You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 67


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini terlihat Aiden sedang melirik jam tanganya menunggu Zein, berbeda dengan Stella yang terlihat sedang mengotak atik ponselnya.


"Mah, di saat begini Mamah malah asik main ponsel, bantu Aiden mikir dong Mah," bentak Aiden merasa kesal, karna Mamahnya terlihat santai tanpa rasa khawatir sama sekali.


Stella langsung memberikan sebuah tatapan tajam pada putranya yang selalu asal bicara tanpa melihat apa yang sedang dia lakukan.


"Kamu jangan asal ngomong ya! Lihat dulu Mamah sedang apa baru kamu bentak-bentak," sahut Stella muak mendengar anaknya ini.


"Mah aku gak perduli apa yang sedang Mamah lakukan, tapi yang jelasnya lakukan yang terbaik untuk istriku saat ini," tegasnya tanpa di perdulikan sama sekali oleh Stella.


"Kekhawatiranya sepertinya sudah membuatnya bodoh." Gumam Stella merasa pusing.


Tak lama kemudian di tengah perdebatan mereka, terlihat Zein yang baru saja datang, "ada apa kak?" tanyanya langsung menghampiri Aiden.


"Ahhh Zein bagus kamu sudah datang, sekrang ayo kita pergi untuk menyelamatkan istriku," ajak Aiden langsung to the point.


Dan dengan santainya Zein mengikuti langkah, Aiden yang terlihat sedang buru-buru. Namun baru beberapa langkah mereka pergi, Stella memanggil mereka kembali, "Aiden, Zein tunggu," teriak Stella yang ikut berlari mengejarnya.

__ADS_1


Aiden dan Zein langsung menghentikan langkahnya, "ada apa lagi Mah?" tanya Aiden kesal.


"Ini," seru Stella memberikan ponselnya kepada Aiden dan Zein.


"Kalung yang dulu pernah Mamah berikan kepada Freya, itu adalah sebuah kalung dengan desain termahal dan satu-satunya di Dunia, karna di dalamnya sudah di lengkapi dengan alat pelacak sekaligus penyadap suara yang bisa mendengar apapun yang ada di sekitarnya," jelas Stella pada Aiden dan Zein yang sedang mendengarkanya secara saksama.


"Mamah sudah menemukan pelakunya," seru Stella lagi, dan kini langsung membuat Aiden dan Zein tersenyum tipis.


Stella merasakan hawa yang menakutkan saat ini, baginya melihat senyum putranya Aiden itu sudah sangatlah biasa, namun tidak berlaku dengan Zein, yang mempunyai sebuah julukan Dewa Senyum Kematian, di karenakan dia tidak pernah tersenyum sedetik pun, karna sekali dia menampilkan senyumnya walau itu setipis apapun, maka di saat bersamaan itu pula malaikat maut dengan sigap berdiri di belakangnya.


Bayangkan di filim naruto shiki fujjin, ya seperti itulah Zein yang memiliki malaikat kematian di belakangnya.


"Times to play," lirih Zein pelan, namun tersirat sebuah arti.


"Kamu sudah bangun?" tanya seorang pria yang tengah duduk bersandar di sofa dalam kamar itu.


"Teddy," sahut Freya terkejut mendengar suara yang tak asing baginya.


Ya, wanita itu adalah Freya yang berhasil Teddy bear culik di saat Aiden lengah dengan pengawasanya.


Teddy bangkit dari duduknya, lalu melangkah mendekat ke arah Freya, dengan duduk di atas tempat tidur, manatap gadis pujaanya dengan lekat. "Yes, it's me darling, aku senang kamu masih mengingat ku sayang," ucapnya, dengan tangan yang mulai menyentuh pipi Freya. Namun dengan cepat Freya menepisnya dan membuat Teddy tersenyum ke arahnya.


"Kamu gak waras Teddy, bagaimana bisa aku berada di sini, cepat bawa aku pulang Teddy," bentak Freya, merasakan takut, namun dia berusaha menutupinya agar tidak terlihat lemah di hadapan pria ini.

__ADS_1


Lagi-lagi Teddy tersenyum menanggapi ucapan Freya yang sangat menyakiti hatinya, "sayang, coba kamu lihat, kemana wajah cantik yang dulu selalu menghiasi hari-harimu sayang?" tanya Teddy mengalihkan suasana agar Freya berhenti meminta pulang.


"Teddy, aku ingin pulang, aku ingin suamiku Teddy," seru Freya lagi. Dan kali ini berhasil memancing kemarahaan Teddy bear.


"Ini adalah rumah kamu, dari awal aku yang seharusnya jadi suami kamu, bukan pria bren**sek yang saat ini bersama mu. Coba kamu lihat! Bagaimana dia menjagamu sampai kamu menjadi seperti ini? Cacat bahkan sangat terlihat tua," sahut Teddy, dengan berdiri dan terlihat mengambil sesuatu di dalam sebuah laci kecil.


"Hueeekkk,,hueekkk,,hueekkk," Freya kembali mengalami mual berlebihan di perutnya, bahkan rasa sakit yang dia rasakan saat ini jauh lebih sakit dari yang dia rasakan sebelumnya.


Namun bukanya menolong, Teddy hanya diam saja tanpa melakukan apapun, dan dengan santainya dia beralih duduk di depan Freya yang sedang muntah-muntah.


"Apakah janin sialan ini menyakitimu sayang?" tanya Teddy, sontak membuaf Freya menatapnya dengan tajam.


Plaaakkkkkk, Dengan keadaan lemah Freya menampar Teddy yang tengah lancang mengatakan bayinya sialan.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2