You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 38


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Pada petang harinya, terlihat Aiden dan Freya yang telah tiba di lapangan terbang khusus keluarga Lesham.


Freya tak henti-hentinya menatap ke sekelilingnya, karna dia sendiri bisa melihat palang besar yang menyatakan bahwa lahan ini adalah kepemilikan dari keluarga Lesham.


Dan bukan hanya itu saja, dia bisa melihat belasan Jet pribadi serta Hellikopter yang terparkir rapi dengan logo LSH.


"Dear apakah keluarga yang menempati posisi ke dua itu Adalah keluargamu?" tanya Freya dengan mengingat logo yang pernah dia lihat di suatu berkas Negara.


Aiden hanya diam sambil mengedikan bahunya singkat, menunjukan rasa ketidak perduliaanya.


"Apa yang selama ini kamu ketahui tentang ku?" Tanya Aiden balik.


"Pembunuh, Psychopat, dan Mafia," jawabnya jujur. Namun itu tidak sama sekali membuat Aiden tersinggung dengan kata-kata istrinya.


Cuuppp, Aiden langsung mengecup singkat kening istrinya gemas mendengar jawaban itu, "kita sudah sampai sayang, ayo turun," ajaknya, menggegam tangan Freya turun dari mobil untuk masuk ke dalam Jet pribadi milik Aiden.


Lagi dan lagi Freya tertatap kagum melihat Jet pribadi milik Aiden, bahkan matanya nyaris terrkeluar dari tempatnya melihat Logo FSL di ekor pesawat itu.


"My Dear, itu FSL artinya apa?" tanyanya merasa jika insial itu tidak asing lagi baginya.


Aiden menganggukan kepalanya pelan menyetujui apa yang ada di pikiran istrinya, "Iya sayang, inisial itu adalah nama kamu Freya Stephanie Lesham," ucapnya yang semakin membuat Freya menatapnya tak percaya.

__ADS_1


"Tapi kenapa?" tanya Freya.


"Kenapa apanya?" tanya Aiden balik.


"Kenapa kamu menggunakan nama ku di Jet ini?" tanyanya lagi, memperjelas kalimatnya.


Aiden hanya tersenyum tipis sambil menggunakan kacamata hitamnya, "kamu istriku sayang, apapun akan ku berikan kepadamu," jawabnya dengan santai.


Namun Freya membalasnya dengan senyuman sinis di bibirnya. "Bagaimana jika aku meminta kebebasan? Dan bahkan perceraian?" Tanyanya dengan berani.


"Aku akan memberikan apapun, terkecuali kebebasanmu, karna sampai aku matipun kamu akan tetap menjadi istri ku, Remember that!!" Ucapnya penuh dengan penekanan.


Freya hanya membalasnya dengan senyuman manis, dan beralih memeluk lengan kekar suaminya, "tentu saja aku akan mengingatnya My Dear, kamu kan suami ku," balasnya dengan semanis mungkin.


"Good, ingat batasanmu Freya, kamu belum mengenal ku terlalu jauh, jadi jangan pernah coba-coba untuk kabur lagi dari ku, karna itu hanyalah sebuah mimpi belaka," seru Aiden yang semakin membuat Freya menelan salivanya secara kasar.


Bayangkan saja, jika keluarga Lesham memiliki belasan pesawat Jet type ini, dan bahkan Aiden tanpa berpikir panjang langsung membelikan istrinya secara pribadi.


"Kamu membelikan ku pesawat semewah ini buat apa? Bukankah kamu juga tidak pernah membiarkan ku pergi sendiri?" Tanya Freya lagi melihat Aiden yang sibuk dengan Laptopnya.


Aiden menoleh sekilas melihat istrinya yang masih memperhatikan setiap sudut Jet tersebut, "hanya untuk di jadikan pajanganan Maybe," jawabnya asal. Membuat Freya rasanya ingin sekali menjambak rambut suaminya agar tak sembarangan bicara lagi.


"My Dear, kamu tau tidak di luar sana masih banyak masyarakat yang kesusahan dan tidak bisa makan, tapi kamu malah membuang uang dengan hal yang tidak penting seperti ini," ucap Freya pada Aiden agar mengetahui sedikit arti kehidupan orang lain.


"Aku diam dan tidak memberitahukan kepada mu ataupun seluruh dunia bukan berarti aku tidak perduli mereka," balas Aiden serius.


"Dengar Freya, aku bukanlah orang gila yang akan membunuh ataupun menyiksa tanpa sebab, aku akan membunuh ketika ketenanganku di gangu, dan aku akan menyiksa agar mereka tau seberapa kuatnya aku."

__ADS_1


"Termasuk menyikasku juga seperti itu?" Tanya Freya memotong kalimat suaminya.


Aiden terdiam menunggu apa yang akan di katakan oleh Freya selanjutnya.


"Membunuh bayi kita apakah juga termasuk ke dalam memamerkan kekuatanmu ? Kamu pikir aku gak tau jika Nando kamu bunuh, kamu bohonkan sama aku tentang kamu yang akan mengirimkannya ke Luar negara," bentak Freya tidak tahan dengan sikap tenang suaminya itu.


Langsung saja Aiden terdiam tidak tau mejawab apa, yang ada di dalam pikiranya hanya, "aku takut kamu memilih mereka dari pada aku," jawabnya dengan lemah.


Sontak saja Freya terbakar amarah, dan memilih masuk ke dalam kamar pribadi di pesawat itu, meninggalkan Aiden sendiri di luar yang masih menatapnya dengan lekat.


"Apa salahku? Aku hanya tidak ingin dia membagi kasih sayangnya itu dengan yang lain, simple," gumamnya melihat Freya yang meledak akibat jawabanya.


Lalu dia berjalan menyusul istrinya itu masuk ke dalam kamar, meninggalkan pekerjaanya di luar sana.


Kamar pribadi di Jet milik Freya.



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2