You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 52


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Selama Aiden tidak sadarkan diri, dengan langkah cepat Stella menjahit luka anaknya yang tadi sempat terbuka itu.


Dan tak lama kemudian dia sudah berhasil menyelesaikanya, "jika kamu tidak berisik, maka semuanya akan cepat di selesaikan," ucapnya pelan, membelai wajah putranya yang sudah sangat jauh denganya.


"Dokter, pasien Freya sepertinya sudah sadar," panggil seseorang suster secara tiba-tiba.


Sontak saja Stella terkejut dan segera bangkit dari duduknya, "bagaimana keadaanya?" tanyq Stella dengan mengambil sebuah laporan di tangan suster itu.


"Apa hasil ini bisa di pertanggung jawabkan?" tanya Stella yang merasa bahagia melihat hasil tes itu.


"Ya Dokter, hanya saja hasil CT Scanya masih belum keluar, dan masih menunggu beberapa saat lagi," jawab suster itu dengan hormat.


Dan tanpa menjawab lagi, Stella langsung cepat melangkahkan kakinya menuju ruangan Freya yang masih berada di ruangan khusus menunggu hasilnya.


"Freya," panggilnya pada menantunya yang terlihat mulai membuka matanya.


Merasa namanya di panggil membuat Freya langsung mengalihkan pandanganya melihat Mamah Stella yang berada di sekitarnya.


"Mamah," sahutnya dengan suara yang pelan.


Stella tersenyum mendengar suara Freya yang memanggilnya Mamah.


Namun bukanya bahagia Freya menangis menatap Stella, "mah tolong Freya mah, tolong," tangisnya sambil terus merasakan sakit di hatinya.


Dengan cepat Stella memeluk tubuh menantunya dengan erat, "Freya tenang ya, Mamah di sini," seru Stella menenangkan menantunya itu.


"Kamu tenang ya sayang, ingat di dalam perut kamu ada cucu Mamah," ucapnya, sontak membuat Freya membulatkan matanya.


"Mamah sudah tau?" tanyanya gugup.

__ADS_1


Dengan cepat Stella tersenyum menganggukan kepalanya, dan langsung memeluk tubuh Freya.


Namun bukanya membalasnya, Freya langsung menepisnya, "Mah, jangan bunuh anak Freya Mah, jangan ambil anak Freya lagi," tangisnya pecah, membayangkan jika Janin keduanya ini akan di korbankan lagi.


Stella mencoba menenangkan Freya yang masih sangat ketakutan, "Mamah tidak akan mengambilnya Fre, dia cucu Mamah," bantah Stella, yang menolak di anggap akan membunuh cucunya sendiri.


Freya menggelengkan kepalanya, menolak jika dia tidak menuduh Stella, namun dia takut pada Aiden, "Mah, Tolong jangan beritahu tentang bayi ini pada suamiku Mah, Tolong," ucapnya mengatupkan kedua tanganya memohon pada Stella untuk merahasiakan hal ini terlebih dahulu.


Stella memandang Freya dengan tatapan bingung, "ada masalah apa sebenarnya?" tanya Stella yang sedari awal bingung dengan pertikaian anak-anaknya yang sangat berbahaya.


Namun mungkin karna kondisinya yang masih sangat lemah, kali ini Freya mulai kembali menutup matanya perlahan.


"Freya,,,Freya," panggil Stella dengan menepuk singkat pipi Menantunya.


Stella segera menghubungi para staff rumah sakit, agar segera menyiapkan ruang operasi untuk Freya.


"Sayang kamu tahan sedikit lagi ya, Mamah akan menyembuhkan kaki kamu sayang, percayalah," gumamnya pada Freya yang sudah tidak sadarkan diri.


Sedangkan di ruangan lain, terlihat Aiden yang baru saja sadarkan diri.


"Kemana Mamah?" gumamnya mencari keberadaan Mamahnya.


Namun seketika dia sadar akan satu hal, dan segera bangkit dari tempatnya, menuju tempat Freya berada.


"Sayang," panggilnya ketika sampai di ruangan itu.


"Sayang," panggilnya lagi namun tak ada jawaban.


"Mamah," dia berulang-ulang memanggil nama yang sama namun masih tidak ada yang menjawab.


Sampai dia melihat bahwa ruangan itu telah kosong, baru dia tau jika Stella dan istrinya sudah tidak berada di dalam ruangan itu.


Dengan segera dia bertanya ke beberapa suster yang ada di dalam ruangan itu, kemana gerangan istrinya di bawa.


Dia tidak ingin sampai kecolongan hingga Mamahnya bisa membawa Freya pergi darinya.

__ADS_1


"Kemana pasien yang ada di dalam sini tadi?" tanyanya dengan suara yang tidak biasa. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti ketakutaan.


"Ahh, itu Tuan, dokter Stella membawanya ke ruang operasi, karna dari hasil CT Scan, pasien membutuhkan Pen untuk memulihkan kakinya yang patah." Balas Suster itu sedikit ketakutan.


Dan tanpa menjawab apa-apa lagi, Aiden langsung berlari keluar ruangan, menuju ruang operasi.


Bersyukur karna operasinya belum di mulai, terlihat dari lampu yang masih belum menyala.


Dengan langkah seribu, Aiden langsung masuk ke dalam ruangan operasi tersebut, tanpa memeperdulikan pandangan yang menatapnya dengan aneh.


Dia sudah mengenakan pakaian khusus untuknya menemani istrinya operasi di dalam, awalnya Stella terkejut dengan kedatangan putranya yang langsung masuk ke dalam ruang terlarang untuk pasien ini. Namun rasanya berdebat-pun akan percuma. Aiden tetap pada pendirianya yang mau menemani Freya menjalankan operasinya.


Selama proses Operasi berjalan, Aiden tak henti-hentinya memandang dan mengelus wajah dingin istrinya yang terlihat semakin pucat.


"Sabar ya sayang, dikit lagi operasinya selesai kok," balasnya dengan lembut.


Namun ketika Mamahnya menyatakan operasinya selesai, Aiden langsung menatapnya dengan lekat.


"Apakah sudah selesai Mah?" tanya pelan.


Stella tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan, "iya sayang, operasinya sudah selesai dan semuanya berjalan dengan lancar dan dia bisa segera berjalan lagi." Ucap Stella.dengan bahagia.


Namun bukanya bahagia, Aiden malah terlihat seperti murung mendengar istrinya akan sembuh.


"Bisakah Mamah membuatnya Lumpuh selamanyanya?" Tanya pelan, namun cukup membuat siapapun kaget mendengarnya.


"Apa,"


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2