
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Di saat makan malam bersama, Aiden menatap ke arah Papahnya yang terlihat sudah rapi dan tampan.
"Papah mau kemana ?" tanya Aiden penasaaran.
Arnon tersenyum sambil terus melanjutkan makan-nya, "Papah ingin berangkat ke Turki sayang, kasian Paman Arga kamu di sana sedikit kerepotan," jawab Arnon.
Mendapatkan jawaban itu, Aiden kembali diam dan mengalihkan pandanganya melihat istrinya, "Sayang, kamu kenapa tidak makan?" tanya Aiden yang melihat Freya hanya mengaduk-aduk makananya saja.
Stella, menyendokan berbagai sayuran ke dalam piring menantunya, "makan ya sayang, sedari pagi kamu hanya muntah-muntah saja," ucap Stella dengan senyum manisnya.
Arnon kini juga ikut menatap Freya yang terlihat sangat pucat saat ini, dia sendiri juga sudah mengetahui tentang kehamilan menantunya, tapi Stella juga sudah mengancamnya untuk tidak memberitahu kepada Aiden terlebih dahulu.
"Mulai sekarang, Mamah dan Papah ini juga adalah orang tuamu ya Freya, jadi jangan pernah canggung atau merasa tidak enak kepada kami, khususnya pada Mamah," tandas Arnon, sambil mengggam lembut tangan istrinya.
Dan tiba-tiba Stella teringat akan satu hal yang nyaris di lupakanya. "Oh iya, Freya, Mamah punya hadiah untuk kamu sayang," seru Stella tiba-tiba, membuat Aiden dan Freya bingung menatapnya.
"Hadiah apa Mah?" tanya Aiden, yang merasa lebih penasaraan dari pada istrinya.
Stella menanggapinya hanya dengan sebuah senyuman misteriusnya, dan mengeluarkan sebuah kalung berlian paling mahal sedunia yang seharga 100 Triliun Rupiah, membuat mata Freya membesar menatapnya, "Mah, ini?" tanyanya bingung.
__ADS_1
Aiden, langsung menutup kotak perhiasaan yang menampilkan kalung itu, dan mengembalikanya pada Mamahnya, "istri Aiden tidak akan menerima hadiah dari siapapun selain dari suaminya sendiri Mah," tegasnya, yang membuat Stella kembali acuh dan berdiri mendekat ke arah menantunya.
"Freya menantu Mamah, jadi suka hati Mamah mau memberikanya apa, kalo kamu merasa keberataan. Sana lapor polisi." seru Stella yang sontak membuat Aiden diam seketika dan memilih mengabaikan apa yang sedang di lakukan oleh Mamahnya.
Dan kini dia beralih pada Papahnya yang sudah menyelesaikan makannya, "Pah, kalau Papah pergi ke Turki, lalu Prusahaan siapa yang pimpin ? Lalu Cyberaya siapa yang akan menghendlenya?" cercanya memberikan segala macam pertanyaan pada Papahnya yang baru ingin berangkat.
"Papah sudah menghubungi Uncle mu, dan mengirimkan Alson ke sini untuk menggantikan Papah sementara." balas Arnon, sambil terus memakai atributnya yang lain.
Albert menganggukan kepalanya pelan, namun kini tatapan matanya melotot ketika melihat Mamahnya membawakan sebuah alat yang dia ketahui alat bantu berjalan.
"Mah, itu buat siapa ?" tanya Aiden.
Stella memperlihatkan sebuah alat yang berada di tanganya, "ini untuk Freya, agar dia bisa berjalan kembali untuk sementara," balas Stella dengan santai.
"Mah, Aiden-,"
Arnon yang ingin mencari aman saat ini, langsung mencium pipi istrinya untuk berpamitan, "sayang aku pergi dulu ya, biar tidak telat sampai di sana nantinya," pamitnya pada Stella.
"Baiklah sayang, hati-hati ya," balas Stella, dengan mencium bibir suaminya.
Aiden yang melihat kemesraan Papah dan Mamahnya itu kini hanya memutar bola matanya malas, sampai dia merasa jika Freya mencengkram pundaknya erat. "Aahhrrhgghhh, Dear sakit," bisiknya pelan, karna tidak enak di dengar oleh Mamah mertuanya.
"Mau ke kamar dulu?" tanya Aiden pelan, sambil menggosok punggung istrinya.
Entah mengapa semenjak kemarin Freya suka sekali mencium bau minyak kayu putih. Sehingga sekarang Aiden harus membawanya kemanapun Freya pergi.
__ADS_1
"Aku gendong ya," ucap Aiden lagi, dan melihat Mamah dan Papahnya yang masih sibuk di depan Mansion.
Freya menganggukan kepalanya pelan, karna dia memang merasa sudah tidak kuat jika harus bergerak lagi.
Aiden pun menurutinya, dan segera menggendong istrinya dan membawanya ke kamar untuk beristirahat.
Sesampainya di dalam kamar, Freya kembali muntah-muntah seperti tadi sore. "Huekk,,hueekk,"
Dengan sigap Aiden memijat leher istrinya, agar sedikit mengurangi rasa mual itu. "Sebenarnya apa yang kamu makan kemarin ? Kenapa kamu sampai seperti," seru Aiden yang merasa sangat kesal melihat istrinya yang seperti ini.
Freya langsung replek memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat, "jangan marah ya Dear, aku takut," lirihnya pelan, sambil menangis di pelukan suaminya.
Aiden menghela nafasnya kasar, lalu membaringkan tubuh Freya di dalam pelukanya, "tidur ya sayang, biar besok pagi kamu bisa merasakan sedikit baikan," pintanya sambil membelai rambut istrinya.
"Besok kita jadi ke kantor kan," tanya Freya yang sudah tidak sabar menghirup udara luar.
"Iya sayang, kita pergi besok," jawabnya sambil terus menggosok punggung belakang istrinya, sampai Freya benar-benar tertidur.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป