
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Waktu menunjukan pukul 4.00Am, di mana waktu setiap manusia masih terlelap tidur. Namun berbeda dengan Freya yang terbangun dari tidurnya karna merasa gelisah.
"Engghhh," leguhanya merasa kesal karna tidak bisa tidur lagi.
Dia mencoba mencari posisi yang enak, namun tak kujung mendapatkanya, hingga Aiden yang berada di sebelahnya itu akhirnya merasa terganggu karna Freya yang tidak henti-hentinya bergerak.
"Ehmm, sayang ada apa? Kenapa kamu bangun?" tanya Aiden dengan menahan rasa ngantuknya.
Freya hanya diam tidak menjawab, dan kembali berpura-pura tidur. "Sayang," panggil Aiden lagi, namun Freya berusaha untuk tidak menjawabnya, sampai akhirnya Aiden tertidur kembali.
Merasa sudah tidak ada pergerakan dari suaminya, Freya kembali bangkit dan berjalan ke arah luar kamar. Dia berniat untuk mendatangi Studio lukis yang tadi suaminya berikan kepadanya.
Dia berjalan dengan mengendap-endap agar Aiden tidak terbangun lagi, dan membiarkanya pergi. "Selamat," gumam Freya ketika dirinya sudah sampai di luar kamar.
Setelah itu dia mempercepat langkahnya, namun baru saja lift terbuka betapa terkejutnya dia melihat pekerja yang sedang membersihkan lift Mansion mereka.
"Nona Freya, apa yang sedang Nona lakukan di jam segini?" tanya pembantu itu.
Freya hanya diam dan enggan menjawab pekerja ini, dia hanya terus melangkahkan kakinya masuk dan menekan lantai bawah.
Ting.
Lift Mansionpun terbuka, membuat Freya segera berjalan menuju studio Lukisnya, dia ingin kembali melukis setelah setahun ini hobbynya itu di larang oleh suaminya.
Sedangkan di dalam kamar, Aiden yang masih tertidur kini menggerakan tanganya ingin memeluk tubuh istrinya, namun di saat dia merasa bahwa sisi itu kosong, Aiden langsung membuka matanya dan tertududuk kaget karna Freya hilang dari sisinya.
__ADS_1
"Kemana dia ?" gumam Aiden, lalu segera mengambil ponselnya dan melihat CCTV rumahnya.
Dan di saat dia melihat Freya yang berjalan masuk ke dalam ruang lukis tersebut membuatnya tersenyum lebar, "aku tau kamu pasti akan sembuh sayang," batinya, lalu bangkit dari tidurnya ingin menyusul istri tercintanya.
"Sebaiknya aku membuatkan minuman kesukaanya dulu deh, Matcha Latte, aku masih ingat banget sama kesukaan kamu ini sayang," gumam Aiden, yang terlihat merenggangkan otot-otot tubunnya sebelum dirinya melangkah kan kakinya untuk turun ke bawah.
Sesempainya di dapur, dia langsung saja mengerjakan misinya untuk membuatkan istrinya sebuah minuman yang akan menghangatkanya di subuh hari ini.
"Ada yang bisa kami bantu Tuan," suara Bi Salmah yang tiba-tiba mengejutkanya.
"Ahhh, Bi, kamu mengkagetkanku saja," balas Aiden.
"Maaf Tuan, di jam segini kami memang sudah pada bangun untuk membersihkan seluruh Mansion," ucap Bi Salmah. Yang baru pertama kali ini melihat Tuan Mudanya yang terbangun di Jam kerja mereka seperti ini.
Namun Aiden hanya diam dan enggan untuk menjawab ucapan Bi Salmah, dan langsung melangkahkan kakinya pergi setelah membuatkan coffe dan matcha Latte untuk dia dan istrinya.
Sesampainya di sana dia tidak mendapatkan Freya di dalam galerinya. "Sayang," panggil Aiden, mencari kesekelilingnya. Akan tetapi dia hanya melihat sebuah meja yang berantakan dengan banyaknya cat warna di atasnya.
Aiden langsung menoleh ke bawah dan melihat Freya yang sedang berusaha mengambil barang yang terjatuh.
"Kamu ngapain sayang?" tanya Aiden.
Freya, menolehkan sedikit kepalanya ke atas, "kuas aku jatuh sayang," jawab Freya yang ikut memanggil Aiden sayang.
Aiden tersenyum, lalu ikut menundukan kepalanya ikut membantu istrinya. "Sini aku yang bantu sayang," ujar Aiden, yang memiliki tangan lebih panjang dari istrinya.
Freya bangkit, dan membiarkan suaminya mengambilkan barang miliknya, dan tak lama kemudian Aiden bangkit dan memberikan kuas itu pada Freya, "ini," ucap Aiden dengan tersenyum.
Freya mengambil kuas dari tangan suaminya, dengan tersenyum tipis, di saat Aiden mengelus rambutnya lembut.
__ADS_1
"Kenapa bangun?" tanya Freya yang baru menyadari jika langit masih sangat gelap.
Aiden terlihat berpikir sejenak dan kemudian dia tersenyum, "hemm, mungkin karna di sebelah ku gak ada bidadari indah." ( Krik,,krikk,,krrikkk,) gombalan Aiden yang terkena mental, karna tak berhasil membuat Freya tersenyum malu.
"Oh," balas Freya yang semakin membuat Aiden ingin menenggalamkan dirinya.
"Ehm, oh ya sayang aku tadi membuatkan mu segelas Matcha Latte, ini adalah minuman kesukaanmu dulu," ucapnya sambil menyerahkan cup yang tadi di tarunnya di atas meja.
Freya kembali tersenyum, lalu menunjukan kedua tanganya yang berlumuran Cat warna.
Aiden yang mengerti kini langsung membantu Istrinya untuk minum, "ahh panas,,paanas," ucap Freya ketika cup itu menyentuh bibirnya.
Seketika Aiden langsung panik, dan membuang gelas itu hingga pecah, "kenapa di pecahkan?" bentak Freya, yang masih ingin minum, namun melihat Aiden yang memecahkan dan membuang minumannya kini mendadak kesal.
"Cup itu sudah berani membuat bibir mu ini merasa panas sayang, dan aku gak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu walaupun hanya dengan Cup, dia harus musnah saat itu juga," balas Aiden, yang mengucapkanya dengan santai tanpa beban.
Mendengar jawaban suaminya, Freya hanya bisa menelan salivanya kasar, melihat minum kesukaanya yang di buang oleh Aiden gila ini.
"Idenn,,tapi aku haus," lirihnya pelan, menahan kesalnya.
Aiden yang tersadar itu langsung menekan tombol pembantu untuk segera menyiapkan 1 lagi matcha latte buat istrinya. Karna dia tidak mengizinkan Freya untuk meminum Coffe.
Freya akhirnya pasrah untuk menunggu menimuan barunya jadi. Sambil melanjutkan lukisanya dan membiarkan Aiden menatapnya dengan santai sambil meminum Coffe yang dia buat tadi.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