
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Dokter tersenyum bahagia melihat janin yang berada di perut Freya, dan menatap ke arah Aiden yang merupakan sosok suami Freya.
"Selamat ya Tuan, janin-nya sangat sehat," ujar Dokter dengan lembut, sontak membuat semuanya bahagia.
"Sayang, kita punya baby," seru Aiden, langsung memeluk istrinya dengan menunjukan seluruh cinta yang dia punya.
"Look at this," tunjuk dokter pada layar monitor itu, sontak saja semuanya langsung menatap ke arah layar monitor itu.
"Wahh, selamat ya Nyonya Freya, moga sehat sampai lahiran ya," ujar sang Dokter dengan perasaan bahagianya.
Bagaimana tidak ? Dulu dokter inilah yang mengangkat janin Freya ketika keguguran secara paksa, hingga Freya di nyatakan depresi dan saat ini kembali memiliki Baby.
Perasaan bahagia itu, tidak hanya di rasakan oleh Aiden, tetapi seluruh keluarga dan seluruh staf dokter pun ikut mendoakan yang terbaik untuk Freya dan janinnya.
"Selamat ya sayang," ucap Stella memeluk Freya, bahkan sudah terlihat menetesakan air matanya terharu dengan kebahagiaan yang tidak terkiraa ini.
Sedangkan Freya juga sudah tak mampu bicara lagi, dia hanya bisa menangis di dalam pelukan mertuanya, "hisskk,,hiskk, Freya punya baby Mah," isaknya di sela tangisanya.
Dan setelah Freya selesai melakukan pemerikasaan, kali ini giliran Airein lagi yang berbaring untuk di periksa.
"Sudah siap Nyonya Airein ?" tanya Dokter itu dengan lembut.
Dengan perasaan gugup Airein menganggukan kepalanya, "saya siap Dok," sahutnya pelan.
Roger yang baru masuk ke dalam ruangan, kini langsung memeluk Airein dari atas, mencoba menyalurkan seluruh kekuatannya kepada Airein. "Wah-wah, sepertinya gen baby Twins ada pada Nyonya Airein nih," pungkas sang Dokter sambil menunjuk ke arah layar monitor.
Sontak saja Airen menangis dan tidak percaya akan semua ini, "sayang kita punya baby Twins," seru Roger dengan rasa bahagia.
"Tapi kenapa Freya tidak Twins Dok ? Bukankah Aiden juga keturunan Twins? Dan bukankah rahim Airein adalah milik orang lain ? Tapi kenapa bisa menghasilkan baby Twins?" sahut Alex merasa bingung dengan pertukaraan ini.
Bukan dia tidak menerima jika Baby Aiden tidak kembar, hanya saja dia merasa bingung dengan dunia kedokteran seperti ini.
"Pah, Airein kan hanya meminjam rahim wanita lain, sel telur jelas masih punya dia, jadi semua itu gak heran lah," sahut Elena pusing dengan pertanyaan suaminya.
"Benar Wekong, lagian Aiden dan Freya di kasih satupun juga sudah sangat-sangat bersyukur kok, mengingat bagaimana sifat Aiden dulu, rasanya ini juga adalah sebuah anugerah dari Tuhan untuk keluarga kecil kami," sahut Aiden, dengan tersenyum sambil menggengam tangan Freya.
Suasana seketika menjadi hening, ketika mendengar ungkapan isi hati Aiden, yang terlihat sangat menyesali perbuataanya dulu.
"Ahhh, ya sudah sekarang para ibu hamil masing-masing istirahat ya, kasian babynya nati lelah," seru Stella, dengan perasaan canggungnya.
Lalu segera mendekat ke arah Freya dan Airein. "Apapun kondisinya, berapa banyakpun kalian melahirkan keturunan, yang terpenting adalah rasa bersyukur kita pada Tuhan, karena sudah memberikan kepercayaan untuk keluarga ini melanjutkan keturunan Lesham," ungkapnya tulus, tanpa membedakan anak dan menantu.
"Iya Mah," sahut Airein.
"Iya Mah, terima kasih atas dukungan yang selama ini Mamah berikan untuk Freya," ucap Freya pelan, dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari Stella.
"Mamah akan selalu mendukung apapun yang kamu inginkan," bisik Stella pelan.
9 Bulan kemudian.
Saat ini, Freya dan Aiden tengah berada di rumah sakit. Setelah Freya mengalami kontraksi sedari pagi.
