You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 27


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Sudah beberapa hari ini Freya tinggal bersama dengan Nando, dan juga sudah beberapa hari ini Aiden membiarkan dan memperhatikan gerakan mereka.


"Freya, bukti-bukti ini gak akan cukup untuk kamu melaporkanya," ujar Nando, memperlihatkan seluruh bukti yang dia dapatkan tentang kejahatan Aiden.


Freya tertunduk, entah harus bagaimana lagi dia berpikir saat ini.


Karna apapun yang dia lakukan, semuanya seperti terlihat percuma, dan tak berguna.


"Jadi menurutmu aku harus bagaimana Nan?" Tanyanya serius.


"Aku takut jika aku terlalu lama di sini, dia akan mengetahunya." ucapnya lagi.


Nando terlihat berpikir sejenak, sebenanrnya dia sudah memikirkan ini dari kemarin, hanya saja dia blum berani mengungkapnya.


"Fre, lebih baik kamu mengasingkan diri di Negara lainya, aku khawatir jika dia nanti akan mengetahui kamu berada di sini." Ucap Nando yang memberikan solusi terbaik.


Mendengar jawaban itu Freya seperti berpikir jika memang sebaiknya dia pergi agar Aiden tidak bisa mendapatnya.


"Tapi kemana?" tanya Freya lagi, bingung.


"Ehmm mungkin, Republik Dominica, atau ke Brazil, intinya di Negara yang jarang di datangi oleh orang-orang baru," jawabnya lagi.


Freya kembali berpikir sejenak, mendengar seluruh apa yang di katakan oleh Nando. Namun Freya tidak mengatakan apapun.


"Ayo kita jalan aja yuk, merefreshkan pikiran sejenak di luar sana, bukankah kamu sendiri yang bilang jika dia hanya mengurungmu di rumah," ajaknya membuat Freya membulatkan matanya besar.


"Tapi-," sahutnya ingin menolak, mengingat dirinya yang akan ketahuan oleh Aiden nantinya.


"Jangan takut, karna kamu akan menyamar saja, dia tidak akan mengenalimu,"ucap Nando lagi.


Dan kali ini Freya kembali menggukam kepalanya sebagai jawaban.


Setelah menadapatkan jawaban dari Freya, barulah mereka bersiap-siap untuk pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dengan Freya yang menggunakan make up tebal dan juga baju ya g sangat besar, sehingga orang-orang tak akan menyangka jika itu adalah dirinya.


"Aku sudah siap," ujarnya memperlihatkan dirinya sudah rapi.


Nando menoleh ke arah Freya yang benar-benar sangat beda dari biasnya.


"Oke, let's go," seru Nando, dan kedunya mulai melangkahkan kakinya keluar.


Setelah melakukan setengah jam perjalanan, barulah mereka sampai di sebuah Mall besar do Kota itu.

__ADS_1


Sontak saja senyum yang selama ini terpendam, kali ini kembali terihat dari wajah Freya.


Bahkan mereka tidak menyadari bahwa mereka tengah di ikuti oleh sosok-sosok orang bayangan Aiden.


Aiden yang mendapatkan notif pesan vidio dari anak buahnya, memperlihatkan Freya yang sedang tersenyum bahagia, kini langsung mengepalkan tanganya dengan kuat.


"Ini gak bisa di biarkan terlalu berlarut, Hanya aku yang boleh membahagikanya, tidak boleh ada yang lainya," lirihnya pelan, sambil berpikir apa yang akan dia lakukan saat ini.


Nando membawa Freya untuk bermain di wahana permainan anak-anak tanpa ada rasa malu dengan yang memperhatikan mereka.


Senyum dan tawa yang indah, kini selalu terpancar dari wajah Freya.


Tidak ada lagi kesedihan bahkan tangisan yang setiap hari menghampirinya.


"Freya ayo kita belanja di sana yuk, aku ingin membeli sesuatu," ajak Nando menunjukan sebuah toko bunga dan Tanaman.


"Hemm oke," balas Freya mengikuti langkah Nando.


Sesampainya di toko itu, Nando yang sedang keliling mencari barang, kini membiarkan Freya juga berkeliling melihat-lihat bunga yang ada.


