You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 103


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


"Apa kamu ingin mengabari ini semua pada Mamah?" tanya Aiden pada istrinya.


Freya terdiam dan mengalihkan pandangan ke arah tubuhnya, "can, but i want you," bisiknya langsung mencium hangat bibir suaminya.


Aiden tersenyum melihat ***** istrinya yang menggebu-gebu, dia langsung melepaskan handuk yang melingkar di tubuh Freya dan membawanya keluar dari kamar mandi, lalu membaringkanya di atas tempat tidur.


"Pelan-pelan, jangan melukai baby lagi," pinta Freya pada suaminya.


Dia takut karena terlalu ***** Aiden bisa membunuh bayi mereka lagi. Aiden diam dan menganggukan kepalanya singkat. "Aku akan melakukanya dengan lembut sayang," bisiknya dan langsung memasukan kukubirdnya.


"Engghhhh," leguhan Freya tak karuan ketika suaminya mulai bergoyang di bawah sana.


"Aaahhhssuh,,aahhh,,engghh," des**ah mereka berdua dan terus melanjutkan keguatan mereka di pagi hari menjelang siang ini.


Setelah mereka selesai melakukanya, Freya langsung tertidur tanpa mengenakan bajunya terlebih dahulu, sedangkan Aiden yang merasa kringatnya terlalu banyak keluar, kini memilih untuk langsung segera membersihkan dirinya.


"Dear,,Dear," panggil Freya dengan mata yang setengah terbuka.


Ckelllkkk pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Aiden yang baru saja selesai mandi.


"Dear," panggil Freya lagi.


Aiden menolehkan kepalanya menatap ke arah istrinya, "iya ada apa sayang?" sahutnya sambil mengambil pakaianya di dalam lemari lalu mengenakanya.


"Aku lapar," adunya pada suaminya yang menampilkan wajah terkejutnya.


"Aku lapar tapi aku mau di masakin sama chef terbaik di kota ini," timpalnya lagi, namun kali ini Aiden tersenyum mendengar permintaan istrinya.


Aiden berjalan mendekat ke arah Freya dan mengusap perut istrinya dengan lembut, "sepertinya kamu tau siapa Papah kamu ya sayang, sampai meminta Mamah buat melakukan ini dan itu," ucapnya mengajak ngobrol baby yang baru umur jagung itu di perut istrinya.


Freya terkekeh mendengar kalimat suaminya, "bayi sultan ini sayang," sahutnya sedikit tertawa.

__ADS_1


Aiden tersenyum dan mengelus lembut rambut istrinya, "bangun ya, baru siap-siap, sebentar lagi aku akan memanggil Chef itu untuk mu, oke," ucap Aiden pada istrinya.


Freya menanggukan kepalanya lagi, dan bangkit dari tidurnya untuk segera turun ke bawah, "oh iya sayang, kamu gak berniat buat kasih tau Mamah dan yang lain?" tanya Freya pada suaminya yang terlihat sedang memainkan ponselnya di sofa.


"Wajib kasih tau sayang, karena kan nanti mereka yang kasih hadiah banyak," sahut Aiden dengan otak liciknya.


Namun tiba-tiba saja dia teringat akan satu hal, "hemm,sayang," panggilnya pada Freya yang sudah siap memakai pakaianya.


Freya menolehkan sedikit kepalanya lalu mendekati suaminya, "ada apa hem?" tanyanya sambil menghirup aroma tubuh Aiden yang sangat membuatnya candu.


"Besok lusa Mamah akan berangkat ke London, dan juga Wepo dan Wekong akan berangkat kembali ke Turkey, dan kita akan tinggal di apartemen, apa kamu keberataan sayang?" tanya Aiden lembut pada istrinya.


Freya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari suaminya. "Mau dimana pun kita tinggal, yang penting aku sama kamu, dan kali ini aku gak mau menggunkan baby sister jika anak kita ini lahir, aku ingin merawatnya sendiri dan aku rasa jika kita tinggal di tempat kecil seperti Apartemen itu lebih memungkinkan," balas Freya yang tau jika suaminya sedang merasa khawatir jika dirinya tidak nyaman.


Aide tersenyum dan mengecup singkat pipi istrinya, "udah yuk kita turun, buat lihat chef kamu masak," ajak Aiden yang tadi sudah memanggil Chef terbaik untun Freya.


Sesampainya di bawah, Aiden langsung mengajak Freya masuk ke ruang makan, "sayang kita mau ngapain ke sini? Chefnya aja belum datang loh sayang," ucapnya pada suaminya.


"Sudah sayang, aku meminta mereka untuk datang dalam waktu 15 menit, dan ini sudah 15 menit yang berarti Chefnya sudah ada di sana sayang," balas Aiden kesal. Karna istrinta ini seperti masih kurang percaya dengan kekuatan suaminya.


"Oke baiklah,baiklah," sahut Freya yang memilih mengalah dengan Aiden.


Dengan santai Freya dan Aiden mengambil posisi duduk di meja makan sambil menunggu kedua Chef itu menyelesaikan masakanya.


Tak selang beberapa saat, Chef itu telah siap menyiapkan makanan untuk Freya dan Aiden.


"Silahkan Tuan, Nyonya di icip masalakan kami," ucap salah satu Chef itu dengan sopan, sambil menyiapkan makanan di atas meja.


"Terima kasih," sahut Freya yang merasa sangat senang sekali melihat makanan yang berada di hadapanya.


Karena sudah tidak sabar, Freya langsung memakan makanan itu tanpa menunggu lagi.


"Wahhhh ini sangat enak sekali sayang, aku mau ini,ini,dan ini,dan ini,dan itu,dan yang sana, pokoknya semua, masak lagi," pintanya sedikit memerintah.


Aiden langsung memberikan kode lagi pada kedua Chef itu untuk memasak lagi apa yang di minta oleh istrinya.


Dan sembari menunggu makanan yang baru itu jadi, Aiden dan Freya menikmati makanan yang ada terlebih dahulu.

__ADS_1


Kehamilan kali ini sepertinya Freya tidak memilih-milih makanan seperti dulu, semuanya dia makan baik sayur maupun lauk pauk, walaupun itu aneh-aneh.


Di saat mereka sedang makan, tiba-tiba saja terlihat Hitto yang membawa bingkisan kripik belut untuk Freya. "Tuan ini adalah kripik belut pesanan Anda tadi, dan belut yang hidup sudah saya suruh Bi Salmah untuk mengelolahnya Tuan," lapor Hitto pada Aiden yang terlihat mengambil bingkisan itu.


Sedangkan Freya hanya diam saja sambil terus mengunyah makananya, dan tak lupa dia langsung mengambil satu bungkus kripik itu dan membukanya untuk di makan dengan nasi yang saat ini ada di hadapanya.


"Terima kasih ya My Dear, kamu sudah menuruti apapun yang aku mau," lirih Freya di sela-sela makanya.


Aiden tersenyum mendengar ungkapan istrinya itu, "apapun yang kamu dan baby mau aku akan menurutinya sayang," balas Aiden.


"Benarkah ?" tanyanya ingin meyakinkan jawaban Aiden.


"Iya, apapun itu," balas Aiden lagi.


"Kalau begitu sekarang aku lagi pengen makan waffle yang ada di Singapore sekarang juga bolehkan sayang?" tanya dengan santai pada suaminya.


"Hitto," panggil Aiden terhenti ketika kepala Freya menoleh padanya.


"Baby mau kamu yang pergi ke sana sayang," pinta Freya lagi, dan kali ini berhasil memancing emosi Aiden.


"Apapun itu," goda Freya sontak membuat Hitto dan yang lainya ingin tertawa melihat ekspresi Aiden yang ingin menolak permintaan istrinya.


Merasa terjebak dengan kalimatnya sendiri mau tidak mau Aiden langsung bangkit dari tempatnya, "oke sayang oke," jawabnya pasrah, dan segera melangkahkan kakinya menunu Bandara secepatnya.


Beruntung Aiden memiliki Helikopter yang bisa dia gunakan untuk terbang ke Singapore dengan waktu cepat. Jadi mungkin itu tidak terlalu bermasalah baginya.



To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2