
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
Sudah saya peringatkan ya! Warning!! Jadi jangan lagi ada yang bilang mau muntahlah apalah, buka matanya ya!! Jangan jadi orang buta. Nanti kamu asam lambung kalo di paksa!!
๐น Happy Reading ๐น
Waktu telah menunjukan waktu, 8.00 malam, dan terlihat saat ini Aiden dan Zein yang telah berada di depan kediaman Limabrata.
Dengan di temani beberapa anak buahnya, Aiden dan Zein masuk terlebih dahulu ke dalam rumah targetnya, dan melihat 3 manusia yang sedang tertawa bahagia di ruang tamu rumahnya.
"Hallo semuanya selamat malam," sapa Aiden ketika melihat keluarga yang sedang berkumpul.
Melihat sosok Aiden sontak saja mereka langsung terkejut dan bersiaga melawan anak buah Aiden.
Namun belum sempat mereka bergerak, anak buah Aiden sudah lebih dulu mengunci mereka, terkhususnya Shaka yang merupakan Inspektur polisi satu di kepolisiaan, membuat mereka tidak ingin lengah jika Shaka menelpon anggotanya yang lain, ataupun sekedar memberikan sinyal laporan.
"Lepaskan kami! Apa yang anda inginkan," bentak Shaka dengan tegas, karna merasa marah ketika melihat Papah dan Mamahnya yang juga ikut di sekap oleh mereka.
Zein yang sedari tadi ada di belakang Aiden, kini beralih melangkah duduk di sofa rumah itu dengan memainkan game online di tanganya.
Dia sama sekali tidak perduli dengan suasana tegang di rumah ini.
Aiden yang melihat mereka melakukan perlawanan, kini hanya tersenyum kecut menatap ke arah Shaka.
"Jadi sudah sejauh mana kasus yang kalian laporkan?" tanya Aiden dengan mengelilingi tubuh mereka.
Namun tidak ada yang menjawab sama sekali dari mereka, dan terlihat Shaka yang mulai melawan, buugghh, dia meninju perut anak buah Aiden yang sedang menguncinya.
__ADS_1
Saat ini Shaka dan Yanuarzi sedang beradu kekuatan dengan anak buah Aiden yang begitu banyak itu.
Chaaa,,buugghhh,,sshhh,prraanngg, begitulah kira-kira bunyinya dari yang mimin tonton di Sinetron-sinetron itu loh.
Dan di saat itulah Novita, ibu Shaka berlari naik ke atas dan menghampiri putrinya yang sedang berada di dalam kamar.
"Freyaa,,Freeyya,, brruukk,,brruk," panggil Novi menggedor pintu putrinya agar cepat membuka pintu.
Freya yang baru saja selesai mandi, kini langsung membuka pintu kamarnya dengan segera.
"Mamah ada apa sih gedor-gedor seperti itu?" Tanyanya bingung.
Namun mereka bisa mendengar jelas suara jeritan Shaka dan Papahnya dari lantai bawah. Dan membuat Freya langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengenakan kembali pakaianya.
"Ada apa ini Mah, siapa mereka?" Tanya Freya bingung dan mulai menangis mendengar suara jeritan kakak dan Papahnya berulang kali dan semakin jelas terdengar.
"Freya sayang, sekarang sudah gak ada waktu lagi untuk bertanya, cepat siapkan barang berhargamu termasuk berkas-berkas sekolahmu dan segera pergi dari sini nak," tangis Novi agar Freya lebih cepat lagi bergerak, sebelum mereka menjadi mangsa dari pria lucknud yang sedang menggila.
"Freya cepat nak," panggil Novi lagi ketika melihat anaknya yang malah sibuk menatap kamarnya.
Dengan langkah cepat Freya menghampiri Novi kembali dan mengikuti langkahnya yang membawanya turun ke bawah.
Mereka bisa melihat jelas wajah dari pelaku-pelaku kejahatan yang saat ini sedang menyekap Kakak dan Papahnya.
"Papah," teriak Freya dan sontak membuat Aiden dan anak buahnya menoleh.
Namun dengan gerakan cepat, Novi mendorong tubuh Freya masuk ke dalam kolong meja yang sangat gelap, sehingga Aiden hanya menemuian sosok Novi saja yang sedang berada di belakangnya.
Aiden yang melihat itu, langsung memberikan kode pada anak buahnya untuk segera menyekap Novi bersamaan dengan Shaka dan Yanuar yang sudah babak belur.
__ADS_1
"Rupanya ini lah wajah-wajah yang sudah berani menantang ku ya," ucap Aiden dengan tersenyum tipis bagaikan seorang iblis.
Cuuiiihhh Shaka meludahi tubuh Aiden yang terlihat sangat angkuh itu, "pendosa seperti mu memang selalu menggunakan kekerasan seperti ini untuk melumpuhkan lawan-lawanmu, benar-benar menjijikan," ucapnya yang tanpa dia sadari jika seseorang sedang menampilkan senyum kematianya di belakang sana.
Sreeeeeeekkkkkk, tanpa hitungan detik Zein mampu menebasakan kepala Shaka dari tubuhnya.
"Shaaakkkaaaaa," teriak Yanuarzi histeris melihat kepala putranya yang sudah lepas dari tubuhnya.
"Anakkkuu, hisskk,,hisskk Shaka," tangis Novi yang tak mampu berteriak lagi, dia hanya bisa terisak menahan sakit melihat kematian putranya yang seperti ini.
Sedangkan Freya kini hanya mampu menggigit tasanya dengan keras agar suara isakan dan teriakanya tidia terdengar oleh penjahat itu.
Bagaimana tidak, kepala kakaknya jatuh tepat di hadapanya saat ini.
Melihat Zein yang sudah mulai bergerak melakukan tugasnya, Aiden langsung duduk dan bersantai menikmati pemandangan yang ada.
Zein mengambil kepala itu, dan mulai mencongkel kedua matanya yang melotot itu keluar, dan melemparkan pada anak buahnya.
"Berikan pada yang membutuhkan," ucapnya langsung meletakan mata itu di tempat khusus yang biasa mereka gunakan untuk meletakan organ-organ tubuh yang masih bisa dia jual ILEGAL.
Zein yang tidak tahan mendengar suara teriakan dari Yanuar kini mulai meminta sebuah besi panas dari anak buahnya, dan dengan cepat anak buahnya pergi ke dapur untuk membakar besi panjang dan runcing itu terlebih dahulu, dan segera memberikanya pada Aiden, karna hal ini hanya Aiden yang mampu melakukanya.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป