You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 62


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Aiden berjalan menahan rasa emosi menghampiri Mamahnya yang masih setia menunggu di luar.


"Sudah puas Mamah hancurkan kehidupanku dan Istriku," bentaknya langsung tiba-tiba menghakimi Mamahnya.


Stella dan Arnon yang belum tau apa-apa kini langsung berdiri dan menatap Aiden dengan lekat. "Apa-apaan kamu Aiden, yang sopan kamu sama Mamah ya," bentak Arnon yang paling membenci ketika istrinya di sakiti walaupun itu adalah anaknya sendiri.


"Oh jadi Papah masih mau bela Mamah? Setelah apa yang Mamah lakukan pada Aiden," balasnya tak kalah emosi.


Arnon langsung menolehkan kepalanya menatap istrinya, "apa yang sebenarnya terjadi dengan Freya Aiden, kamu jangan meledak seperti ini," sahut Stella yang merasa risih mendapatkan pandangan dari sekitarnya.


Beruntungnya, anak buah dan para staff rumah sakit sudah mengerti, dan langsung mengosongkan 1 lantai bagian atas khusus pemilik rumah sakit.


Bruuuggghhh Aiden memukul dinding hingga terlihat retak, karna seluruh rasa emosi dan kekuatanya di salurkan pada tinjuan itu.


Jika saja tinjuan itu terkena manusia, maka bisa di pastikan bisa mati seketika.


Dan di saat dia kembali menatap Mamahnya, tiba-tiba saja Dokter Citra datang dan mengabarkan jika Freya sudah kembali sadar.


Sontak saja Aiden, Stella dan Arnon langsung berlari masuk ke dalam ruangan Freya.


"Freya sayang," lirih Aiden, yang mendekat ke arah istrinya.


"My Dear,hisskk,,hisskk, sakit," rintihnya masih menahan sakit di perutnya.


Aiden mengelus kembali perut istrinya yang masih rata, "kenapa harus bohong? Kenapa gak mau jujur?" tanya Aiden pelan, ingin mendapatkan langsung jawaban dari istrinya.


Namun tatapan Freya fokus pada tangan suaminya yang sedang mengalirkan banyak darah. "My Dear ini?" tanyanya balik.

__ADS_1


Aiden menggelengkan kepalanya, menolak untuk membahas hal itu saat ini, "Freya jawab aku, kenapa bohong?" tegasnya, yang seketika membuat Freya merasa takut.


Lalu mengalihkan pandanganya menatap Mamah mertuanya yang sedang menundukan kepalanya.


"My Dear, maaf,, hiskk,,hisskk, aku hanya takut jika kamu-," ucapnya terhenti, karna Aiden langsung menggengam tangan Freya dengan sangat keras.


"Arrggghhhh Aiden, sakit," rintihnya menahan sakit di pergelangan tanganya yang terasa ingin patah.


Stella yang tau jika saat ini Aiden tidak sadar tengah menyakiti istrinya lagi. Langsung mendekat dan mendorong tubuh putranya agar melepas tangan Freya.


"Apa kamu sudah gila, kamu bisa mematahkan tulangnya kembali Aiden," bentak Stella.


"Mamah dan Freya itu sama, bisa-bisanya berani membohongi ku seperti ini," teriaknya frustasi merasa bingung dengan keadaanya saat ini.


"Dan kamu Freya, apa kamu tau, karna ketakutaan mu itu, sekarang keadaan mu dan bayi kita terancam, kamu paham tidak," bentaknya lagi, yang mengeluarkan seluruh amarahnya.


Namun ketika dia masih merasakan kehadiraan beberapa staf dan dokter yang berada di dalam, dia semakin meluapkan amarahnya.


"Apa yang kalian lihat bodohh! Keluar sekarang!" perintahnya tegas mengusir semua yang ada di dalam ruangan ini.


"Kamu kenapa sih Aiden? Jelaskan pada kami tentang keadaan Freya! Biar kita semua tau," sahut Arnon yang sudah merasa pusing dengan tingkah putranya.


Freya langsung mencoba untuk melepaskan tali infusnya dan menjatuhkan dirinya dari tempat tidur.


Brugghhh, "aaarrggghhhh," rintihnya menahan di tanganya.


Aiden hanya diam saja melihat Istrinya yang sedang menyeret tubuhnya di lantai dan berusaha merangkak ke arahnya.


"Aiden kamu-," lirih Stella pelan, tidak terima dengan apa yang sedang di lakukan putranya.


Namun Arnon lebih dulu menahanaya, dan ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh anaknya itu.


"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Freya menyentuh kaki suaminya yang sedang mengalihkan pandanganya ke arah lain.

__ADS_1


"Jawab Aiden katakan!!! Aku menunggu jawabanmu!" teriak Freya, di sela-sela tangisanya.


Dia tau jelas jika Aiden tidak akan semarah ini jika hanya menyangkut sebuah masalah sepele.


Mendengar teriakan istrinya, Aiden langsung menundukan tubuhnya dan duduk tepat di hadapan Freya.


"Kamu sedang mengalami kehamilan Ektopik, yaitu kehamilan di luar kandungan, dan sekarang Baby nya sudah tidak bisa di pertahankan lagi Freya, kita harus melepaskanya, dan ini semua karna kamu-," tandas Aiden yang malah menyalahkan istrinya.


"Kalau saja kamu dari awal sudah jujur, mungkin semuanya tidak akan seperti ini, semuanya akan-,"


"Akan apa? Jawab aku akan apa ?" sahut Freya, merasa tidak terima dengan tuduhan yang di berikan oleh Aiden.


Stella langsung mendekat ke arah Freya dan memeluk tubuh mungil nan lemah yang terlihat sedang menangis.


"Akan apa ?Jawab!" tanya Freya lagi, sambil mengguncangkan tubuh suaminya.


"Freya,,tenang dulu sayang, jangan seperti ini," lirih Stella selembut mungkin, menjadi penengah yang baik untuk anak dan menantunya.


"Mah, dia menyalahkan ku seakan-akan dia lupa dengan apa yang dia perbuat dulu," adunya pada mamah mertuanya.


"Iya sabar sayang, kalo kalian berdua sama-sama emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah, yang ada malah nambah masalah." imbuhnya lagi pelan, lalu menoleh pada Aiden yang tengah terdiam seperti orang bodoh.


"Dan kamu Aiden! Kamu gak bisa menyalahkan istri kamu, lantaran kesalahaan yang kamu perbuat,"


"Kamu marah, kamu kecewa sama kami, lalu bagaimana dengan perasaan kami yang mengetahui jika kamu pernah membunuh bayi kamu sendiri." ucap Stella pelan, namun menusuk di jantungnya.


To Be Continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2