You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 85


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Freya menjerit kesakitan menahan rasa nyerindi kepalanya, namun di saat yang lain ingin menolong Freya, Aiden malah menyuruh mereka untuk menjauh.


"Jangan mendekat,,jangan mendekat!!" tegasnya pada seluruh anggota keluarganya.


Melihat Aiden yang begitu yakin dengan keadaan ini, membuat mereka semua diam dan tak ada yang membantah untuk mendekati Freya.


Sedangkan Aiden kini langsung memeluk dan mencium lembut kepala Freya, "Sttt, sayang I'am here, jangan takut ya, aku di sini," bisiknya sambil terus mengelus kepala Freya agar sakitnya bisa hilang.


Dan secara ajaib berkat sentuhan tangan Aiden, tiba-tiba saja sakit yang di rasa oleh Freya kini menghilang begitu saja, membuat Freya mengalihkan tangan Aiden lalu menciumnya, "Apa sakitnya sudah hilang?" tanya Aiden ketika tidak mendengar lagi suara jeritan istrinya.


Freya menganggukan kepalanya pelan, dan terus mengeratkan pelukanya di tubuh Suaminya.


Aiden yang merasa kalau dirinya tengah menjadi sebuah tontonan gratis oleh keluarganya kini menatap tajam ke arah mereka semua, terkhusunya Pricilia, yang sedang duduk dengan memakan snack ciki-ciki berhadiahnya seperti biasa.


"Apa yang sedang kalian lakukan? Kami berdua bukan bioskop tau, udah bubar sana gangu aja," usirnya pada seluruh keluarga.


Lalu Airein maju menoyor kepala adiknya, "heh Tukijo, siapa yang tadi ketuk-ketuk pintu kita semua ha, orang lagi enak-enak mesra sama suami main panggil-panggil aja," ketus Airein yang selalu sewot dengan tingkah adiknya itu.


"Sudah-sudah jangan berantem, ayo kita istirahat saja sekarang. Aiden sama Freya juga, besok kita akan liburan ke Bali bukan, jadi kalian lebih baik istirhat agar semua kembalin fit," sahut Elena, menengahi pembicaraan malam ini.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita masuk kamar yank," ajak Airein pada suaminya.


Bersamaan dengan yang lainya kini pun ikut masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


"Sayang ayo kita juga istirahat ya, biar besok kita bisa liburan bareng," ajak Aiden juga pada istrinya. Dan Freya akhirnya menurutinya saja.


Ketika mereka sudah sampai di kamar, Aiden yang lelah kini langsung naik ke tempat tidur dan memejamkan matanya, sedangkan Freya yang tidak bisa memejamkan matanya, kini hanya memainkan tanganya.


Aiden yang membalikan tubuhnya, kini melihat istrinya yang sedang mengerucutkan bibirnya malas, "kenapa gak tidur?" tanya Aiden lembut.


Freya malah semakin memasang wajah malasnya, "tadi sudah tidur, terus tidur lagi," protesnya, gak terima jika terus di suruh tidur.


Aiden tersenyum mendengar ucapan protes istrinya, "jadi kamu mau apa sayang?" tanya Aiden.


Freya terlihat berpikir sejenak dan terlihat mengambil ponsel suaminya, "Main game,Main Game?" Ajak Freya, memberikan ponsel Aiden.


Aiden langsung menarik tubuh Freya masuk ke dalam kakunganya, hingga posisi mereka saling berpelukan, "mau main game apa sayang?" tanya Aiden sambil membuka aplikasi-aplikasi di ponsenya.


"Ini," tunjuk Freya pada game keselamatan.


Aiden membuka aplikasi itu, dan bermain bersama. Mereka bermain hingga lewat malam sampai Freya tertidur di dalam pelukan suaminya.


Melihat Freya yang sudah tertidur, Aiden langsung membaringkan tubuh Istrinya pelan-pelan agar dirinya tidak terbangun.


"Cuuuppp, selamat malam sayang, aku mencintaimu," bisik Aiden sebelum dirinya juga tertidur.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, terlihat Airein dan Roger yang sedang makan bersama, "malam begini makan, gak takut gemuk?" tanya Airein pada suaminya yang meminta makan di tengah malam.


Roger tersenyum membalas pertanyaan istrinya, "untuk apa takut gemuk? Bukankah aku sudah menikah," sahut Roger dengan santai.


Namun Airein mungkin masih merasakan sakit hati terhadap Roger, sehingga dirinya malas untuk menanggapi ucapan suaminya ini.


"Sayang," panggil Roger ketika melihat wajah Airein yang sama sekali tidak tersenyum.


"Aku gak tau kalau kamu saat ini sedang bersandiwara atau seperti apa, tapi jika memang perasaanmu mulai terbagi, lebih baik aku yang pergi, karna percuma jika aku hanya di jadikan sebuah pajangan olehmu," bentak Airein dengan lantang.


Prangggggg Roger melempar gelas yang berada di hadapanya hingga pecah tak tersisa.


Roger yang sudah terus terpancing emosi sedari tadi kini mulai mengeluarkan tanduknya, "aku sudah bilang berkali-kali, jika kita akan selalu bersama, untuk apa mau bersandiwara seperti yang kamu bilang, kamu mesti ingat! Hingga detik ini aku masih berdiri dengan kerja kerasku sendiri tanpa bantuan dari keluargamu," bentak Roger yang merasa muak dengan tuduhan istrinya ini.


Airein yang baru pertama kali di bentak oleh Roger, kini mulai menangis, dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terkena air dari pecahan gelas tadi.


Sedangkan Roger yang masih merasa lapar, kini meneruskan makanya dan memberikan ruang sedikit untuk istrinya berpikir sejenak.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2