
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Freya masih terduduk melamun, karna dia bingung apa yang sedang dia rasakan saat ini.
Tiba-tiba saja dia merasa rindu dan ingin kembali kepada Aiden.
"Tuhan, apa yang sedang aku rasakan saat ini? Aku yang mengakhiri semuanya, aku yang membuat hubungan kami seperti ini dan semua ini akulah yang menginginkanya, lalu kenapa sekarang aku yang merasa sakit hati? Kenapa aku yang terluka dan kenapa aku yang merindu?" Batinya menangis histeris menahan setiap gejolak di dalam dirinya.
Sedangkan di sisi lain, terihat pria yang sedang menggeliat gelisah di dalam tidurnya, keringat basah membasahi tidurnya, dia sangat terihat sedang mengalami mimpi buruk.
"Freeeyaaaa," teriaknya terbangun dari tidurnya.
Dia langsung terduduk ketika melihat sebuah bayangan yang mengambil istrinya pergi.
"Sshhhttt," desusnya menahan sakit di dadanya yang baru saja di operasi.
Tasya yang kebetulan sudah berada di dalam ruangan Aiden kini langsung menatapnya bingung.
Dia memang sengaja berangkat sepagi ini karna ingin melihat wajah tampan yang semalaman ini menggangu tidurnya.
"Tuan, Anda sudah sadar," sapanya dengan lembut.
Aiden merasa mendengar suara wanita yang tidak di kenalinya kini langsung menatap ke arah Tasya tajam, "keluaaar dari ruanganku!" Perintahnya tegas dengan tatapan yang sama sekali tidak bersahabat.
Tasya yang merasa bingung dengan sikap pasienya itu kini mencoba tersenyum, "Tuan, Anda-,"
__ADS_1
"Keluuaaarrrr!" Bentak Aiden yang sama sekali tidak ingin berbasa-basi.
Dan dengan rasa takut Tasya segera melangkahkan kakinya keluar, memberikan ruang sementara untuk Aiden.
Di saat Dirinya tengah sendiri Aiden mengingat jelas apa yang telah membuatnya sampai seperti ini.
Dia langsung melepaskan seluruh alat yang masih berada di tubuhnya, dia bahkan tidak memperdulikan rasa sakit lukanya yang masih sangat basah.
"Sssstthhh, ahhh kenapa kamu jadi lemah," lirihnya menahan sakit di dadanya.
Aiden berusaha bangkit dan mengambil pakaianya yang memang sudah di sediakan di lemari penyimpanan.
Dan tak lupa dia menelpon Hitto asistenya untuk melacak keberadaan istrinya yang sudah di pasangkan alat di anting istrinya.
Dia memang sudah mewanti hal ini, hingga dia memasangkan alat pelacak di seluruh perhiasaan istrinya yang dulu dia berikan.
Namun di saat Aiden tengah mengenakan pakaianya, tiba-tiba saja Arnon dan Stella datang melihatnya.
"Aiden, Nak, apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Stella langsung menghampiri putranya yang sudah terlihat rapi.
"Sshhhttt," rintihnya lagi di saat Mamahnya menyentuh dadanya.
Dengan cepat Arnon langsung merangkul tubuh putranya yang terlihat masih sangat lemah, dan menuntunya duduk di atas tempat tidur.
"Kamu mau kemana Nak?" tanya Stella sambil membuka kembali pakaian putranya untuk melihat seberapa parah luka yang di terima kesayanganya itu.
"Aiden ingin menjemput istri Aiden Mah, dia pasti sedang ketakutan sekarang makanya gak berani pulang," balas Aiden sedikit meringis ketika Mamahnya itu membuka kasa lukanya.
Stella menangis melihat luka operasi putranya yang mengeluarkan darah dan nyaris terbuka.
__ADS_1
"Kenapa Freya melakukan ini?" tanyanya sambil mengobati kembali luka putranya, dan tak lupa dia memanggil suster untuk membawakan pralatan untuknya memperbaiki jahitan yang nyaris terlepas.
"Mah, semuanya sudah lewat Mah, mungkin ini memang salah Aiden, tapi percayalah Freya tidak sengaja melakukanya," balas Aiden menggenggam tangan Mamahnya.
"Kamu masih membelanya Aiden?" tanya Arnon tiba-tiba dengan suara tegasnya.
Sontak saja Aiden dan Stella langsung memandang Arnon dengan tatapan bingung, "maksud Papah apa? Tentu saja aku membelanya, dia adalah istriku Pah," balas Aiden tak kalah tegas.
Arnon tersenyum dengan sinis menatap ke arah putranya, "istri mana yang tega ingin membunuh suaminya sendiri? Apakah dia berpikir sebelum melakukanya?" tanya Arnon lagi dengan meremehkan posisi Putranya di hati istrinya.
Stella memberikan kode pada suaminya agar tidak membahas hal itu terlebih dahulu, "sayang kamu masih mau membiarkan putra kita hidup bersama dengan wanita yang ingin membunuhnya seperti ini?" Bentak Arnon yang tidak menyukai hal seperti ini.
"Pah," sahut Aiden yang meminta agar Papahnya mengerti situasi saat ini.
Aiden yang paling malas berdebat dengan keluarganya kini memilih langsung menggunakan pakaianya kembali, tanpa memeperdulikan luka yang belum di jahit kembali.
"Papah enggak tau apa-apa soal rumah tangga Aiden, ini semua biar Aiden sendiri yang urus Pah," balasnya dan segera melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Arnon yang menatanpanya dengan tajam.
"Sayang Aiden mau kemana Nak, biar Mamah obatin dulu lukanya ya sayang, nanti infeksi," tangis Stella melihat putranya yang tidak memeperdulikan rasa sakitnya sama sekali.
Aiden menggelengkan kepalanya menolak permintaan Mamahnya itu dan menatap tajam ke arah Papahnya.
"Sebesar apapun kesalahan Freya terhadap Aiden, dia adalah istri Aiden selamanya dan satu-satunya," ucapnya tegas, sebelum melangkahkan kakinya keluar.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป