You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 99


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Freya dan Dara berusaha mengobrol bersama, sedangkan Aiden dan Zein saat ini sibuk membakar makanan yang ada di api unggun.


"Hai Dara," sapa Freya canggung menatap kearah Dara yang terdiam menatap taman bunga.


Dara menolehkan kepalanya singkat, tersenyum ke arah Freya.


"Hemm, kamu asal dari mana ?" tanya Freya berbasa basi. Sesungguhnya jiwa keponya mulai meronta ingin mengetahui bagaimana hubungan antara Dara dan pria kutub utara itu.


"Mendiang Mamah aku Indonesia, Papah aku Canada, aku lahir di Turkey, dan dewasa di Spanyol, jadi aku orang apa ?" tanya Dara balik. Membuat Freya menggaruk kepalanya pusing.


"Ohh,berarti kamu orang Canada, karna anak perempuan pasti ikut sama Ayahnya kan," sahut Freya cepat, dan di jawab anggukan kepala oleh Dara.


"Sayang, ini makananya udah matang," teriak Aiden menanggil istrinya yang sedang asik mengobrol dengan teman barunya.


Freya menoleh sejenak ke arah Aiden, "iya, seben-tar," sahutnya gugup melihat sosok Zein yang berada di hadapanya.


Dara yang tau jika Freya takut dengan kekasihnya, kini menggengam tangan Freya agar teman barunya itu tidak merasa canggung.


"Jangan takut, dia gak makan orang," bisik Dara pada Freya, namun masih terdengar jelas di telinga kekasihnya itu, membuat Zein gemas dan langsung mencium pipi Dara dengan mesra.


Aiden mendekati istrinya dan memeluknya dengan sangat erat. "Aku mencintaimu," bisiknya pelan, agar Freya bisa menghilangkan sedikit rasa takutnya.


Dan benar saja, Freya tersenyum manis mendapatkan godaan seperti itu dari suaminya.


"Yuk,,yuk, jangan diam aja, nanti makananya keburu dingin sayang," ucap Aiden lagi, sambil menarik lengan istrinya.

__ADS_1


Freya dengan patuhnya menuruti suaminya dan mengikuti kemanapun Aiden menariknya.


Malam itu terlihat sangat-sangat indah, kedua sejoli itu benar-benar menghabiskan waktu mereka bersama dengan bercanda riang tanpa Zein.


Karna sepanjangan malam Zein hanya diam dan terus menatap kekasihnya tanpa sama sekali ingin membuka suara.


Hingga akhirnya, ketika sudah sangat larut, mereka bertiga tertidur di dalam tenda yang sama, bagaikan ikan yang di jemur.


Namun lagi-lagi Zein terlihat tidak tidur sama sekali, dia hanya terus terjaga sambil memeluki tubuh Dara seerat mungkin.


Ke-esokann paginya,Aiden,Freya,dan Dara nampak masih tertidur dengan pulasnya, seakan-akan mereka tidak perduli dengan alam yang terbuka serta langit yang sangat cerah. Beruntung matahari belum tinggi, jadi udara mungkin masih nikmat mereka rasa.


Sedangkan Zein terlihat hanya diam menatap wajah polos kekasihnya, yang sangat damai ketika tertidur seperti ini. Ccuup, "Sayang bangun, ayo kita pulang, bukankah kamu ada jadwal syuting hari ini," bisiknya pada kekasihnya yang tersenyum ke arahnya, tanpa membuka matanya sama sekali.


Zein sudah sangat hafal dengan sikap kekasihnya ini, tanpa menunggu Dara bangun, dia langsung menggendong Dara untuk segera membawanya pulang. Karna jika di biarkan wanita ini pasti tidak akan bangun lalu akan membatalkan lagi jadwal syutingnya dan membuat Zein terlibat masalah lagi dan lagi.


Ketika Zein baru masuk ke dalam lift, kini gantian Aiden yang terbangun dari tidurnya dan ikut membangunkan istrinya.


"Sayang,sayang," panggil Aiden lagi, kini menepuk-nepuk boking Freya.


"Apasihhh," sahut Freya menepiskan tangan Aiden.


"Bangun, ayo, bangun, kita lari pagi," ajak Aiden, sontak membuat Freya membulatkan matanya besar.


"Aaaarrrggghhhh Iden, kaki aku sakitt,hiskk,,hisskk," drama Freya di mulai pagi hari.


Namun Aiden tidak akan terpedaya lagi dengan tipu muslihat istrinya ini. "Bangun cepat! Atau gak ada pergi Reuni nanti," ancam Aiden, sambil berdiri dari tempatnya, dan melangkahkan kakinya pergi.


Freya yang tidak mau mengambil resiko yang sangat menakutkan, kini segera bangkit dan berlari loncat naik di punggung suaminya, "gendong, nanti kaki aku patah gak bisa morena loh," ancam Freya mutlak dengan wajah acuhnya.


Aiden diam menatap sinis Freya yang juga sudah berani membalas ancamannya.

__ADS_1


Dengan sabar Aiden menggendong istrinya masuk ke dalam kamar, "Dear,,Dear, aku tuh capek loh," ucap Freya, ketika Aiden memaksanya untuk ganti baju.


"No,,No sayang, kamu harus nemanin aku lari pagi," tegas Aiden pada istrinya yang mulai mencari seribu alasan untuk menolak keinginanya.


Setelah Aiden berjuang sekuat tenaga untuk memaksa istrinya untuk mengganti pakaian, "ayo," ajak Aiden sambil menarik tangan istrinya.


"Bentar nah, ih aku bisa jalan sendiri," sahut Freya menghempasakan tanganya dari gengaman suaminya.


"Ohh kalau begitu, bagus, ya sudah ayo cepat jalan," seru Aiden lagi.


"Iyah jalan, ini kan jalan bukan ngesot," sahut Freya kesal.


Freya berjalan dengan pelan, sambil terus memikirkan ide-ide baru di kepalanya, agar Aiden membatalkan niatnya buat lari pagi.


Tinggg bunyi notifikasi di kepalanya, yang menandakan dia mendapatkan sebuah ide baru. Freya menghentikan langkahnya dan berbalik menatap dan tersenyum tipis pada Aiden.


"Dear-,"


"Gak ada. Jalan sekarang atau no reuni," ancam Aiden lagi. Membuat Freya menahan rasa kesalnya lalu dia berbalik dan menghentak-hentakan kakinya.


Kedua manusia ini benar-benar terlalu heboh pagi ini, perdebataan keduanya terdengar sangat berisik sekali, hingga membangunkan seisi rumah.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2