
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Sebulan kemudian, saat ini terlihat Aiden dan Freya yang baru saja pulang dari Mansion Manopo di Italia, karna Aiden yang saat itu marah ketika mendapatkan Freya yang pergi ke taman belakang tanpa izin darinya.
Dan sudah sebulan ini juga Freya mengalami muntah-muntah yang tidak berhenti, dan itu membuat Aiden sangat lebih protektif kepadanya.
Dia sangat ingin membawa Freya ke rumah sakit, namun Mamahnya dan Freya sendiri selalu menghalanginya.
"Ini sudah 2 bulan, dari masa yang lalu, dan Freya masih dengan keadaanya yang seperti ini bahkan makin parah," seru Aiden terhadap Mamah, Freya dan Papahnya yang saat ini sedang berada di ruang keluarga.
"Apa ada yang bisa menjelaskan kenapa hal ini sampai terjadi terus menerus seperti ini?" tanyanya lagi, membuat seluruhnya gugup tak berani menatap mata Aiden.
"Aku bukan orang bodoh yang tidak mengetahui ada rahasia di balik ini semua, lebih baik kalian bicara sama aku sekarang atau-," ucapnta terputus ketika melihat Stella berdiri di hadapanya.
"Atau apa?" tanya Stella dengan membentak.
"Aaaarrrrgggghhhh," jerit Freya menahan rasa sakit di perutnya.
Aiden yang sedang emosi kini seketika berubah menjadi panik melihat Freya yang menejerit kesakitan, dan dari wajah pucatnya, dia tau bahwa itu sangat sakit sekali.
"Sayang, sayang, tahan ya, kita akan ke rumah sakit sekarang," sahut Aiden dengan rasa khawatirnya.
Sedangkan Stella langsung memberikan pertolongan pertama pada menantunya, "Freya sayang, kamu kenapa, yang mana yang sakit?" tanya Stella, untuk membantu sebisa mungkin.
"Aaarrggghhhh,,pleasee tolong aku ini sakit sekali," tangisnya menahan sakit.
Dan belum sempat Aiden menggendong Freya, terlihat dari kaki Istrinya sedang menglami pendarahan hebat.
"Mah," panggil Aiden yang merasa lemas ketika melihat istrinya mengalami pendarahan.
Arnon yang melihat itu, dengan sigap menggendong menantunya dan membirkan Aiden yang masih terduduk di lantai, "tidak ada waktu untuk mu jika masih hanya ingin duduk begitu saja Aiden Giovani," seru Arnon, dan mulai melangkah menuju mobil, dengan Stella yang mengikutinya.
Mengetahui Papah dan Mamahnya sudah membawa istrinya pergi, Aiden langsung berlari dan secepatnya masuk ke dalam mobil untuk menyusul Mamah dan Papahnya serta istrinya.
"Bertahanlah sayang, aku mencintaimu, please jangan tinggalkan aku," gumam Aiden lemah, dan tanpa dia sengaja, air matanya jatuh menetes mengingat kondisi Freya yang seperti itu.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Stella dan Arnon langsung menyerahkan Freya ke bagian Obygn agar mendapatkan penanganan yang tepat.
"Tolong menantu saya Citra," pintanya pada Dokter ahli.
"Baik nyonya," balas Citra dengan menundukan kepalanya hormat.
Dan setelah itu, Arnon dan Stella memilih untuk duduk di luar saja, agar tidak menggangu proses dari tindakan yang akan mereka lakukan di dalam sana.
Namun berbeda dengan Aiden, dia yang baru datang terlihat menahan semua rasa di hatinya, ada rasa marah, ada rasa khawatir dan ada juga rasa Strowberry.
"Dimana istri ku Mah?" tanyanya dingin.
Lalu Stella hanya menunjukan ruangan Freya dengan menggunakan pandanganya.
Aiden yang mengetahui itu, langsung masuk ke dalam ruang tindakan, tanpa perduli para staff yang sedang bekerja.
"Lapo wong lanang Iki ono neng kene ?" tanya dokter yang mendampingi Citra.
Citra menolehkan pandanganya sekilas, dan melihat sosok yang tak asing baginya tengah berdiri memandorin mereka, "Dijarno wae, arep ngomong ora bakal iso, soale de'e sing duwe rumah sakit iki," balanya dengan menggunakan bahasa daerah, karna dia takut jika Aiden akan mendengar dan memahaminya.
Dan setelah itu mereka membiarkan saja Aiden berada di dalam sini, tanpa mau menegur ataupun mengusirnya, karna mereka tau jika nyawa mereka akan terancam jika berani bertindak jauh.
"Tuan, bisakah Anda ikut saya ke dalam ruangan saya?" tanya dokter itu lembut.
