
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah selesai dengan kegiatan mereka masing-masing, Aiden dan Roger yang terlihat sangat lelah saat ini langsung duduk di samping istri mereka masing-masing.
"Sayang," panggil Airein tiba-tiba, sambil mendekat ke arah Roger.
Dengan rasa lelah, mau tidak mau Roger menolehkan pandanganya menatap ke arah Airein, "ada apa sayang?" tanya Roger dengan senyum terpaksanya.
"Sayang aku pengen makan cempedak," pinta Airein dengan mengusap lembut perutnya yang masih rata.
Sontak saja Roger terdiam mendengar permintaa istrinya, dan berpura-pura mengambil ponselnya yang tidak berdering, "ya suster, ha darurat? Oke-oke saya akan segera kesana," ucap Roger pada panggilan telpon.
"Hallo dokter Haikal, iya dok, menantu saya masih belum bisa masuk, mungkin minggu depan, dan saya minta tolong untuk sementara dokter mau menggantikanya," suara Stella yang tiba-tiba datang dengan panggilan telponya dan menggagalkan rencana Roger.
Berbeda dengan Freya yang terlihat menonton vidio di ponselnya dan memaksa Aiden untuk mempergakanya.
"Enggak sayang, aku tidak mau, kamu pikir lah masa Mafia kamu suruh joget Boria upin-ipin, mending kamu minta pesawat deh," tolak Aiden yang tidak bisa membayangkan jika dirinya di suruh joget seperti itu.
Namun lagi-lagi Stella seperti bencana bagi kedua calon ayah itu. "Aiden kamu tau tidak, jika ngidamnya seorang istri itu tidak di wujudkan, ketika anak kamu lahir nanti ya, dia akan ngeces gak berhenti," ucap Stella menakut-nakuti putranya.
"Tapi dulu aku gak ada, dan gak nurutin ngidam kamu anak-anak kita baik-baik saja Mah," sahut Arnon yang berada di pihak putranya.
"Cikh, kamu gak ada tapi Mamah dan Papah yang di bikin susah oleh istri kamu itu," sahut Alex merasa kesal dengan jawaban putranya dan langsung membuat Arnon tersenyum kikuk.
Stella langsung berlari ke dalam kamarnya dan mengambil pakaian chilidersnya dulu dan memberikanya pada Aiden dan Roger, "inimkalian pakai dan harus joget Boria," perintah Stella yang seketika membuat harga diri dua pria ini jatuh.
Hilang sudah gelar Mafia dan Dokter terbaik yang mereka miliki, karena ngidam istri mereka yang di luar nalar.
Elena yang juga iseng kini mulai membantu Stella memakeup wajah Aiden dan Roger. "Nah kan udah cantik," ucap Stella di iringi tepuk tangan darri Freya dan Airein.
Sedangkan Alex dan Arnon hanya tertawa senyaring mungkin, "ayo cepat joget, Papah rekam nih," seru Arnon yang tertawa melihat Aiden dan juga Roger yang seperti anggota Chiliders anak remaja.
Freya yang sudah tidak bisa menahan tawanya kini langsung menyetel lagu di ponselnya.
mari semua rakan dan taulan
boria suka-suka kami dendangkan
ini hanyalah sekadar gurauan
untuk semua sebagai hiburan
Aiden dan Roger hanya pasrah di jadikan boneka oleh seluruh anggota keluarga.
mari semua rakan dan taulan
__ADS_1
boria suka-suka kami dendangkan
ini hanyalah sekadar gurauan
untuk semua sebagai hiburan
satu dua tiga empat dan lima
kita mesti hormat sesama kita
tua atau muda sama sahaja
barulah hidup aman bahagia
"Ayoo cepat itu mainkan tanganya, pinggulnya di goyang," teriak Alex yang mendapatkan tatapan sinis dari Aiden.
"Ayo-ayoo hiha," sahut Stella mempraktekan gerakan tangan ala-ala chiliders.
enam tujuh lapan sembilan sepuluh
bila berkawan jangan bergaduh
hidup tolong menolong jangan mengeluh
bersatu teguh bercerai roboh.
Tawa mereka semua terdengar begitu nyaring dan lepas, namun fokus Aiden tertuju pada Freya yang terlihat bahagia dengan semua ini.
Sontak saja dia semakin bersemangat untuk menggoyangkan pinggulnya, membuat Roger menatapnya dengan ngeri.
"Woy pelan," bisik Roger yang ketinggalan gerakan dari Aiden.
