia memang istriku," gumam seorang pria yang menatapnya dari sebuah kejauhan.


Namun di saat dirinya ingin mendekat, tiba-tiba saja dia melihat istrinya di peluk oleh Pria yang tidak dia kenal.


"Lepaskan aku, lepaskan," teriak wanita itu tidak ingin di peluk.

__ADS_1


Pria itu sangat marah melihat ada pria lain yang memaksa memeluk istri kesayanganya seperti itu.


Dan di saat dia ingin melangkahkan kakinya mendekat, tiba-tiba saja dua sosok yang sedari tadi dia lihat kini hilang entah kemana.


Dia menatap dan mencari sekelilingnya berteriak mencari istrinya, "Freyyaaaaa sayaaanggg, kamu dimana," teriak Aiden mencari istrinya yang hilang.


Suster dan perawat yang masih menjaga tubuh Aiden yang baru saja selesai operasi tadi sore kini mulai memperlihatkan irama jantung yang mulai kembali berdetak.


dua suster yang menjaga tubuh Aiden itu kini saling menatap satu sama lain.


Plaaakkkkk mereka saling menampar wajah mereka untuk meyakinkan apa yang tengah dia lihat.


"Ini tidak mungkin, dia sudah meninggal 2 jam yang lalu, tapi kenapa sekarang monitor itu mendeteksi detakan jantungnya lagi?" tanya salah satunya mulai ketakutan.


"Cepat kamu hubungi dokter Teddy sekarang, ini mustahil," sahut Suster lainya.


"Baik." Jawabnya.


Lalu salah satu dari mereka memilih untuk memeriksa keadaan Aiden, dia ingin memeriksa apakah ada yang salah dengan alatnya atau ada sesuatu yang membuatnya kembali berdetak.


"Semuanya normal dan baik-baik saja, tapi kenapa jantungnya berdetak lagi ๐Ÿ˜ญ," suster itu mulai menangis ketakutan melihat orang yang mati namun hidup lagi.


Baginya ini adalah pengalaman pertamanya menghadapi situasi seperti ini, bahkan sangking takutnya dia sampai terjatuh pingsan, membuat temanya yang tadi sedang menelpon juga ikut ketakutan.


"Lic, bangun dong jangan buat aku takut, hisk,,hisk," tangisnya mentap Aiden yang kembali hidup setelah kematianya tadi.


"Pingsan aja deh, biar gak di hantuin," batinya lalu mengambil posisi untuk ikut pingsan bersama temanya.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2