"Just talk! Aku tidak ingin membuang waktu dengan datang ke ruanganmu," tegasnya, membuat dokter Citra hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Dan lalu menatap wajah Aiden dengan berani, "istri Anda sedang mengalami Kehamilan Ektopik Tuan, dan ini sangat berbahaya," jelas dokter Citra, dan sontak membuat Aiden terdiam mencerna kata-katanya.
"Apa kamu bilang? Is-istriku Hamil," tanyanya bingung, dan memastikan bahwa pendengaranya tidak salah.
Dokter Citra langsung menganggukan kepalanya pelan, dan tersenyum kikuk, dia tidak mengerti apa yang sedang di tanyakan oleh Aiden. Dia tidak tau bahwa Aiden memang belum mengetahui tentang kehamilaan istrinya.
Melihat jawaban dari Citra, Aiden terlihat mengepalkan tanganya, menahan seluruh amarah yang nyaris meledak.
"Lanjutkan penjelasaanmu," perintahnya pada Citra.
"Baik Tuan," sahut Citra lagi.
"Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik adalah kondisi yang bisa berbahaya karena dapat menimbulkan terjadinya komplikasi berupa perdarahan. Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk mengenali penyebab dan gejalanya sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," jelas Citra.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Aiden
"Proses terjadinya kehamilan dimulai dari pembuahan sel telur oleh ******. Setelah dibuahi, sel telur akan berkembang menjadi ovum (bakal janin) kemudian menempel pada lapisan dinding rahim. Namun, sel telur yang telah dibuahi terkadang bisa tertanam dan tumbuh di luar rahim. Kondisi inilah yang dinamakan hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik," jelasnya lagi.
Aiden mendengarnya dengan saksama, dan mendengar penjelasaan itu semua, membuatnya semakin marah terhadap Mamahnya yang benar-benar sudah keterlaluan menyembunyikan hal ini darinya. "Katakan apa yang bisa membahayakannya!" pinta Aiden lagi.
"Kehamilan ektopik dapat terjadi pada indung telur, tuba falopi, leher rahim, atau bahkan rongga perut. Kehamilan ini harus segera dihentikan, baik dengan obat maupun operasi, agar tidak membahayakan nyawa ibu hamil. Faktor Risiko Hamil di Luar Kandungan
Hamil di luar kandungan bisa terjadi karena penyempitan tuba falopi, sehingga sel telur yang telah dibuahi tertahan dan berkembang di dalam tuba falopi. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya," seru Citra lagi, yang sangat lelah menjelaskan pada Tuan satu ini.
Biasanya pasien tidak pernah bertanya sedetail ini kepadanya, hanya inti dan resiko saja sudah cukup, namun berbeda dengan Aiden yang ingin mengetahuinya hingga ke akar-akar ya.
"Resiko bahayanya kehamilan ini adalah,1.Pecahnya tuba falopi
Hamil di luar kandungan berisiko menyebabkan tuba falopi pecah. Komplikasi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat disertai gejala berupa nyeri hebat di bagian panggul atau perut dengan atau tanpa perdarahan hebat, pucat, lemas, dan pingsan. 2. Penurunan tingkat kesuburan, Kondisi hamil di luar kandungan, terlebih yang telah terjadi berulang kali, bisa menyebabkan saluran tuba falopi rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko infertilitas pada wanita. Jika salah satu tuba falopi dalam kondisi baik, seorang wanita yang pernah mengalami hamil di luar kandungan masih memiliki peluang untuk hamil sekitar 60%. 3. Risiko hamil di luar kandungan berulang, Bila seorang wanita pernah mengalami hamil di luar kandungan sebelumnya, risiko untuk mengalaminya kembali di kehamilan berikutnya cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk lebih waspada saat menjalani program hamil apabila pernah mengalami riwayat hamil di luar kandungan. 4. Stres dan depresi Mengalami kehamilan di luar kandungan merupakan hal yang menakutkan bagi sebagian wanita dan tak jarang menimbulkan trauma tersendiri. Kondisi ini bisa membuat wanita takut untuk hamil lagi atau stres dan khawatir karena risiko masalah kesuburan yang bisa dialaminya. Dan bahkan-," penjelasaanya terhenti, karna dia takut mengatakan hal yang selanjutnya.
"Dan apa? Katakan!" bentak Aiden yang tidak suka dengan hal bertele-tele seperti ini.
"Dan KEMATIAN Tuan," balas Citra dengan merasa ketakutan.
"Kematian," gumamnya, yang mendadak membuatnya lemah seketika, hingga tak mampu berdiri dengan berpijak menggunakan kakinya yang sudah terasa mati.
"Itu gak mungkin,"
To be continue.
Chapter yang melawan Arvan dan di Mansion Arvan Mimin skip ya teman-teman, karna menurut Mimin itu akan membuat lambatnya alur cerita, jadinya gak jalan-jalan.
Jadi mimin langsung buat di Chapter mereka balik dari Italia. Okeey ๐
Jangan lupa ya, sedekahnya.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1