Hingga tatapan Freya jatuh pada sebuah bungkusan racun Sianida yang berguna untuk membunuh hama-hama dan juga penggangu tanaman.


Dengan rasa berani, dia mengambil racun itu dan segera membayarnya dengan uang yang tadi sempat Nando berikan.


Dia mempercepat gerakanya agar Nando tidak mengetahuinya. Dan kembali seolah-olah dia tidak membeli apapun.


"Apa ada yang kamu sukai?" Tanya Nando, dengan membawa sebuah tanaman hias cantik, serta beberapa tanah dan pupuk.


Nando kembali tersenyum mendenagar jawaban dari sahabatnya itu.


"Oh iya, aku baru tauloh kalo di sebuah Mall itu ada toko seperti ini," ungkapnya pelan menyatakan rasa penasaraanya.


"Hahah inilah kecanggihan zaman sekarang, bukankah hal itu wajar-wajar saja," jawab Nando dengan sedikit tertawa mendengar kalimat dari Freya.


Seusai membayar belanjaanya, Nando dan Freya kembali ke Mobil untuk menaruh belanjaan tadi, dan berniat kembali masuk ke dalam Mall.


Namun di saat mereka baru saja kembali di pintu masuk, tiba-tiba saja Nando mendapatkan sebuah panggilan masuk.


"Sebentar ya Fre, aku angkat dulu," izinya pada Freya agar menunggunya.


"Oke," jawabnya singkat.


Lalu Nando mulai mengangkat panggilan masuk dari petingginya itu.


"Hallo Pak," jawabnya ketika mengangkat panggilan itu.


"..............,,,,,,,,,,,,"

__ADS_1


"Aaappaaaaa, bagaimana mungkin?" Teriak Nando merasa lemas ketika mendengar berita itu.


".....................,"


"Baiklah Pak, nanti kita bicarakan lagi," balasnya lagi, dan langsung menutup panggilan ponselnya.


Freya yang melihat wajah Nando seperti orang tertekan, kini mencoba untuk mendekatinya.


"Ada apa?" tanya Freya dengan lembut.


Nando menoleh kepada Freya, dan langsung memeluknya. "Freya, kita harus segera pergi dari negara ini, keberadaanmu sudah di ketahui olehnya, dan sekarang dia sudah menghancurkan pekerjaanku dengan mencabut semua perizinan sidangku, semua klien membatalkan kasusnya denganku," ucapnya memberitahukan pada Freya bahwa riwayat mereka telah tamat.


Freya terdiam seketika mendengar semua yang di sampaikan oleh Nando.


Aiden kembali meresahkan mereka bahkan dia mulai menghancurkan hidup sahabatnya.


Freya memeluk tubuh Nando dengan sangat erat, dan menangis di pelukan itu.


"Maafin aku Nan, maafin aku, gak seharusnya aku membawamu kedalam masalah ku ini," ungkapnya merasa tidak enak dengan apa yang sudah di lakukan oleh Aiden.


Namun lagi-lagi mereka tidak menyadari, bahwa ada seseorang yang sudah di penuhi dengan rasa emosi melihat istrinya yang beraada di pelukan lain.


"Tangkap mereka dan bawa ke hadapanku sekarang!" Perintah Aiden pada anak buahnya.


Dia benar-benar sudah tidak tahan melihat dan menahan Freya bersama dengan orang lain.


Baginya hanya dirinyalah yang boleh menyentuh dan membuat Freya tertawa bahagia. Tidak boleh ada yang lainya.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Teruntuk kamu mbak MayHa SaRY Abbas


Saya sudah memaafkan kamu, dengan cara kamu meminta maaf dengan semua Author yang pernah kamu hina. Saya memberikan kamu satu kesempatan untuk berubah.


Tapi jika kamu mengulanginya kembali, maka sudah tidak akan pernah ada maaf itu.


Belajarlah cara menghargai orang lain, bercermin pada diri sendiri apakah sudah mampu atau belum, sebelum mengkritik dan menghina orang lain!!

__ADS_1


Karna gak semua orang yang kamu hina bisa menerimanya begitu saja!!!


Semoga kamu paham apa yang saya sampaikan.


__ADS_2