Namun Aiden tidak memperdulikanya, dia terus menari membuat istrinya tertawa sebahagia mungkin.
tamatlah sudah ragam dan suka
harap semua terhibur dan ceria
nasihat tadi jangan dilupa
inilah boria suka-suka.
"Yeeeyyyyyy," sorak mereka ketika lagu telah habis di mainkan.
Terlihat Aiden dan Roger yang sudah mulai kehabisan nafas karena terlalu lelah.
"Sudah cepat sana ganti baju kalian, dan bersihkan make up itu, kalian benar-benar kaya bencong yang di jalan," seru Stella dengan sedikit mengejek.
Tanpa bicara lagi, Aiden dan Roger langsung berlari ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka.
__ADS_1
Sedangkan Stella dan Elena kini terlihat sama-sama sedang mengelus kepala dari Freya dan Airein hingga tertidur.
"Duka di keluarga ini sudah berlalu La, dan sekarang tinggalah kebahagiaan yang akan kita raih," lirih Elena dengan memandang sendu wajah Freya yang sekarang terlihat Chuby, di bandingkan dulu ketika dirinya pertama kali melihat cucu menantunya itu.
"Mamah benar, sekarang yang tersisah hanya kebahagiaan saja," sahut Stella dengan perasaan lega.
Dan di saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba saja salah satu dokter datang menghampiri mereka.
"Permisi Nyonya, ruang pemeriksaan untuk Nona Airein dan Nona Freya telah siap," lapornya pada Stella dan yang lain.
"Baik saya dan yang lain akan segera ke sana ," jawab Stella dengan tersenyum ramah.
Setelah itu barulah Stella membangunkan Freya dan Airein yang sedang terlelap tidur. "Sayang, hey ayo bangun, kita lakukan pemerikasaan dulu ya," ucap Stella membangun kan keduanya.
Dan dengan nyawa setengah Freya dan Airein terbangun lalu mengikuti langkah Stella dan lainya.
"Oh ya Pah, kasih tau Roger dan Aiden bahwa kita akan pergi ke ruangan di lantai 8," ucap Elena pada suaminya.
Alex menanggukan kepalanya pelan dan menatap ke arah Arnon, "Papah akan ke kamar Roger, kamu mending ke kamar Aiden dan beritahu dia," titah Alex pada putranya.
"Baik Pah," jawab Arnon dan beralih menekan tombol 3 dalam lift, sedangkan Alex langsung menekan tombol 6 di mana letak kamar Roger berada.
Sesampainya di ruang pemeriksaan, kini Airien meminta untuk Freya yang di periksa terlebih dahulu.
Dokter mulai menuangkan gel di perut Freya lalu meletakan alat usg itu, mencari-cari janin yang pasti baru berupa biji kacang.
"Kita lihat ya, babynya," ucap sang dokter yang paling ahli di antara yang lain.
Stella, Elena dan juga Airein saat ini sama-sama saling berpelukan dengan perasaan yang harap cemas menunggu hasil pemerikasaan.
To Be Continue.
Nanti malam baru akan mimin crazy up ya, mungkin ini adalah chapter-chapter terakhir karya You are my wife not my enemy.
Nah untuk semua teman-teman dan pembaca semua, mimin mau minta maaf, karena karya Zein dan Dara terpaksa harus Mimin tulis di aplikasi N O V E L M E, dengan judul It'S So Hurts, kalian bisa cari nama Pena Saya Andrieta Isabella JANGAN Andrieta Rendra ya, tapi Andrieta Isabella , yang ingin baca kelanjutan ceritanya bisa langsung mampir ke aplikasi kuning ya dan sudah update 12 chapeter 🙏🏻
Sedangkan karya Married with Mr. Psychopat / Lucas itu Mimin Publish di I N N O V E L/ D R E A M E, dengan judul yang sama jadi jangan di cari aplikasi kuda poni ya karena gak akan dapat.
Untuk Karya Cetak Griffin, yang belum sampai tolong sabar dulu ya, karena proses pengirmannya masih bertahap, dan untuk yang ketinggalan Bisa mengikuti Pre Order tahap ke-dua yang bisa langsung di pesan di Shoppe dengan nama Griffin struggle atau di Instagram pribadi Mimin @andrieta_rendra atau bisa langsung di whatsaap Admin saya di 0813‑5238‑1466.
Dan untuk pembaca yang merasa namanya Anisa / Nina, tolong chat saya di Instagram atau Whatsaap admin saya ya, karena Admin saya kehilangan kontak nomor Anda dan Buku Anda tidak bisa di kirim.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