You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 88


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


"Hari ini boleh pergi ke kantor gak ?" tanya Freya. Sambil memperbaiki pakaianya yang sedikit berantakan karna ulah suaminya.


Aiden dengan santainya memasukan lagi kukubirdnya dalam boxer dan terlihat santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Mungkin bisa sayang, tapi kamu ikut dulu aku ke kantor ya, dan setelah jam makan siang baru aku akan mengantarmu ke kantor milikmu," balas Aiden.


"Jika begitu ayo mandi dan bersiap, ini sudah jam 7, dan kamu ke kantor jam 9 bukan." seru Freya mengajak suaminya itu untuk bersiap.


Aiden menganggukan kepalanya singkat, dan setelah itu dia berdiri dari duduknya, "ya sudah ayo," sahutnya, dan langsung menggendong tubuh Freya.


"Ahhh lepasin, aku bisa jalan sendiri, gak perlu di gendong," elak Freya yang tidak ingin jika mertuanya lihat kelakuan mereka yang mesum ini.


Aiden hanya diam saja tanpa bicara apapun, dia terus saja menggendong Freya bahkan sesekali menciuminya.


Beruntung selama di jalan menuju kamar mereka, tidak ada satupun manusia yang terlihat, karna mungkin mereka semua sedang berada di ruang makan saat ini. Sehingga Aiden dan Freya aman melangkah ke kamar tanpa ada introgasi atau tatapan menjijikan dari keluarganya.


Sesampainya di kamar, Aiden dan Freya langsung mandi bersama dengan alasan hemat waktu, walaupun yang terjadi malah membuang waktu.


"Kamu pakai baju yang ini," ucap Freya mengambilkan pakaian milik suaminya.


Aiden menganggukan kepalanya pelan, lalu mendekat ke arah Freya untuk mengambil pakaian itu. "Apapun yang kamu pilihkan aku pasti akan menggunakanya sayang," jawab Aiden dengan lembut, dan tak lupa dirinya mencium kening istrinya sekilas.

__ADS_1


"I love you," bisik Aiden pelan, membuat Freya tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Love you more," balas Freya, dan beralih mengenakan pakaianya sendiri lalu segera bersiap agar tidak telat sampai ke kantor.


Setelahnya mereka berdua bersiap, mereka langsung turun ke bawah untuk sarapan terlebih dahulu.


"Kemana yang lain Bi?" tanya Freya pada bi salmah, ketika melihat Mansion sudah sepi bagai tak berpenghuni.


"Ah semuanya sudah pergi ke kantor masing-masing Nona, berbeda dengan Nyonya utama yang mungkin sedang berada di kamarnya," jawab Bi Salmah.


Freya yang paham, hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya singkat, lalu dia menyiapkan makanan pagi untuk suaminya, "kamu mau pakai apa ?" tanya Freya pada Aiden, sambil mengoleskan butter pada roti Aiden.


"Ehmm, aku gak suka pakai apa-apa sayang, butter saja sudah cukup," jawab Aiden.


Setelah selesai mengoleskan butter itu, Freya langsung memyerahkanya pada suaminya, "Dear, kapan kira-kira kantor ku akan bisa di tempatin dan di pakai beroperasi ?" tanyanya pelan sambil menikmati sarapanya.


"Nanti aku tanya sama Hitto dulu ya, kapan dia bisa menyelesaikan semuanya, dan kalau sudah selesai baru kamu boleh menggunakanya, karna aku mau semua yang istriku inginkan berjalan dengan sempurna," balasnya dengan yakin, sambil mengelus lembut pipi istrinya.


Cuuup Freya mengecup singkat tangan Aiden membuat keduanya merasakan suasana yang hangat saat ini.


"Eheem, udah yuk sayang, aku ada meeting hari ini jadi mungkin harus berangkat awal," ajaknya, lalu kemudian segera bangkit dari duduknya dan di ikuti oleh Freya.


Mereka berdua terlihat seperti pengantin baru yang sangat harmonis, terlihat dari jalan mereka yang tak lepas dari gandenganya, hingga sampai ke mobilpun Aiden masuk lebih dulu. Dan melihat Freya dengan ekspersi menggemaskanya.


"Sayang, look at the camera," pintanya pada Freya yang langsung beractionyan gaya imutnya.


Ckreekkkkkk.

__ADS_1


Satu foto berhasil Aiden ambil dengan begitu sempurna.



"You are verry beautifful babe," puji Aiden yang sedari dulu tidak bisa berhenti memuji kecantikan naturan dari istrinya.


"Heheheh thank you darling," balas Freya tersipu malu dengan pujian itu. Dan langsung memposisikan dirinya nyaman duduk di sebelah suaminya.


Aiden tersenyum dan tak henti-hentinya bersyukur di dalam hati melihat istrinya yang saat ini bisa tersenyum dengan baik dan sembuh dari depresinya.


Sosok wanita yang mampu merubah sisi hitam menjadi putih serta caranya mencintai yang mengajarkanya arti berjuang dan bersabar, membuat banyak pelajaraan penting di dalam kehidupanya ini.


"Entah apa jadinya jika aku sampai kehilangan kamu," batin Aiden yang sesekali melirik Istrinya. Namun dia teringat akan satu hal.


"Ahh aku akan membelikanya nanti," batin Aiden, yang mulai ingin memberikan kebebasan untuk istrinya.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2