
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Tanpa memperdulikan Teddy di luar, Aiden langsung masuk ke dalam kamar untuk menjemput istrinya.
Dia melihat Freya yang sedang berdiri memebelakanginya, sambil memeluk tubuhnya takut.
Aiden mendekatinya dengan perlahan, lalu menghirup aroma tubuh Freya yang selalu menjadi candunya.
"Aku merindukanmu sayang," lirihnya pelan di telinga istrinya.
Freya terdiam, merasa tegang ketika Aiden memeluk tubuhnya saat ini.
Aiden langsung menuntun istrinya duduk di tepi tempat tidur, "sayang apakah kamu merindukanku?" tanyanya pelan menatap wajah Freya yang juga sedang menatapanya.
Freya diam tidak menjawab pertanyaan dari suaminya ini, dia hanya terdiam melihat Aiden yang mulai menyentuh tubuhnya.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Freya, dengan suara ketakutan.
Aiden melirik sekilas menatap istrinya, lalu dia kembali menyentuh seluruh tubuh Freya.
"Aku hanya memeriksa tubuhmu saja, apa ada yang kurang atau tidak," balas Aiden.
Lalu dia berdiri dengan terus menatap Freya yang ketakutan sambil menundukan kepalanya.
"Aiden, aku-,"
"Arrrrggghhhhhh," teriak Freya senyaring mungkin bersamaan dengan suara tulang yang di patahkan.
Aiden menginjak kaki Freya ke arah berlawanan hingga terdengar suara tulang yang benar-benar remuk. Kreeteeekkk.
Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mematahkan kaki istrinya sendiri. Terlihat jelas dari wajahnya yang mengeluarkan seluruh otot-ototnya.
__ADS_1
"Aiideenn, sakit," teriaknya mencakar tangan suaminya dengan sangat keras, hingga terlihat berdarah karna kuku-kuku yang menancap di kulit tangan suaminya.
Aiden menahanya namun terus melanjutkan kegiatanya terus mematahkan kaki istrinya sendiri.
"Aku benci kamu Aiden, aku benci," lirihnya pelan dan terbaring tak berdaya.
Aiden terlihat menetaskan air matanya melihat istrinya yang menahan sakit hingga tidak sadarkan diri.
Cuppp, dia mencium kaki istrinya yang baru saja di patahkan, "aku akan melakukan apapun agar kamu tidak pergi dari ku, aku mencintaimu sayang," bisiknya pelan di telinga Freya yang sudah pingsan.
Dengan cepat Aiden menggendong tubuh istrinya untuk segera pergi dari tempat ini, namun sampai di luar dia melihat Teddy yang ingin menghalangi jalananya, "pinggir," bentaknya agar Teddy menyingkir dari hadapanya.
"Aku akan merebutnya darimu," tegas Teddy mengibarkan bendera perangnya.
Aiden sama sekali tidak menggubris ucapan dari Rivalnya ini. "Silahkan saja, akan tetapi Cinta sejati pasti akan tau kepada siapa dia akan memilih," balas Aiden telak. Semakin membuat Teddy merasakan amarah yang menyeluruh.
Namun karna saat ini keadaan istrinya jauh lebih penting, Aiden terus melanjutkan langkahnya keluar untuk segera membawa istrinya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Aiden tak lupa menelpon Mamahnya untuk menangani istrinya sendiri.
"Aiden apa yang terjadi? Kenapa Freya seperti ini?" tanya Stella yang merasa panik melihat wajah menantunya yang sangat pucat.
"Mah, cepat obati istri Aiden Mah," pintanya pada Stella yang menatap Aiden dengan tajam.
"Apa yang sudah kamu lakukan Aiden?" Bentak Stella ketika mendapatkan kaki Freya yang membengkak.
Aiden hanya terdiam menundukan kepalanya, hingga sebuah tamparan berhasil mendarat di pipinya dengan sangat keras.
Plaaakkkkkkk, bunyi tamparan yang berasal dari Stella.
"Gak salah jika dia ingin kabur dari kamu," ketus Stella, lalu meminta suster mendorong Freya masuk ke dalam ruang CT Scan agar bisa di lihat seberapa parah putranya ini menghancurkan kaki menantunya.
Aiden yang melihat langkah Mamahnya kini mengikutinya sampai ke dalam ruangan.
Stella sama sekali tidak bisa menegur ataupun mengusir Aiden dari ruang privasi ini.
__ADS_1
Karna dia merasa sangat percuma menegur putranya yang sangat keras kepala ini.
Pemerikasaan demi pemeriksaan terus di lakukan oleh Stella di rumah sakit itu.
Meskipun rumah sakit itu bukanlah milikinya, namun siapa yang tidak mengenali Stella dan Arnon yang merupakan pemiliki rumah sakit terbanyak di Dunia.
Sehingga membuatnya di segani oleh Dunia yang memandang ke arah mereka.
Aiden sudah merasa tak sabar menunggu hasil CT Scanya, hingga dia selalu menggangu konsetrasi Mamahnya yang sedang fokus pada Freya.
"Suster, kamu tolong hendel dulu ya, saya mau mengobati luka anak saya dulu," paminya pada salah satu suster yang menemaninya di dalam ruangan itu.
"Baik dok," jawab suster itu menundukan kepalanya.
Stella langsung menarik Aiden keluar dari ruangan itu, menuju ruangan observasi.
"Mah, kenapa kita ke sini? Freya di dalam sendirian Mah, nanti dia takut gimana?" Iirihnya yang sangat khawatir meninggalkan istrinya sendiri.
Stella hanya mampu menghela nafasnya kasar melihat sikap putranya yang semakin kekanak-kanakan ini.
"Aiden tenanglah, Freya tidak akan takut. Mamah harus menjahit lukamu kembali dulu. Jika tidak dia akan infeksi," tegas Stella, yang menahan langkah putranya agar tidak keluar.
Namun Aiden terus saja memberontak dengan alasan Freya akan ketakutan, sehingga dengan terpaksa Stella memberikan suntikan bius ketubuh Aiden.
"Mah Freya panggil aku Mah," lirihnya pelan, sebelum matanya benar-benar tertutup.
Melihat Aiden yang sudah pingsan, Stella dengan cepat meminta bantuan suster yang ada untuk membopong tubuh Aiden naik ke atas tempat tidur, agar bisa menjahit lukanya itu kembali.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป