
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Ketika Aiden sampai di dalam kamar, dia melihat Freya yang sedang menangis sambil menenggelamkan kepalanya di dalam bantal.
"Freya, kamu harusnya tidak pernah membantahku, sehingga semua itu tidak akan pernah terjadi," seru Aiden yang malah menyalahkan Freya atas semua kejadian yang terjadi.
Mendengar Aiden yang berkata seperti itu, membuat Freya bangkit dari tidurnya dan menatap wajah Aiden dengan air mata yang berlinang, "kamu gak bisa berbuat seperti itu Aiden, dia sahabat aku, kamu-," ucapnya terputus karna Aiden langsung melum**at bibirnya kasar.
Dan setelah Freya membrontak melepasakna ciuman itu dengan cara menggit bibir Aiden, kini ciuman itu terlepas dan memperlihatkan wajah suaminya yang penuh dengan amarah.
"Cukup ya Freya! Kamu jangan uji batas kesabaraan ku, ingat aku paling benci kamu membela orang lain di sekelilingku, mau itu sahabat kek, saudara atau orang tuamu sekalian, aku gak akan tinggal diam, sekali milik ku maka akan menjadi milik ku, tidak akan pernah ku biarkan bibir indahmu ini menyebut nama pria lain selain namaku, paham kamu," ucapnya dengan tegas.
Lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar, dia khawatir jika terus menerus melihat Freya yang seperti itu maka dia akan kembali menyikas istrinya.
Sedangkan Freya hanya menatap langkah kepergian Aiden yang sudah tak terlihat lagi dengan sebuah tatapan kebencian, "sekali milikmu memanglah milikmu, tapi sepertinya aku bukanlah milikmu, jadi aku tidak akan menjadi milikmu," gumam Freya dengan nada kebencianya.
Lalu setelah itu dia memilih tidur, agar perjalanan 15 jam itu tidak akan terasa.
Karna perjalanan kali ini mereka tidak membawa siapapun selain pilot dan kopilot pribadinya, Aiden memilih diam dan melanjutkan beberapa pekerjaanya yang tertunda.
Tiba saatnya makan malam, Aiden mencoba untuk membangunkan Freya yang masih tertidur pulas.
Dia mendekati istrinya lalu menciumi wajah serta mata istrinya yang bengkak karna menangis tadi. "Sayang bangun ya, kita makan malam dulu," ucapnya pelan dan mengelus-elus pelan pipi merah istrinya.
Freya yang merasa di sentuh kini perlahan mulai membuka matanya dan mengatur dengan pencahayaan di sekelilingnya.
__ADS_1
Aiden membantu Freya untuk bangkit dari tidurnya dan mengelus sedikit punggung istrinya biar tidak terlalu tegang. "Sayang ayo makan dulu, ini udah jam 8," ajaknya lagi pada Freya yang belum sepenuhnya mengembalikan nyawanya.
Melihat istrinya yang masih belum seberapa sadar, Aiden langsung menggendongnya keluar dari kamar untuk segera memakan makan malam mereka.
Setelah sampai di luar. Aiden mendudukan istrinya di kursi yang berada di depannya, lalu mulai menyendokan makanan untuk Freya di dalam piring kecilnya.
"Aku bisa sendiri," seru Freya yang melihat banyaknya makanan yang di ambilkan Aiden untuknya.
Freya mengambil alih sendok yang ada di tangan suaminya, dan menukar piringanya dengan piring milik Aiden.
"Why?" Tanya Aiden bingung melihat Freya yang menukar-nukar piring mereka.
"Kamu ambilkan aku makan banyak sekali My Dear, aku gak bisa habiskan itu," jawab Freya kesal.
Aiden menarik nafasnya dalam-dalam sambil menenagkan jiwanya agar emosinya tidak terpancing kembali, "Kamu masih marah sama aku?" tanyanya ketus.
"Lalu kenapa nada bicara kamu kasar seperti itu," balasnya mulai meninggikan suaranya.
Freya memilih meletakan sendoknya ke atas piringnya, dan lalu melipat tanganya sambil menatap ke arah suaminya.
"Kita ini sedang bulan madu loh, kenapa malah berantem?" Tanya Freya mengingatkan Aiden untuk tidak meledak-ledak seperti itu.
"Aku tidak akan meledak jika kamu tidak memancingnya," jawabnya dingin.
Membuat Freya memilih untuk mengalah dan merendamkan hati suaminya yang panas itu, dia khawatir jika nanti Aiden akan kembali lepas kendali dan kembali menyiksanya.
"Oke My Dear, aku minta maaf dan janji gak akan bahas semua ini lagi oke," ucapnya sambil menggengam tangan suaminya.
Aiden tersenyum mendapatkan istrinya yang meminta maaf padanya terlebih dahulu, cupp dia mengecup singkat punggung tangan istrinya sambil menyelipkan sebuah cincin bermahkotakan berlian mewah, entah kapan dia menyiapkanya dan kapan dia membelinya, karna seingat Freya, suaminya ini tidak pernah lepas darinya selama 24 jam terakhir.
__ADS_1
"Oh my God, Dear," sahutnya terkejut melihat cincin yang begitu mewah melingkar indah di jarinya.
"Kamu suka?" tanya Aiden dengan lembut.
Freya menganggukan kepalanya cepat, lalu berdiri menghampiri Aiden dan mencium pipi suaminya, lalu kembali lagi duduk di tempatnya.
"Hari ini kamu banyak banget loh ngasih aku hadiah, emang ada rangka apa ?" tanyanya merasa curiga dengan sikap suaminya yang tiba-tiba manis ini.
Aiden memilih diam dan kembali melanjutkan makan malamnya, membuat Freya menatapnya dengan 1000 pertanyaan yang menari-nari di otaknya.
"Pasti ada yang gak beres ini," batinya terus menatap Aiden penuh curiga.
Sedangkan Aiden yang merasakan tatapan mengerikan dari istrinya itu, hanya tersenyum tanpa ingin menjawab atau pun mejelaskan apa yang sedang di pikirkan istrinya.
Dan selesai makan malam, mereka memilih untuk beristirahat malam.
Kali ini Aiden kembali membiarkan Freya untuk tidur tenang, tapi tidak untuk besok malam di saat suasana Honey moon sebenarnya akan terjadi. Dia tidak akan memberikan ampun pada Freya sebagai pembalasan dendamnya 2 malam ini tidak di beri jatah oleh istrinya.
Namun malam ini dia hanya menyusu saja, sampainya dia ngantuk dan tertidur sendiri, dan untungya air susu Freya sudah tertampung banyak, jadi bisa menemani suaminya itu sampainya dia puas.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1