
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah selesai melakukan adegan panasnya pada Freya, Aiden yang tadinya ingin beristirahat, kini terpaksa harus bangun karna mendapatkan panggilan dari Mamah dan Weponya.
"Ada apa Mah?" tanyanya pada Mamahnya.
"Duduk dulu," pinta Stella, agar putranya itu bisa di ajak untuk berdiskusi.
Aiden dengan patuh menuruti permintaan Mamahnya untuk duduk sebentar, dengan rasa was-was, dia takut Freya akan bangun dan mencarinya.
"Katakanlah ada apa ?" desaknya karna tidak ada yang kunjung membuka suaranya.
Stella dan Arnon mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Freya dan rumah tangga putranya, sehingga Alex dan Elena hanya bisa menghela nafasnya kasar.
"Masalah sebesar ini, kalian gak pernah mau komunikasi dengan Papah ataupun Mamah? Kalian anggap kami apa ?" bentak Alex yang tidak terima dengan sikap anak dan cucunya ini.
__ADS_1
Arnon, Stella dan Aiden hanya bisa tertunduk ketika Alex sudah berbicara, mereka jelas tau siapa Alex dan tidak mungkin melawannya.
"Kamu Stella, Aiden, jika kamu mau Freya sembuh bukan begitu caranya, dengan memberikan sebuah boneka dan membiarkanya terus menerus berharap bahwa boneka itu adalah babynya. Harusnya kalian ini biarkan saja dia tau jika babynya sudah tidak ada, biarkan di histeris dan setelah itu perlahan dia pasti akan menerimanya," seru Elena, merasa pusing karna tiba-tiba semua keturunanya inu menjadi bodoh sekali.
"Ada banyak cara untuk kamu bisa memiliki anak, ada bayi tabung dan lain-lain, tapi kenapa kalian seperti tidak memiliki pikiran untuk melakukanya," sahut Alex lagi.
Aiden menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Wekong dan Weponya itu, "Aiden bukan orang cacat yang harus menggunakan metode tidak berguna itu, kenapa tidak Wepo sarankam saja program bayi tabung itu pada Airein, yang sudah menikah bertahun-tahun tapi tidak mempunyai anak, cikh mandul," jawabnya, sontak membuat Stella naik pitam.
"Tutup mulut kamu ya Aiden, Jia Jia kamu tidak mandul, tidak ada satupun wanita yang mau rahimnya di angkat dan tidak bisa memiliki seorang anak sepertinya, ini semua ketentuan Tuhan, kamu tidak bisa menyalahkan-nya dan mengatakan jika Jia Jia kamu mandul Aiden," bentak Stella, yang seketika membungkam mulutnya, mengingat betapa histerisnya istrinya di saat menginginkan seorang anak.
Apa lagi Airein yang sudah sama sekali tidak bisa memiliki anak lantaran rahimnya yang harus di angkat sebelum dia mengandung.
"Stella, bukankah Airein bisa melakukan tranplatasi Rahim ? Kita bisa membeli sebuah rahim dari wanita yang membutuhkan uang kan," ujar Elena, yang membuat Stella menjadi ragu.
Alex terlihat menghembuskan nafasnya pelan, lalu menatap Arnon dan Stella serta Aiden secara bergantian, "panggil Airein pulang! Kita akan tinggal di sini dan melihat bagaimana perkembanganya, jika memang harus membeli sebuah rahim untuknya maka itu akan di lakuka! Dan kamu Arnon! Panggil adik kamu sekeluarga pulang ke Indo, sudah sangat lama keluarga kita terpecah dan akhirnya hancur seperti ini," tegas Alex, sebelum melangkahkan kakinya pergi.
Elena dan Arnon hanya diam saja tak mampu untuk membantah perintah Alex, sedangkan Stella terlihat langsung menghubungi Airein untuk pulang.
Berbeda dengan Aiden ketika dia merasa sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi, akhirnya dia memilih untuk melangkah pergi, namun belum sampai dia menggerakan kakinya, Stella lebih dulu menatapnya, "sebentar lagi dokter therapy Freya akan datang, Mamah harap kamu mau bekerja sama untuk memberikan ruang bagi Freya menjalankan semuanya," tandas Stella.
__ADS_1
"Oke Mah," balas Aiden dengan santai.
Stella menggelengkan kepalanya pusing dengan tingkah anaknya ini, "Stella, sebaiknya kamu yang mengawasi Freya, takutnya Aiden nanti hanya akan terus menerus menuruti keinganan Freya tanpa berpikir untuk mengajarkan istrinya tau cara menerima kenyataan," seru Elena, memberikan nasehat pada menantunya.
Stella menganggukan kepalanya pelan, menyetujui apa yang di sarankan oleh mertuanya, "Stella itu bingung Mah, kenapa kedua anak Stella sepertinya mengalami permasalahaan yang sangat luar biasa seperti ini, terutama Aiden yang harus merawat istrinya, dan-," ucapnya terputus tidak sanggup melanjutkanya.
Elena dengan sigap memeluk tubuh menantunya yang pasti sudah sangat susah menanggung beban kedua anaknya ini.
"Sabar sayang, Mamah dan Pricilia akan di sini membantumu merawat Freya, kita akan berjuang bersama-sama ya," ucap Elena, yang memberikan ketabahaan untuk Stella.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