You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 45


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Di sisi lain, Tasya yang baru saja keluar dari kamar Freya, kini langsung berlari menarik tangan kakaknya yang baru saja pulang dari pekerjaanya.


"Kak ikut sini!" Tariknya paksa membawa Teddy ke lantai atas.


"Apa sih Tasya, kamu kenapa tarik kakak ke sini? Kamar kakak di bawah,"elak Teddy dengan wajah pasrah menatap tanganya yang di tarik oleh adiknya.


Ketika sudah sampai di kamar milik Tasya, kini dengan cepat dia mengunci kamar itu agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Tasya, ada apa kamu sampai mengunci pintu seperti itu?" tanya Teddy lagi semakin penasraan.


Tasya mulai mengatur nafasnya pelan agar tidak gugup ketika berbicara nanti.


"Kak, ada yang ingin aku bicarakan dan ini adalah hal penting," jawabnya dengan menampikan wajah seriusnya membuat Teddy memperbaiki posisinya untuk mendengar apa yang akan di sampaikan oleh adiknya ini secara saksama.


"Katakanlah!" Titah Teddy dengan tegas.


"Di kamar tamu ada seorang wanita yang tadi aku temui di jalan, namun dia seprtinya mengalami ganguan ingatan, dan-" ucapnya terhenti karna merasa takut untuk melanjutkanya lagi.


"Dan apa ?" Tanya Teddy penasraan.


Tasya menggengam tanganya takut menyampaikan apa yang tadi dia katakan oleh Freya, dia takut jika kakaknya ini menolak dan membuatnya malu karna mengaku-ngaku.


"Tasya jika kamu tidak ingin menyampaikanya kepada kakak, maka kakak akan pergi sekrang," ancam Teddy yang sudah merasa lelah seharian bekerja.

__ADS_1


"Tunggu kak, biar aku lanjutkan dulu," balasnya menahan kakaknya yang baru saja ingin bangkit dari duduknya.


Melihat adiknya yang seperti ketakutan, membuat Teddy mengambil alih tangan Tasya lalu menggengamnya agar adiknya itu lebih merasa rileks lagi.


"Kak, aku tadi mengatakan pada wanita itu jika kamu adalah suaminya dan dia adalah istri kamu Liora," ucapnya pelan namun terdengar jelas oleh kakaknya.


"What the hell?" Jawabnya terkejut.


"Kak, please kakak mau ya jadi suami sementara dia, siapa tau aja jadi suami beneran kak, kasian tau kak, gak nolong dosa loh," bujuk Tasya pada kakaknya yang terkesan dingin itu.


Teddy menggelengkan kepalanya menolak permintaan adiknya, baginya pernikhaan bukanlah soal yang main-main.


"Enggak Tasya, dari pada kamu jadikan kakak tumbal, mending kamu fokus buat sembuhin dia jika memang dia sakit, oke," balas Teddy, lalu ingin beranjak pergi dari kamar adiknya.


Tasya yang mendapatakan penolakan kini kembali berpikir keras bagaimana agar kakaknya itu mau untuk menerima sandiwara ini. "Kak, kakak sudah berusia 27 tahun loh, aku belum pernah tuh liat kakak dekat sama wanita, jangan-jangan kakak homo ya," tuduhnya palsu.


"Tasya kamu-," ucapnya terhenti ketika mendapatkan sebuah panggilan.


"Hallo," jawabnya pada panggilan itu.


"..........." apa sahutnya terkejut.


"Baiklah aku akan segera ke sana," balasnya sambil menatap adiknya yang berada di hadapanya.


Setelah itu dia menutup panggilanya dan beranjak dari duduknya.


"Tasya bersiaplah, ada pasien membutuhkanmu," pinta Teddy pada adiknya.


"Kenapa aku? Kan aku lagi libur kak, ada dokter husein yang menggantikan," balasnya santai.

__ADS_1


Teddy yang kesal mendengar jawaban adiknya kini mencubit pipi chuby milik adiknya, "sebagai dokter spesialis jantung kamu memang lagi di butuhkan saat ini, jangan berpindah sebagai dokter cinta deh," sahut Teddy dengan bersiap untuk berangkat.


"Siapa pasien ini kak ? Maksudnya riwayatnya?" tanya Tasya sambil ikut bersiap-siap.


Teddy menoleh sekilas pada adiknya sebelum dia membuka pintu kamar itu untuk melanhkah pergi, "kakak juga kurang pasti, tapi dia adalah anak keluarga Lesham, yang sepertinya terkena tembak oleh musuhnya," Jawab Teddy.


"Pasien ini tadi sudah meninggal sekitar 2 jam yang lalu, akan tetapi orang tuanya terutama ibunya memaksa pihak rumah sakit agar tidak membuka alat-alat yang bisa membantu anaknya bernafas, dan entah keajaiban atau pun apa kakak juga kurang tau pasti, makanya kakak membutuhkan kamu sebagai ahli jantung untuk memeriksanya," ungkapnya menjelaskan pada adiknya yang selalu banyak tanya.


Sambil di jelaskan, Tasya sambil bersiap-siap, sehingga saat ini dia sudah terlihat rapi dengan pakaianya.


"Ayo kan cepat, aku sudah siap," ucapnya lalu berlari melangkah keluar, meningglakan kakaknya yang masih di pintu.


Teddy juga ikut berlari agar dirinya bisa cepat sampai di rumah sakit, dia masuk ke dalam mobil yang telah di kemudikan oleh adiknya.


"Lets go," ucapnya menuntun adiknya untuk segera pergi.


Sedangkan Freya yang melihat keduanya pergi kini mendadak bingung apa yang akan dia lakukan saat ini.


"Aku merindukanya," batin Freya menatap luas ke arah jendela di luar sana.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2