You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 90


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini Aiden menatap Freya yang jalan begitu santai di hadapanya, tanpa ada niat sedikitpun melihat wajah suaminya yang cembrut.


"Dari mana saja hem?" tanya Aiden sinis.


"Dari luar," sahut Freya santai, lalu dia berjalan mendekat ke arah suaminya yang sedang sibuk bekerja.


"Pinjam ponsel boleh gak ? Udah setahun loh aku gak pegang ponsel, dan kamu belum mengambalikanya untukku," ujar Freya, sontak mengingatkan Aiden akan sesuatu.


Dengan segera Aiden membuka brangkas di belakang dinding ruanganya, dan mengambil ponsel Freya yang selama ini sudah dia sita.


"Kamu mau ponsel mu ini kembali? Atau beli baru?" tanya Aiden, memperlihatkan ponsel itu pada istrinya.


Freya menggelengkan kepalanya pelan, menolak apa yang di tawarkan oleh suaminya, "ponsel ku itu saja sudah cukup, kan itu juga brand yang baru keluar, dan sama kaya punyamu," jawab Freya.


Aiden menganggukan kepalanya singkat, lalu memberikan ponsel itu pada Freya, "sekarang aku membebaskanmu menggunakan ponsel atau apapun, tapi ingat ! Ponsel itu sudah aku sadap, jadi semua pesan, telpon dan email yang masuk, maka secara otomatis akan masuk di ponsel ku juga, apa kamu mengerti," ucap Aiden tegas.


Mendapatkan kebebasaan seperti ini sungguh membuat Freya merasa sangat- sangat bahagia, cuppp, "terima kasih karna kamu sudah percaya bahwa aku tidak akan meninggalkanmu," lirihnya pelan. Membuat Aiden tersenyum mengiyakan ungkapan istrinya.


Dan setelah itu keduanya mulai sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Aiden yang fokus pada pekerjaanya, sedangkan Freya sedang fokus untuk mengembalikan sistem-sistem di ponselnya yang sudah begitu lama dia tidak aktifkan.


Freya yang iseng, kini mulai memfoto kegiatanya bersama suami tanpa memperlihatkan wajah Aiden, lalu mempostingnya ke laman Postingan instagram pribadinya.



"Meeting Thursday, setelah setahun menenangkan diri dan sekarang I'am back," tulisnya pada caption postingan itu.


Dan terlihat dalam beberapa menit Like postingan mulai bermunculan, serta komen yang mempertanyakaan tentang keberadaanya selama ini.

__ADS_1


Freya terus tersenyum sambil membalasi satu persatu pesan-pesan teman yang dia kenal.


Sampai Aiden yang melihat itu merasa sedikit cemburu, namun takut jika dia menegur, Freya akan kembali murung lagi dan depresi.


"My Dear," panggil Freya dengan lembut.


"Yes Honey," sahut Aiden, tanpa mengalihkan sedikitpun pandanganya dari laptop, dan membuat Freya kesal melihatnya.


"Dulu aja, kalau aku gak melihat wajahnya 1 detik, udah marah-marah dan ancam ini itu, giliran sekarang aku ngomong dia gak perdulikan," sindir Freya telak, membuat Aiden langsung menutup laptopnya, dan tersenyum kikuk ke arah istrinya.


"Ada apa sayang ? Apa yang kamu ingingkan sekarang?" tanya Aiden.


Freya terlihat ragu mengungkapkan keingananya, dia takut jika Aiden akan ngamuk jika mendengar ini.


"Hemm, jadi begini Dear, tapi kamu jangan marah dulu ya," ujarnya meminta janji pada Aiden.


"Iya gak marah, cepat bilang," balas Aiden.


"Jadi kampusku itu ngadain reuni untuk angkatan alumni 3 tahun belakangan ini, kira-kira aku boleh ikut gak ya ? Boleh datang ke sana gak ya ? Bertemu teman-temanku?" tanyanya ragu, takut suaminya akan menolaknya.


"Besok sore," balas Freya.


Aiden terlihat membuka ponselnya untuk melihat jadwalnya, "baiklah, besok kamu boleh pergi, tapi aku akan menemani," jawab Aiden.


"Sudah tau pasti akan begini akhirnya," batin Freya lesuh, "tidak bisakah aku pergi sendiri tanpamu ? Aku merasa jika kita pergi bersama, nantinya kita hanya akan menjadi sorotan saja," serunya meminta pengertian suaminya.


"No,no, Nyonya Lesham, aku akan menemani kemanapun kamu pergi, dengan atau tanpa persetujuanmu," tegasnya, lalu berdiri dari duduknya melangkah mendekat ke arah Freya.


Cuuup, dia mencium singkat kening istrinya, "aku meeting dulu ya, kamu di dalam sini saja. Dan tunggu sampai aku kembali oke," serunya, yang di jawab anggukan kepala oleh Freya.


"Cepat kembali ya," jawab Freya. Lalu melihat langkah Aiden yang mulai menjaug dari ruangan itu.


"Ahhh, untung saja dia sudah memberikanku ponsel, jika tidak aku pasti akan merasa bosan," gumam Freya, lalu memilih untuk duduk menatap ke arah pemandang luar yang terlihat dari dinding kaca ruangan itu.

__ADS_1


Freya kembali mengelus perutnya yang masih rata, hingga tanpa sadar air matanya menetes begitu saja, "maafkan Mamah ya anak-anak, Mamah dan Papah masih belum bisa menjaga kalian, tapi Mamah janji, Mamah akan menjaga adik kalian dengan sebaik mungkin, Mamah janji," ucapnya pelan, sambil terus mengelus perutnya itu.


Dan tiba-tiba saja dari luar terdengar suara ketukan pintu, "masuk," sahut Freya lembut.


Terlihat ada seorang Pria dan wanita yang masuk membuat Freya perlahan mundur dari langkahnya takut.


"Selamat siang Bu Bos, saya adalah Taro, dan ini adalah rekan saya Yiyin, kami adalah Asiseten sekaligus bodyguard yang akan menemani ibu kemanapun yang di inginkan," ucap Taro yang di ikuti oleh Yiyin sambil menundukan kepalanya hormat.


Freya menatap keduanya dengan lekat, lalu memilih untuk menghubungi suaminya yang sedang meeting, untuk menanyakan kebenaraanya.


Tanpa mencari dia sudah bisa mendapatkan nomor Aiden, karna di ponselnya hanya ada 1 nama yang aneh, dan pastinya Aidenlah yang meletakanya.


"My Husband My Life ❤️" Begitu tulisanya.


Tutt,,tutt, nada sambung yang berbunyi menunggu Aiden mengangkat tlponya.


"Hallo sayang, ada apa?" sahut Aiden di telpon itu.


"Dear,,Dear, di dalam sini ada seorang pria dan wanita datang, apa kamu yang mengutusnya? tanya Freya melihat kedua orang itu dengan tatapan bingung.


"Ahh, iya sayang, mereka adalah Taro dan Yiyin yang akan menjadi asisten dan juga bodyguardmu, ehm sayang, aku tutup ya, 20 menit lagi aku kembali, bye sayang, muaacch love you," ucapnya dengan segera mematikan panggilan itu.


Freya menatap lesuh ke arah ponselnya yang sudah mati, "baiklah, kalian berdua lakukan apa yang kalian inginkan, saya mau masuk ke dalam kamar dulu," pamit Freya yang mulai tidak nyaman ketika ada orang yang lebih tepatnya di sebut robot, karna mereka terlihat diam dan tak bergerak bagaikan patung.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2