
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Setelah kepergian Vika dan Vino dari ruanganya, Aiden langsung membuka tanganya untuk Freya agar duduk di pangkuanya sambil memeluk tubuh mungil itu.
Dan dengan segera Freya duduk di pangkuan suaminya, sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Aiden.
"Apakah sudah mendingan?" tanya Aiden, sembari mengusap lembut perut istrinya agar lebih enakkan.
Freya menganggukan kepalanya singkat, pertanda dia lebih merasa enakan, "mana minyak kayu putihmu?" tanya Aiden lagi, yang terlihat mengobrak abrik isi tas Freya.
"Ada di dalam situ, cari aja," balasnya tanpa membuka matanya dan semakin menenggelamkan wajahnya di leher suaminya.
"Iya ini dapat," sahut Aiden ketika sudah mendapatkan apa yang dia cari.
Dia langsung mengoleskan minyak itu di perut istrinya agar bisa cepat kembali pulih seperti sedia kala.
Namun di saat Aiden mengolesnya, Freya yang merasakan kenyamanan langsung memejamkan matanya tertidur di pangkuan suaminya, "sebenarnya dia ini kenapa seperti ini terus?" batin Aiden terus mengusap perut istrinya.
Setelah puas mengelus perut istrinya, Aiden langsung menggendong tubuh Freya masuk ke dalam kamar pribadinya, dan segera membaringkan tubuh mungil itu di sana lalu menyelimutinya, "aku kerja dulu ya sayang, kamy istirahat dulu di sini," imbuhnya pelan, lalu memberikan sebuah kecupan di kening istrinya.
Dan kemudian Aiden melangkahkan kakinya keluar untuk segera mengerjakan tugas-tugasnya.
Di saat dia baru menduduki kursinya, langsung mendapatkan sebuah ketukan pintu dari luar.
Tokk,,,Tok,,Tokk
"Masuk," sahut Aiden, dari dalam.
Ckleekkk pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok Vika yang masuk dengan perlahan.
"Permisi Pak, saya ingin memberitahu bahwa 15 menit lagi Bapak ada Meeting bersama dengan perusahaan Stoik Grup Pak," lapor Vika, lalu menyerahkan sebuah berkas penting yang akan di bawa Aiden ketika meeting nanti.
Aiden mengambil berkas itu dan lalu mengeceknya, "pergi ke ruangan Vino dan minta dia untuk menghadiri meeting ini!" perintah Aiden pada Vika.
"Tapi Pak-," sahut Vika ingin membantah.
__ADS_1
Namun Aiden langsung memberikan kode dengan tangannya, "aku tidak ingin di bantah," tegasnya yang membuat Vika langsung menutup mulutnya.
"Baik Pak, saya permisi," balas Vika dengan menundukan kepalanya hormat.
Setelah Vika pergi, Aiden kembali mengerjakan dokumen-dokumen penting yang beberapa hari ini di tangguhkanya.
Dan tak lama kemudian Freya terlihat keluar dari kamarnya, "Dear,,Dear," panggilnya pelan.
Aiden langsung menolehkan kepalanya melihat istrinya yang masih terlihat lemas, "sayang, kamu sudah bangun?" tanya Aiden yang langsung sigap menggendong tubuh Freya.
"My Dear aku lapar, bisakah kita makan dulu," pinta Freya dengan lemah. Lalu mencium pipi suaminya dan menatap mata Biru itu dengan lekat.
Aiden yang mendapatkan pandangan seperti itu, merasa gemas dan ingin sekali memakan istrinya ini sekarang juga. "Aawwwww, my Dear," ringis Freya di saat Aiden mengigitnya.
Aiden hanya terkekeh melihat wajah kesal istrinya, "Kamu mau makan apa sayang?" tanya Aiden memeluk tubuh istrinya erat.
"Gak tau, kamu sendiri mau makan apa?" tanya Freya balik.
"Aku mau makan kamu," bisik Aiden yang replek membuat Freya memukulnya.
"Ohh kamu berani ya," seru Aiden sambil menggelitikin istrinya, "hahahah sayang, lepas," seru Freya dengan tertawa lepas.
Namun pergerakan mereka menyentuh dada Aiden yang ada luka operasinya, membuatnya meringis kesakitan, "aaarrgghhh," ringisnya memegang dadanya.
