
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Hari demi hari kini telah berganti menjadi bulan, sudah 2 bulan lamanya Aiden terus berusaha mencari cara untuk menyembuhkan istrinya, berbagai obat-obatan medis pun sudah di kerah kan oleh Stella, namun jalan satu-satunya adalah menunggu Aiden kembali membuahi rahim Freya, agar bisa mengandung kembali dan membuat kejiwaanya tenang.
Di dalam Mansion, terlihat Arnon yang baru saja pulang dari Turkey, kini memasuki Mansion dan berjalan dengan santai.
"Ahh akhirnya sampai di rumah juga," gumamnya pelan, namun tak lama kemudian terlihat dari arah luar sepasang tamu yang tidak di undang masuk ke dalam Mansion yang sudah sangat lama dia tinggalkan.
"Arnon," panggil suara itu.
Arnon menegang seketika mendengar suara Mamahnya Elena yang berada tepat di belakangnya, "Mamah," lirihnya pelan, lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara itu.
"Hey, anak Mamah baru pulang juga ya?" tanya Elena, lalu mendekati Arnon yang masih diam mematung.
Mendapatkan Arnon yang gugup seperti itu, membuat Elena menjadi curiga, lalu segera melangkahkan kakinya mencari Stella menantunya, "di mana istrimu nak?" tanya Elena lagi.
Arnon membalikan tubuhnya untuk mendekati Mamahnya yang sudah hampir mendekati kamar pribadinya, "Jam segini Stella masih di rumah sakit Mah, mungkin sebentar lagi pulang," jawab Arnon gugup.
"Oh, baiklah," balas Elena, lalu melangkahkan lagi kakinya menjauh.
"Ayo Pah, kita ke kamar untuk beristirahat dulu," ajaknya pada suaminya.
Namun tatapan Alex mencari keberadaan cucu-cucunya, "Airein dan Aiden mana?" tanya Alex. Dan Elena seketika langsung menyadari jika kedua cucunya sedari tadi tidak menampakan batang hidungnya.
"Airen kemarin minta pindah tinggal di London bersama suaminya, kalau Aiden mungkin ada di kantor," jawab Arnon, sambil membaringkan tubuhnya di sofa.
Alex menyeritkan keningnya bingung, mendengar jawaban putranya, "ada apa Airen sampai tinggal di London? Kita tidak punya keluarga di sana? Kenapa dia tidak pindah ke Jerman bersama kami?" tanya Alex, paling tidak menyukai sifat Arnon yang selalu membiarkan anak-anaknya tinggal jauh di negara asing tanpa ada yang mengawasi.
__ADS_1
"Dia kemarin tuh pergi karna bertengkar sama Aiden, jadi namanya emosi mau di larang juga gak akan bisa Pah, kan cucunya Mamah," sindirnya pada Elena, yang memasang wajah tak perdulinya.
"Sudah, di tanya kok malah memojokan Mamah," sahut Elena.
"Memang," balas Arnon santai.
"Udah ah Pah, kita masuk ke dalam kamar aja yuk, Mamah capek banget nih," ajaknya pada Alex, "ayo Mah." balas Alex mengikuti langkah istrinya, membiarkan Arnon yang tertidur di sofa.
Sedangkan di dalam kamar, Aiden terlihat sedang sangat sabar dan telaten memandikan istrinya, dan memakaikan baju untuk Freya.
"Nah istriku sudah cantik," puji Aiden, lalu mencium pipi Freya sekilas, "ehm wangi lagi," ucapnya lagi.
Namun Freya hanya diam saja, lalu kembali mencari bonekanya, "anak kita mana?" tanyanya pada Aiden, mencari-cari babynya.
Aiden menghembuskan nafasnya kasar, lalu tersenyum tipis, "ada di tempat tidur sayang, baby lagi istirahat, dia capek kamu gendong terus," jawab Aiden, lalu Freya melangkah melihat ke tempat tidur. Dan benar saja bahwa babynya sedang tertidur. ( padahal mah emang tidur terus tuh bayi 🤦🏼♀️ )
"Oh iya, anak Mamah lagi tidur ya sayang," lirihnya pelan, lalu kembali menatap Aiden.
"Sayang, apa kamu tau sebentar lagi, jika keadaanmu sudah sehat, kita akan benar-benar bisa punya anak kembali. sayang, aku pengen kamu sembuh dan tidak seperti ini terus," imbuhnya pelan.
Freya tetaplah Freya, dia tidak akan menyahuti ucapan sesorang jika dia tidak ingin, dia hanya diam terus memandang babynya yang berada di depan matanya.
"Baby kenapa tidak bangun?" tanyanya sambil mengangkat babynya.
Dia mencoba mencabut dodot yang berada di mulut babynya, namun juga tidak menangis. "Baby tidak bangun?" tanyanya panik.
Sontak saja Aiden menelan salivanya kasar, "gawat, jangan bilang boneka itu rusak karna terlalu sering di rendam air oleh Freya," pikirnya merasa bingung dengan situasi.
"Aahh sayang, mungkin baby terlalu letih, jadi dia tertidur dengan nyenyak sayang," ujar Aiden mencari jalan aman.
Freya yang bingung kini langsung menampilkan wajah marahnya, "dia bukan babyku, dia tidak menangis," bentaknya, lalu melempar boneka yang ada di tanganya.
__ADS_1
"Mana babyyykuuuu, kemballlikannn!!!" Teriaknya histeris. Membuat Aiden pusing dan hanya bisa menggaruk kepalanya bingung.
"Babyyku," teriak Freya, langsung berlari keluar kamar.
Visual Alexsander Lesham Dan Elena putri Lesham
To Be Continue.
Note : hallo semua, di sini saya cuman mau memeberi tahu sebuah informasi ya, Tentang Give Away yang saya lakukan, itu hanya khusus untuk Pembaca Setia saya saja.
Jika yang ada di rank 1-7 akan saya periksa ulang akun-akun meraka, apakah ada membaca punya saya atau tidak! Jika tidak ada maka akan saya diskualifikasi! Bahkan saya tidak perduli sama sekali dengan poin yang sudah mereka tanamkan.
Sungguh saya sangat sedih melihat orang-orang yang hanya menang poin saja bisa menang tanpa mendukung karya saya, sedangkan para pembaca setia saya semuanya kalah karna poin yang sedikit.
Jangan bilang saya sudah baca kok! Tapi saya cek hanya komen di episode pertama tanpa memberikan like pun, saya tetap akan priksa ya! Saya akan melihat adakah like yang kalian berikan walaupun itu bukan komentar.
Jadi di sini saya tegaskan, AKAN MENDISKUALIFIKASI YANG BUKAN PEMBACA SAYA! DAN INI MUTLAK KEPUTUSAAN SAYA!!
Terima kasih🙏🏻
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1