"Argghhh sayang, ini sakit,,hisskk,,hiskk," tangis Freya tidak kuat lagi menahan kontraksi yang sangat menyakitkan untuknya pertama kali ini.
Dengan sabar, Aiden mengusap lembut rambut Freya, dia tidak bisa marah atau mengamuk, karena Stella sudah lebih dulu memberikan peringatan pada Aiden untuk sabar ketika melihat Freya berteriak kesakitan.
"Sabar ya sayang, tahan yank, dikit lagi babynya keluar," ucap Aiden, berusaha memberikan semangat untuk istrinya.
__ADS_1
Freya hanya diam mengangguk-kan kepalanya, sambil terus menarik nafasnya dalam-dalam.
Aiden mencoba mengelus punggung belakang Freya, namun apa yang dia lakukan seperti tidak ada gunanya, Istrinya bahkan semakin menangis menjerit kesakitan dan itu membuatnya benar-benar tidak tahan.
"Lakukan operasi sekarang! Aku tidak mau tau, pokoknya istri saya tidak boleh terus menerus merasakan sakit seperti ini!" bentak Aiden, membuat para staf dokter ketakutan.
Dan mau tidak mau, atas seizin dari Stella, dokter yang merawat Freya kini menyetujui pasien untuk melakukan operasi.
Setelah menyiapkan berbagai rangakaian persiapan, akhirnya Freya dan Aiden masuk ke dalam ruangan operasi, dengan di ikuti oleh Stella yang bebas masuk ke dalam, karena dia merupakan pemilik rumah sakit.
"Kita bius dulu ya Nyonya," ucap sang dokter lembut pada Freya.
Setelah memberikan bius untuk Freya, dokter mencoba untuk mencubit kaki dan perut Freya, "ada rasa gak ya kalau saya cubit?" tanya Doketer itu, ingin memastikan apakah biusnya bekerja atau tidak.
Freya menggelengkan kepalanya lemah, dan mulai pasrah akan semuanya, "baiklah kita mulai operasinya ya Tuan, Nyonya, Nyonya Besar," izinnya pada Aiden dan Stella.
"Silahkan dok," sahut Stella, sambil memperhatikan dengan detail cara dokter kandungan ini bekerja.
Freya memejamkan matanya, ketika Aiden terus menciumi wajahnya, untuk menghilangkan rasa takutanya, "aku mencintamu sayang,aku mencintaimu," bisik Aiden dengan pelan tepat di telinga Freya, membuatnya menangis tak mampu berkata apapun lagi.
Sampai terdengar suara bayi yang menggema di dalam ruangan. "Hallo Mamah, baby sudah lahir, Mamah, hallo," seru dokter memperlihatkan baby yang begitu kecil, lucu dan berjenis kelamin perempuan.
"Oeeekkk,,oeekkk,,ooeekk,,oeeekkk,,oeek," tangis baby yang baru saja lahir, dan terdengar sangat nyaring.
"Lihat sayang, anak kita udah lahir, dia begitu keras sekali menangis," sahut Aiden, menatap kagum kepada berkat Tuhan yang di berikan kepadanya.
"Selamat ya sayang, Mamah turut bahagia Nak," ucap Stella, yang juga terlihat meneteskan air matanya melihat cucu pertamanya yang berhasil lahir kedunia dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun.
Dokter tadi langsung meletakan baby Freya, naik di atas dada Ibunya, untuk mendapatkan kehangatan dan melakukan IMD, ( inisiasi menyusu dini ).
"Lihat, cucu Oma begitu lincah mendapatkan nen ibunya," tunjuk Stella pada baby mungil yang berada di dada menantunya.
"Terima kasih sayang, terima kasih sudah bersedia lahir di dunia ini, terima kasih karena sudah mau menjadikan Mamah sebagai sosok wanita seutuhnya,"
Setelah di rasa cukup untuk baby girl itu menyusu pada ibunya, dokter langsung mengambilnya kembali untuk di bersihkan.
Sama halnya dengan Freya yang langsung di bawa ke dalam ruangan perawataan setelah semuanya selesai di rapikan.
****
Sesampainya di dalam ruangan, terlihat seluruh anggota keluarga yang telah berkumpul menyambut kelahiran cucu pertama keluarga Lesham.
"Ih ya ampun, anaknya Aiden kok bisa lucu gitu ya," gerutu Airein yang tak henti-hentinya memandang wajah cantik putri kecil adiknya.
"Kan nanti Jia-Jia punya sendiri," sahut Aiden yang langsung menepiskan tangan kakaknya dari pipi putrinya.
"Iya sih, tapi gak ada cewek, hiskk," balas Airein yang merasa iri dengan Aiden karena mendapatkan bayi perempuan.
Seluruh keluarga langsung tertawa melihat ekspresi dari Airein yang cemberut menginginkan bayi perempuan.
Semenjak dirinya di nyatakan mengandung bayi kembar, Airein berharap jika bisa mengandung bayi laki-laki dan perempuan sekaligus. Namun dia juga tidak bisa menolak ketika Tuhan memberikanya dua bayi laki-laki.
Walau sedikit kecewa, tetapi dia tetap saja merasa bersyukur, setidaknya dirinya masih di berikan kesemptaan untuk menjadi seorang ibu sesungguhnya, walaupun setelah melahirkan ini, rahim pinjaman ini harus segera di angkat kembali karena tidak boleh permanen di rahimnya. Membuatnya harus ikhlas menerima apapun pemberian Tuhan kepadanya.
"Oeekkkk,,oeekkkk,oeoeekkk," tangis baby girl kembali menggema di dalam ruangan, membuat seluruhnya tersenyum bahagia.
"Uluhh,,uluh, Cicit Wepo," sahut Elena, langsung mengambil Baby girl itu dari gendongan Aiden.
"Apa kamu sudah menyiapkan nama terbaik untuk baby mu Son?" tanya Arnon yang sedari tadi bingung ingin memanggil cucunya apa.
Aiden tersenyum menanggapi pertanyaan dari Papahnya, "KALYLA NAFEZZA LESHAM, yang memiliki arti Permata yang Berharga,"
"Bagi Aiden dan Freya, Lyla adalah permata kehidupan kami, dirinya adalah simbol cahaya cinta yang akan bersinar seperti permata, di perjalanan cinta kami," ungkap Aiden dengan menatap Lyla lekat, menaruh seluruh harapan kepada putrinya kelak.
__ADS_1
"Kalyla adalah jawaban atas doa-doa kalian sepanjang hari. Dia sudah ditakdirkan untuk jadi malaikat kecil di hidup kalian, Mamah ucapakan selamat atas karunia yang kalian dapatkan. Semoga masa depan keluarga kecil kalian dipenuhi dengan kebahagiaan, cinta, dan tawa dari putri kecil ini," doa Stella tulus di panjatkan untuk anak dan menantunya.
"Terima kasih Mah," sahut Freya yang kembali meneteskan air matanya terharu mendengar ungkapan Mamah mertuanya.
Putriku, Permataku
Ketika Matahari tersenyum cantik ketika awal pagi.
Menyambut harumnya wewangian bunga di taman sari.
Hembusan bayu terhembus malu-malu.
Terurai hijap biru sewajah ayu.
Dedaun angka tanggal dari ranting di pagi hari.
Melangkahkah dengan segala keanggunan mu, putriku.
Taklukan halangan dunia dengan kekuatan bijakmu.
Sentuhlah dengan jemari lembutmu.
Berbahagia untuk menyongsong tawa lepasmu, permataku.
"KALYLA NAFEZZA LESHAM"
----------------Tamat---------------
Terima kasih kepada seluruh pembaca dan pendukung karya ini dari awal terbit hingga sampai di akhir ini.
Tidak ada kata yang mampu saya ucapkan selain ungkapan rasa terima kasih saya kepada kalian semua.
Kak kok endingnya gantung ?
Yang sudah membeli karya Griffin pasti tau kelanjutan kisah ini ya, makanya kisahnya harus di tamatkan sampai sini.
Kak karya Alson dan Vika kapan di lanjut ?
Mudahan besok lusa Saya bisa melanjutkanya ya.
Kak karya Gina dan Robert gak di lanjut tuh ?
Akan di lanjut setelah kisah Alson dan Vika tamat ya.
Kak karya Lord Arvan gak di lanjut ?
Akan saya lanjut tetapi juga pindah lapak ke D R E A M E ya.
Kak kenapa pindah lapak sih ?
Karena pembaca yang mulai merosot terus membuat saya down menulis di sini, dan mencari tempat lain untuk berimajinasi.
Kak akan ada cerita baru gak ya ?
Ada karya Brio yang akan saya keluarkan nanti , tetapi tunggu karya Zein yang di sebelah tamat dulu ya.
Kak Give Awaynya gimana ?
Akan saya umumkan pada tanggal 6 pagi di karya ini.
Jadi seluruh pertanyaan sudah saya jawab ya.
Sekali lagi terima kasih atas semua dukungan kalian, Rere mencintai kalian semua🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1