"Maafkan aku ya," tangisnya pelan, penuh penyesalaan.
Aiden membalasnya dengan senyum tipisnya, sambil menganggukan kepalanya pelan.
Setelah itu Aiden langsung mengorder makanan untuk makan siang mereka.
Dan setelah itu Freya kembali tertidur pulas seperti baby yang tak pernah mau bangun.
Di saat jam pulang kantor. Aiden membangunkan istrinya untuk segera pulang, "sayang bangun yuk, udah waktunya pulang," serunya membangunkan istrinya.
"Ehhmm,, iya Dear," sahutnya langsung bangkit dari tidurnya.
Aiden langsung mengambil tas Freya dan menggandeng tangan istrinya yang masih setengah sadar.
Namun sampai di luar ruanganya, dia melihat sosok yang sangat dia kenal berada tepat di hadapanya.
__ADS_1
"Ehem,," suaranya yang membuat Vika dan Alson menoleh secara bersamaan.
"Kamu ngapain di sini? Bukannya jadwalmu masuk kantor itu besok? Dan ini apa ini?" tanya dan menoleh pada bucket bunga sultan yang terlihat di bawa oleh Alson.
Deeeggggg jantung Vika berdegup kencang seketika mendengar kata "besok" yang keluar dari mulut Aiden.
Sedangkan Alson yang melihat Aiden menyentuh bunga sultan milik calon istrinya langsung menepisnya dengan kasar.
"Jangan sentuh bunga calon istriku nanti dia layu di sentuh sama tangan berdarah dingin seperti kamu." ketus Alson yang saat ini harus memasangkan portal untuk Vika agar Aiden tidak jatuh cinta lagi.
Aiden tersenyum sinis dengan sikap dari sepupunya itu. "Calon istri? Kalian ketemu juga baru hari ini sudah berani aja kamu mengklaim seseorang calon istrimu." seru Aiden yang membuat Vika menganggukan kepalanya setuju.
Berbeda dengan Alson yang terlihat santai mendengarnya. "Siapa bilang kami baru ketemu? Dia adalah Gadis tamanku yang dulu pernah ku temui di saat aku sedang menembak dan tak sengaja bertemu denganya, dan sekarang bertemu lagi yang berarti kami adalah jodoh," Jawab Alson sontak membuat Vika membulatkan matanya lebar.
"What? Jadi kamu si pria pemburu itu?" tanya Vika yang akhirnya mengingat kejadian itu.
Dan dengan penuh keyakinan Alson menganggukan kepalanya, namun malah membuat Vika tersenyum kikuk di depanya.
"Pantas saja dia datang-datang bawa bunga besar, diakan memang gak waras dari dulu." Batinya merasa ilfil dengan Alson.
Aiden hanya menggelengkan kepalanya pusing melihat kelakuan aneh dari sepupunya ini, "terserah deh kamu mau apa, yang jelas jangan pernah menganggu karyawan yang sedang bekerja meskipun dia adalah calon istrimu! Apa kamu mengerti!" tegasnya memperingatkan kepada Alson bahwa bekerja bukanlah satu hal yang main-main.
"Hemmmm tau lah," balasnya dengan malas.
"Alvika, besok Pak Alson inilah yang akan menjadi CEO di sini, dan kamu mesti patuh dan mengerti akan perintahnya dia yang paling mutlak di sini. Apa kamu mengerti Vika ?" tegas Aiden kepada Vika yang membuatnya menjadi gugup.
"I-iya Pak." jawab Vika dengan gugup.
"Bagus, jika begitu ini sudah jamnya pulang, kamu juga boleh silakan pulang," ucap Aiden dengan melangkah menggandeng tangan istrinya yang sedari tadi tidak pernah membuka suaranya, membuat Vika memandang aneh kepada Freya,
"apakah istri dari Pak Aiden itu bisu? Mengapa dia tidak bicara sedari tadi?" gumamnya dengan pelan namun masih terdengar oleh Alson.
"Kisah cinta mereka begitu rumit, Aiden yang memaksa wanita itu agar mau menerima cintanya namun wanitanya menolak dan begitulah Aiden selalu menggila hingga Freya merasa sedikit tertekan, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana bisa hidup dengan pria Psycho seperti Aiden." Ucap Alson yang menjawab rasa penasaraan dari Vika itu.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป