
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Zein tersenyum tipis, lalu mulai membuka paksa seluruh pakaian Tasya, "Zein, jika Dara mengetahui hal ini, kamu pasti akan kehilanganya," Aiden memberikan peringatan kepada Zein agar untuk tidak gegabah.
"Kak, ini adalah cara untuk membuat wanita dan pria itu depresi, dan aku harap Dara tidak akan tau masalah ini, karna aku tidak mau kehilangan dia," jawab Zein sedikit egois.
Aiden menggelengkan kepalanya pusing mendengar jawaban dari Zein. Dan benar saja, belum dia memulai permainan, ponsel Zein berdering memperlihatkan nama kekasihnya, "Dara," gumamnya menghentikan aksi bejadnya.
"Bawa dan pakaikan kembali bajunya! Jauhkan wanita ini dariku!" bentak Zein, yang tidak ingin kekasihnya mendengar suara wanita lain berada di sekitaranya.
Aiden yang melihat Zein tengah berjalan keluar untuk menjawab panggilan dari Dara, dia kembali melanjutkan aksinya mengeluarkan seluruh organ dalam milik Teddy.
Sampai akhirnya dia juga mendapatkan sebuah panggilan telpon dari Mamahnya, "hallo," jawabnya pada ponselnya.
"Cepat kembali!!! Freya kembali histeris lagi!" Lapor Stella, yang membuat Aiden langsung menjatuhkan pisaunya, dan segera mencuci tanganya.
"Ada apa kak?" tanya Zein ketika baru selesai menelpon.
"Zein kamu selesaikan dia, pastikan kamu membuka seluruh kulit di tubuhnya lalu bakar mayatnya, aku tidak ingin tertinggal satu saja kesalahan dari semua ini, apa kamu mengerti," tegas Aiden, dan tanpa menunggu jawaban dari Zein, dia bergegas mengenakan pakaiannya kembali. Lalu segera memasuki mobilnya untuk ke rumah sakit.
"Ahhh kamu merepotkan ku saja," gumam Zein, yang tadinya ingin pamit untuk pulang, karna dia harus menjemput Dara, namun sepertinya dia harus mengecewakan kekasihnya karna masih ada pekerjaan yang tak terduga.
__ADS_1
Lalu dia memilih untuk menuliskan pesan pada Dara, agar tidak menunggunya, "maaf sayang, Aku sepertinya tidak bisa menjemputmu, karna masih ada pekerjaan yang aku lakukan sekarang, kamu pulang di jemput asisten ku ya, ingat jangan kemana-mana! Aku mencintaimu," isi pesan yang di kirimkan pada kekasihnya.
Dan setelah itu, dia memasukan kembali ponse-nya ke dalam saku celananya, dan mulai mengambil pisau yang tadi di gunakan oleh Aiden, "marilah kita percepat semuanya, aku tidak mau karna mu, kekasihku jadi marah denganku," lirih Zein pelan, lalu dia mulai menyayat sedikit demi sedikit kulit Teddy hingga di saat ada celah dia baru menariknya, bagaikan kulit sapi.
"Aaaaaaaaarrrrerggghhhhh," di sinilah baru Teddy menjerit kesakitan, membuat Tasya yang berada di ruang sebelahnya mendengar jelas suara rintihan kakaknya itu.
Zein menulikan telinganya, lalu kembali melanjutkan aksinya dengan menyayat kulit-kulit lainya, hingga tubuh Teddy bersih tanpa kulit, tak lupa dia memotong kukubird milik Teddy, dan mencincangnya halus. "Apa kamu lapar dan ingin mencobanya?" tanya Zein lembut, lalu dia mamasukan daging cincang kukubird ke dalam mulut Teddy, "nih makan! Biar kamu kenyang sebelum mati," seru Zein, lalu dia mengambil beberapa ekor lintah untuk memakan dan menghisap darah area kukubird Teddy yang sudah di potong tadi.
Lanjut Zein mulai memasukan besi panas sebesar pipa paralon masuk ke dalam lubang boking Teddy, menjebol Virgin pria. "Aarreggghhhh," jeritan Teddy bersamaan dengan nyawa yang di tarik oleh Zein.
"Kamu sudah berkali-kali melihat senyum ku, maka sudah saatnya aku mencabut nyawamu ini," lirih Zein pelan, dan semakin memperdalam tusukanya walau pun pria itu sudah mati.
"Lemparkan dia ke dalam bara api!" Perintahnya pada anak buah Aiden, yang menandakan bahwa pekerjaanya sudah selesai.
Sebelum Teddy di bawa oleh anak buahnya, dia lebih dulu memfoto mayat Teddy dan mengirimnya pada Aiden.
Namun sepertinya Aiden tengah sibuk jadi dia tidak membaca pesan Zein itu.
Di sisi lain, Aiden yang baru saja sampai di rumah sakit, langsung di sajikan teriakan jeritan istrinya yang marah karna Stella melempar bayinya.
Stella pikir Freya sudah tidur, sehingga dia melempar boneka itu kesembarangan arah, "wanita jahat,,hisskk,,keluar kamu!! Wanita jahat kamu, buang babyku, hissk,,hiskk," tangis jeritan Freya yang membuat Stella merasa pusing harus seperti apa lagi.
Aiden langsung memeluk tubuh istrinya agar kembali tenang, "sayang,sayang hey, kamu kenapa?" tanya Aiden lembut, menangkupkan wajah istrinya agar menatap matanya.
"Kamu dari mana aja? dia jahat, dia lempar baby kita," adunya pada Aiden.
__ADS_1
"Sayang dia mamah aku, gak mungkin dia melukai baby kita," ucap Aiden memberikan pengertianya pada Freya.
Dengan cepat Freya memeluk tubuh Aiden, "aku gak mau dia ada di sini, suruh dia keluar, hissk,,hisk." tangis Freya yang masih merasakan marah pada Stella.
Aiden memberikan kode pada Mamahnya agar keluar sejenak untuk memberikan ketenangan untuk istrinya.
Stella mengenduskan nafasnya kasar, lalu dia memilih untuk mengikuti perminataan Aiden untuk keluar.
"Kamu tidur ya sayang, Mamah sudah gak ada," pinta Aiden sambil membaringkan tubuh Freya.
"Aku mau tidur sama kamu, sama Baby di sini," sahut Freya meminta Babynya untuk tidur bersama dengan Aiden.
Aiden merasa lelah, dan akhirnya memilih untik menurutinya, dia mengambil boneka itu dengan perlahan, lalu menidurkanya di sebelah istrinya, dengan dia yang memeluk dari belakang.
"Dia cantik kan sayang, aku sangat mencintainya, dan mencintaimu juga," lirih Freya sebelum akhirnya dia tertidur.
Aiden memberikan kecupan singkat di kepala Freya, "aku juga mencintamu,"bisik Aiden pada Freya yang sudah terlelap, hingga akhirnya dia Juga ikut menyusul istrinya ke alam mimpi.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