You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 97


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Namun ketika Aiden melangkahkan kakinya pergi, Freya segera berlari masuk ke dalam lift untuk bersembunyi dari suaminya.


Dia mencoba untuk mendatangi lantai 12 yang merupakan lantai paling atas di Mansion ini.


Tinggg, pintu lift terbuka dan memperlihatkan pemandangan malam yang sangat-sangat menajubkan.


"Huawaaaaaa this is so beautifful," serunya pelan, benar-benar merasa terpukau dengan lantai atas ini.


Kolam permandian air panas, hamparan rumput hijau, taman bunga yang sangat indah, serta bintang malam yang bersinar terang di atas langit, benar-benar membuat tempat ini terasa begitu sempurna.


Freya mencoba mendekati taman bunga buatan yang terlihat sangat terawat, "ini indah sekali," lirihnya kagum.


Namun sejenak dia mengalihkan pandanganya menatap bintang yang sedang berkelap kelip di langit.


"Itu Papah, itu Mamah, itu Kakak," ucapnya sambil menujuk 3 bintang yang paling bersinar di atas langit.


"I really miss you all," gumamnya pelan, tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja, merasa perih menahan rindu di hatinya.


Berbeda di lantai bawah, Aiden yang baru saja kembali dengan membawa potato chips di tanganya, kini terkejut melihat Freya yang sudah tidak ada di tempatnya.

__ADS_1


"Kemana lagi dia ?" gumam Aiden, langsung segera mencari istrinya ke sekitaraan taman belakang, namun tidak menemukanya.


Lalu dia memilih untuk melihat rekaman CCtv di ponselnya, "oohhh di lantai atas," lirihnya setelah mengetahui istrinya ada di rooftop Mansionya.


Aiden terlihat berpikir sejenak, "Bi,,Bibi," teriaknya memanggil Bi Salmah.


"Iya Tuan," sahutnya dengan segera berlari menghampiri Tuanya itu.


"Siapkan tenda, dan beberapa bahan makanan, lalu bawa ke lantai atas," perintahnya pada Bi Salmah.


"Baik Tuan, segera di laksanakan," jawab Salmah sambil menundukan kepalanya hormat, dan pamit untuk segera mempersiapkan apa yang di minta oleh Tuanya.


Sedangkan Aiden, langsung melangkahkan kakinya menyusul istrinyanya yang sedang duduk di atas sendirian, tak lupa dia mampir ke kamarnya terlebih dulu untuk mengambilkan istrinya baju hangat, serta selimut agar istrinya itu tidak masuk angin.


*****


"Tapi apa kalian tau ? Jika sekarang dia sudah berubah, dia sudah menjadi sosok yang Freya idamkan selama ini," adunya lagi sambil tersenyum.


Dan tiba-tiba saja dia merasakan sebuah pelukan hangat dari belakang, "aku tau itu kamu," ujarnya pelan, karna begitu hafal aroma tubuh suaminya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Aiden dengan lembut.


Freya tersenyum dan kembali menatap bintang di langit. "Apakah kamu pernah merindukan seseorang ?" tanya Freya pada suaminya.


Aiden menghembuskan nafasnya pelan, dan beralih duduk di sebelah istrinya dan membiarkan Freya menyenderkan kepalanya di bahu kekar itu. "Aku pernah merindukan seseorang, bahkan sangat-sangat merindukanya," jawab Aiden dengan suara yang parau.

__ADS_1


Sontak saja Freya mengangkat kepalanya dan menatap lekat wajah suaminya, "aku pernah merindukan sosok yang selama 3 bulan ini hilang entah kemana, raganya ada bersama ku tapi jiwanya hilang entah kemana, namun sekarang dia sudah kembali," ucap Aiden, membuat Freya tersenyum manis, dan kembali memeluk tubuh kekar suaminya.


"Tapi aku benar-benar merindukan seseorang," timpalnya lagi, dengan suara yang parau.


"Siapa ?" tanya Freya judes, seperti tidak menyukai jika suaminya ini merindukan sosok lain selain dirinya.


"Gabriella Jonathan," lirihnya pelan, membuat Freya melepaskan pelukanya dari suaminya.


Freya memang belum pernah tau bahkan belum pernah mendengar nama itu, selama di Mansion Arvan dulu memang dia tidak membicarakan masalah Briell dan Albert, dia memang melihat foto sosok wanita cantik, namun dia tidak mengatahui siapa nama dari wanita itu.


"Siapa dia?" tanya Freya ketus.


Aiden tersenyum melihat istrinya yang sedang cemburu itu, dia segera memeluk tuan putri kesayanganya itu dengan erat. "Kamu cemburu ?" tanya Aiden menggoda istrinya.


"Enggak lah, kenapa harus cemburu," jawabnya ketus, membuat Aiden semakin gencar menggoda istrinya itu.


"Ahhh dia adalah-,"


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2