You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 22


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


"Aku sudah bilangkan, jangan pernah melanggar apapun yang aku katakan, tapi sepertinya kamu mau menguji ancamaku ya, baiklah kita akan memulainya," lirih Aiden dengan santai.


Celin menggelengkan kepalanya kuat dan berteriak sekuat mungkin, namun Aiden langsung menutup mulut Celin dengan menggunakan kain yang di ikatkan di mulutnya.


Aiden mengisi bathup milik Celin dengan menggunakan air yang sangat panas, hingga asap-asappun mulai menyembul keluar, dan itu malah membuat Aiden semakin puas melihanya.


Tak lupa Aiden menggunakan sarung tanganya karna dia sangat mirip dengan Arnon yang selalu Jijik ketika bersentuhan kulit dengan manusia manapun selain keluarganya, dia langsung menarik paksa tubuh Celin yang meronta dan di masukan ke dalam bathup ya v berisikan air panas.


Celin hanya bisa merintih dan menangis tanpa mengeluarkan suara sama sekali, ini benar-benar sakit dan perih. Ingin rasanya dia mati saat ini namun Malaikat masih ingin bermain denganya.


Tidak cukup sampai di situ, Aiden mulai menyayat tubuh Celin yang mulai dari menggoreskan satu sayatan di pipi Celin.


Perlahan tapi pasti robekan itu mulai di buatnya seperti membentuk sebuah bllushon.


Dan setelah itu, dia kembali turun ke leher dan menyembelih sedikit leher Celin hingga robek besar dan mengalirkan banyak darah segar, merasa jijik melihat itu, Aiden menenggelamkan lagi kepala Celin ke dalam air panas, bisa di bayangkan bukan bagaimana luka robek besar di terkenankan dengan air panas.


Melihat Celin yang masih belum menutup matanya, Aiden kembali menurunkan sayatanya itu ketangan Celin hingga membuat sebuah robekan panjang dari ujung pergelangan tangan hingga ke bahu, sudah tidak bisa di hitung lagi berapa banyak jahitan yang akan di dapatkan oleh Celin nantinya.


Namun ketika Aiden asyik dengan kegiatanya, tiba-tiba saja suara bel berbunyi dari luar, dan sontak saja Aiden langsung menikam perut Celin berkali-kali.


Dan ketika dirinya ingin melayangkan tusukan yang ke 6 kali, tiba-tiba saja tanganya di tahan dan pisau yang sudah berlumuran darah pun sudah di ambil alih dari tanganya.


Plaakkk,,,plaaakkk,,plaaakkk,,plaaakkk, Airein semakin membabi buta menampar pipi Aiden melihat perbuatan yang keji seperti ini.


Namun bukan saatnya berdebat dengan Aiden, dengan langkah cepat Airein langsung menelpon ambulance untuk segera memberikan pertolongan kepada sahabatnya.


"Hisskk,,hiskk, Celin bertahanlah, aku minta maaf aku terlambat Celin, maafin aku," tangis Airein pecah melihat keadaan sahabatnya yang sangat mengenaskan akibat ulah kemarahan adiknya.

__ADS_1


Aiden yang melihat itu, seperti tidak ada tampang bersalahnya dia langsung membuka satung tanganya dan memasukanya ke dalam sebuah kantong pelastik bersamaan dengan pisau yang sudah di pakainya, tak lupa dia mengganti jejak langkah yang dia lewati dengan jejak langkah sepatu lain, dengan tujuan menghilangkan barang bukti.


Aiden paling lincah dalam menghilangkan bukti-bukti kejahatanya, dan Airen yang tidak terlalu fokus dengan adiknya itu bahkan tidak tau ketika Aiden pergi dari tempat itu.


Dengan santai Aiden melangkahkan kakinya keluar dari apartemen Celin, bahkan dia tidak takut ketika berpapasan dengan polisi yang bedatangan ke tempat kejadian.


"Aahhh, lelah juga ternyata," keluhnya ketika sudah sampai di mobilnya.


Aiden melihat ke arah jas yang dia gunakan, ada banyak percikan darah Celin yang terkena di Jasnya, dan itu sangat membuatnya merasa risih dia ingin segera sampai di Apartemenya untuk mandi membersihkan darah-darah itu.


Sesampainya di Apartemen, dengan cepat Santi membukakan pintu untuk Aiden.


"Salamat datang Tu-," ucapnya terhenti ketika melihat tubuh Aiden yang penuh dengan darah.


Namun berbeda dengan Freya yang tanpa bertanya pun dia sudah tau jelas apa yang di lakukan Aiden dan mengapa bisa seperti itu, mengingat jika dirinya pernah di bawa ke Markas oleh Aiden.


Melihat Santi yang menatapnya seperti itu, membuat Aiden hanya tersenyum sinis menanggapinya, bahkan dia tidak segan-segan memberikan pisau yang berlumuran darah itu pada Santi.


"Cuci ini! Dan pastikan dia baik-baik saja, karna itu adalah barang kesayanganku! Apa kamu mengerti," perintahnya dengan sedikit meninggikan suaranya.


Dia sadar dia belum bisa mendekati istrinya di saat tubuhnya masih kotor dengan darah orang lain.


"Sayang tunggu ya, aku mau cium nanti," serunya sedikit berteriak, lalu dengan segera dia masuk ke dalam kamar untuk segera membersihkan dirinya.


Freya membalasnya dengan senyum keterpaksaan, lalu dia mengalihkan menatap Santi yang masih terpaku melihat pisau itu.


"Apa kamu tau, jika pisau itu sudah membunuh ratusan nyawa di luar sana," ucap Freya dengan santai, dan itu semakin membuat Santi bertambah pucat.


Dan seketika dia sadar jika Freya sedang memperhatikanya, "ah Iya Nyonya, wajar saja karna Tuan Aiden adalah pembisnis handal, jadi mungkin dia menggunakan pisau ini untuk melindungi dirinya," balas Santi yang masih berusaha merubah persaanya.


Mendengar jawaban Santi, membuat Freya hanya tersenyum meremehkan, dia ingin tertawa melihat sikap dari Santi itu.


"Sebegitu gila hartanya kah wanita ini? Sudah jelas-jelas dia tau Aiden itu pembunuh, masih aja di bela," gumam Freya dalam hati yang menganggap jika Santi memanglah buta dalam menentukan mana yang benar dan salah.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Freya yang masih sibuk membaca majalah di tanganya, tiba-tiba saja di kejutkan dengan Aiden yang berbaring di pahanya.


"Dear Dear, kamu ngagetin aku aja," seru Freya memegang dadanya yang nyaris lompat karna perbuatan suaminya.


Cuuuppp,,cuupp "maafin aku sayang, habisnya kamu tidak menghargai keberadaaku, sepertinya kamu sudah lupa dengan janji yang tak boleh menatap objek lain selain diriku," sungutnya kesal.


Karna tidak ingin bermasalah lagi, Freya langsung membuang majalahnya ke sembarangan arah, dan menatap wajah Aiden dalam-dalam agar tidak ada satu bagianpun yang terlewat.


"Sayang aku mau Nen**nen," pintanya yang membuat Freya menarik nafasnya kasar.


Mau tidak mau dia harus membukakan akses untuk bayi besarnya yang sedang kehausan ini.


Dengan semangat yang tinggi Aiden langsung menerima put**ing susu Freya yang sudah terisikan banyak susu itu, "aku pasti akan kenyang kan sayang," serunya dengan perasaan yang riang.


"Iya My Dear, minumlah sepuasmu," sahutnya dengan nada yang kesal.


Aiden benar-benar menyusu dengan kuat, tanpa malu di lihat oleh Santi yang sedang mengintip perlakuan mereka.


Bahkan Aiden sepertinya sudah lupa tentang kejadian tadi dan tidak perduli sama sekali dengan Airein yang pasti akan memberinya pelajaran.


To be continue.


Permisi Roti sobek Hangat mau lewat ๐Ÿฅฐ



Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2