You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 100


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


"Kalian mau kemana ?" tegur Stella yang melihat mereka sudah sampai di pintu luar.


Aiden dan Freya menoleh bersamaan, "mau lari pagi Mah, udah lama Aiden gak lari kan, sudah sakit semua tubuh rasanya," jawab Aiden. Yang di jawab anggukan oleh Stella.


"Mamah pikir kamu mau berangkat ke Bali hari ini ?" tanya Stella lagi.


"Authornya salah jadwal Mah, sepertinya dia lupa kalau udah nulis besok lusa," sahut Aiden lagi.


Sedangkan Freya tersenyum ketika melihat Stella yang menatap ke arahnya, dia memunculkan ide baru lagi dengan meminta bantuan dari mertuanya. "Ehm, Ma-," ucapnya terputus ketika Aiden lebih dulu membungkam mulutnya dengan tangan dan menarik Freya keluar.


"Mah kita lari dulu ya, bye Mah," pamit Aiden secepat mungkin sebelum mendapat amukan dari Mamahnya karna sudah berani berprilaku seperti itu pada istrinya.


Sesampainya di luar Mansion, barulah Aiden melepaskan tanganya dari mulut istrinya, buugghhhh Freya yang sudah sangat marah langsung menginjak kaki Aiden sekeras mungkin. Namun dia semakin kesal karna injakanya yang sudah menggunakan power sekuat tenaga itu sepertinya sama sekali tidak berasa bagi suaminya.


"Kamu kenapa sih tutup-tutup mulutku kaya gitu, kalau aku gak bisa nafas gimna ? Mau kamu jadi duda muda," bentak Freya merasa pusing pagi ini.


Aiden terkekeh menanggapi omelan demi omelan istrinya yang sangat cerewet. "Kalau gak gitu kamu pasti ngadu sama Mamah soalnya," balasnya santai. Lalu memilih untuk melangkahkan kakinya duluan.


"Ayo," ajak Aiden lagi.

__ADS_1


Mau tidak mau Freya akhirnya mengikuti langkah suaminya, namun kali ini mereka bukan lari pagi melainkan jalan pagi, karna Freya yang selalu mengeluh ini dan itu ketika di ajak lari oleh suaminya.


"My Dear,,huass,huft,huftt, Idenn, aku gak bisa, aku terlalu letih," adunya dengan nafas yang sudah setengah jalan.


Aiden mengusap wajahnya kasar menatap Freya yang terduduk di tepi jalan.


"Sayang please, bahkan pagar Mansion saja masih di situ, kamu sudah kelelahan seperti ini," jawab Aiden, frustasi mendengar keluhan demi keluhan istrinya, membuatnya ingin sekali untuk melemparkan dirinya ke laut saja.


Freya menoleh ke arah yang di tunjuk oleh suaminya, dan benar saja, ternyata dia baru berjalan 20 langkah saja dari Halaman. "Namanya capek itu gak mandang langka My Dear," elaknya dengan tersenyum paksa.


Aiden yang malas membuang waktu, langsung menggendong tubuh Freya di belakang punggunya, dan membawanya sepenjangan jalan keliling perumahan Mansionya.


"Apa kamu tidak lelah menggendongku sambil jalan seperti ini ?" tanya Freya, menatap wajah suaminya yang sudah penuh dengan kringat.


Merasa kasihan, Freya berinisiatif mengusap lembut kringat yang berada di wajah suaminya menggunakan lengan bajunya yang panjang.


"Sama-sama My Dear," balasnya lalu menjatuhkan satu kecupan di pundak Aiden.


Cupp,,cupp,,cupp, "Sayang, aku kotor loh kenapa di cium," elak Aiden menggerakan bahunya agar Freya menghentikan ciumanya.


"My Dear, aku kok tiba-tiba pengen makan belut ya?" tanya Freya yang tidak yakin dengan permintaanya.


Aiden menghentikan langkahnya, dan menurunkan tubuh istrinya, "belut itu apa ?" tanya Aiden polos.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Seketika Freya menunjuk ke arah selokan yang ada di sebrang mereka. "Biasanya belut ada di tempat begitu katanya?" jawab Freya santai. Namun berbeda dengan Aiden yang membulatkan matanya besar-besar.

__ADS_1


"Sayang, aku tau kamu bercanda, karna kamy makan ikan sungai aja gak mau yank, apa lagi yang seperti itu," balas Aiden menolak keinginan istrinya.


Sontak saja Freya langsung menetesakan air matanya pelan, ketika mendapat penolakan seperti itu dari suaminya. "Kan aku cuman minta belut aja gak boleh, aku tuh juga gak tau kenapa mau makan itu tiba-tiba,hisk," tangisnya mulai terisak. "Kamu udah gak sayang aku kah ? Iya udah gak sayang kamu," cerca Freya benar-benar membuat Aiden hanya mampu memijat keningnya pusing.


"Bukan begitu sayang, gini ya, di sana ada penjual bubur ayam, aku belum pernah makan, tapi mari kita coba, nanti setelah balik ke rumah aku akan segera menelpon Hitto untuk memebelikan dan mencarikan mu belut yang kamu mau, oke," bujuknya dengan lembut, agar Freya mau berhenti menangis.


"Hisk,.hiskk, janji ya, belikan belut ya," lirihnya pelan, memegang teguh janji yang Aiden ucapkan.


"Iya sayang janji, udah ya nangisnya malu sayang di liat orang," sahut Aiden lagi.


Freya terdiam, dan perlahan menghentikan tangisnya, "ayo makan bubur ayam. Aku lapar," ajak Freya, dengan senyum yang kembali menghiasi wajahnya.


"Ayo," balas Aiden, dan keduanya terlihat bergandengan tangan untuk menikmati hawa sejuk di pagi hari dengan semangkok Bubur ayam Bandung 🥰


To Be Continue.


Note : yang kemarin gak bisa beli buku Karya Lucas/Married With Mr. Psychopat karna terkendala ongkis kirim, kalian bisa bacanya di aplikasi online ****** ya, Aplikasi Kuda Poni, download aja aplikasinya oke, di sana bisa baca pakai misi kok, gak perlu beli koin oke 😉😉


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2