
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Airen yang merasa kesal dengan sikap adiknya itu kini langsung menatapnya dengan lekat. "Aku bicara denganmu, karna kamu adalah saudara aku satu-satunya! Andai saja kak Gladis tidak meninggal maka aku akan mempunyai kakak perempuan dan tidak membutuhkanmu," serunya pelan.
Aiden terdiam sejenak, lalu beralih duduk di salah satu sofa, dan menatap ke arah langit yang penuh dengan taburan bintang-bintang.
"Saran aku, lebih baik kamu membeli sebuah rahim dan tidak menyewanya, jadi rumah tangga kamu gak akan di bayang-bayangi oleh wanita di luaran sana, apa kamu mengerti?" ungkap Aiden pelan.
Airein terdiam sejenak, lalu memilih untuk memejamkan matanya, "aku tidak akan membeli sebuah rahim Aiden, karna itu sama aja kita meminta pada wanita itu untuk menjadi mandul," tegas Airein yang menganggap tindakan itu adalah salah.
"Kenapa? Apa yang salah dalam hal ini?" tanya Aiden bingung, ketika Airein malah mempersulit semuanya.
"Hanya coba kamu pikir saja, wanita itu menjual rahim hanya karna sebuah ekonomi, tanpa kamu sadari bagaimana prasaan dia setelah itu, apakah dia ingin hamil juga atau tidak ? Aku ngerasa kaya wanita jahat yang membuat orang lain kehilangan harapanya seperti itu," balas Airein.
Aiden terdiam dan berpikir sejenak, "lalu apa yang kamu inginkan? Menyewa atau membiarkan Roger membuahi rahim wanita lain gitu?" tanya Aiden balik.
"Menurutmu?" tanya Airein.
"Apakah di dalam pernikahaan kalian anak itu adahal yang penting?" tanya Aiden.
__ADS_1
Airein terlihat mengenduskan nafasnya kasar,
"Roger tidak pernah mengatakan apapun, tapi dia terlihat seperti menginginkan seorang anak, terbukti karna dia selalu nyaman berada di dekat Lia yang merupakan sahabtnya, dan dia adalh seorang single mom yang memiliki seorang putri." ucap Airen, yang mengingat tatapan mata Roger ketika bermain bersama dengan anak kecil.
Sambil menceritakan itu, tanpa terasa Airein mulai menangis, "hissk,,hissk," tangisnya, membuat Aiden langsung berdiri dan memeluk tubuh kakaknya itu.
"Apa aku harus mengakhiri semuanya ? Aku mencintainya dan ingin dia bahagia, dan mungkin memang gak ada jalan lain, selain melepaskanya, bukankah begitu? hiskk,,hisk," tangisnya sambil terus menenggelamkan wajahnya di dada bidang adiknya.
"Kenapa kamu berpikir untuk melepasnya?" tanya Aiden lagi.
"Karna aku melihat tatapanya setiap kali melihat Lia itu membuat aku terdiam, akan jauh lebih baik jika dia memiliki anak dari rahim istrinya, bukan rahim wanita bayaran atau pun rahim yang di beli," jawab Airen tegas.
Namun di saat keduanya sedang serius, tanpa mereka sadari dari arah belakang, Roger datang dan mendengar semua niat istrinya yang ingin bercerai denganya.
Aiden yang mengerti akan situasi kini memilih untuk pergi meninggalkan kedua pasangan itu, "bicarakan baik-baik, dan jangan gegabah," bisiknya pada Airein sebelum melangkahkan kakinya pergi.
Setelah kepergian Aiden, Roger kini mulai melangkah mendekat ke arah Airein. "Sayang, apa aku tidak salah dengar tadi? Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini? Mengapa kamu tidak mengajak ku untuk berdiskusi?" tanya Roger dengan wajah yang memelas.
Airein terdiam dan menatap wajah suaminya dengan lekat, wajah yang sudah menemaninya 3 tahun belakangan ini, wajah yang karnanya Airein bisa merada di cintai sepenuh hati. "Mari kita bercerai," ucap Airein, seketika membuat Roger terdiam membisu tanpa bisa mengatakan apapun.
Namun di detik selanjutnya, Roger mencoba untuk tersenyum, "sayang, sepertinya kamu lelah, ayo kita istirahat yuk," ajak Roger, yang merasa Airein mulai berpikir hal yang bukan-bukan.
"Roger, aku serius, mari kita bercerai," elak Airein yang tau jika suaminya ini tidak akan menanggapinya.
__ADS_1
Roger menarik nafasnya dalam dan mengehembuskanya secara kasar, merasa frustasi dengan apa yang di minta oleh istrinya ini. "Sayang, kamu kenapa sih ? Kita berumah tangga udah 3 tahun loh, dan sekarang kamu ingin berpisah alasanya apa ?" tanya Roger dengan lembut.
"Aku bukan wanita sempurna, dan aku mau kamu menikahi Lia sahabat kamu itu," balasnya dengan lantang.
Roger memilih untuk diam, dan menunggu jawaban lagi dari Airein.
"Aku adalah wanita yang tidak sempurna, tapi aku juga bukan wanita yang bisa terima jika suamiku berdekatan dengan wanita lain, apalagi alasanya karna ingin bermain dengan anak wanita itu, sekarang pikir pakai logika! Aku bukan robot yang tidak memiliki hati, aku adalah manusia yang bisa merasa cemburu dan sakit hati atas semua ini, dan oleh sebab itu akan jauh lebih baik jika kita-," ucapnya terhenti ketika Roger menariknya masuk ke dalam peluknya.
Visual Roger dan Airein
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1