You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 28


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke πŸ₯°


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Sesuai yang di perintahkan oleh Aiden, anak buahnya kini segera membawa paksa keduanya untuk bertemu dengan Bosnya.


"Permisi Nyonya Lesham," ucap mereka sontak mengejutkan Freya yang sedang bersama dengan Nando.


Freya menatap Nando yang juga sedang menatapnya. "Ada keperluan apa kalian di sini?" Tanya Freya dengan ketus, membuat anak buah dari Aiden itu nyaris ingin tertawa.


"Anda ingin ikut baik-baik sekarang atau secara paksa!" Ungkapnya to the point pada Freya.


Seketika tubuh Freya membeku, dia merasa sudah tidak ada pilihan lagi, karna dirinya sudah di kepung oleh anak-anak buah suaminya.


Nando yang melihat Freya khawatir, kini langsung menggengam tanganya, "tenanglah, ada aku di sini," lirih Nando membuat Freya tersenyum tipis.


Karna sesungguhnya Freya sama sekali tidak takut akan dirinya, namun dia takut jika Aiden membunuh Nando yang tidak mempunyai peran apa-apa.


"Oke, aku ikut dengan kalian," jawab Freya final, karna memang sudah tidak ada pilihan lain lagi.


Anak buah Aiden kini langsung menuntun Freya dan Nando ke dalam mobil yang berbeda.


Awalnya Freya menolak, namun tetap saja sekeras apapun dia berusaha, anak buah Aiden tidak akan mengindahkan perintah maupun permintaanya.


Sampai akhirnya mereka sampai di suatu tempat, yang Freya kenali sebagai markas Aiden.


"Ini, apa ini ? Mengapa mereka membawak kami kesini?" Batinya yang tidak bisa membayangkan hal selain kematian.


Dan di saat Freya tengah sibuk dengan pemikiranya, tiba-tiba saja sosok yang sangat dia benci kini muncul di hadapanya.


"Hallo sayang, apa kabar," sapanya pelan dan langsung masuk ke dalam mobil untuk duduk bersebelahan dengan Istrinya.


Lagi-lagi tubuh Freya membeku, melihat Aiden yang begitu santai menyapanya.


Aiden yang sudah sangat merindukan Freya kini langsung memeluknya, namun bukanya menerima Freya justru memberontak dalam pelukan Aiden.


"Kenapa sayang? Apa kamu tidak ingin di peluk oleh suamimu?" Tanyanya dengan suara yang mulai emosi.


"Katakan Freya, apa aku suamimu tidak boleh memelukmu, but kenapa pria itu boleh memelukmu!" Bentak Aiden dengan keras membuat Freya sedikit menutup telinganya.


Merasa tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Freya, kini Aiden langsung memberikan kode pada anak buahnya untuk menghajar Nando habis-habisan.


Dan segera, anak buahnya itu menjalankan apa yang dia perintahkan.

__ADS_1


Freya bisa melihat sendiri di dalam mobil yang kedap suara, maskipun dia tidak bisa mendengar jeritan Nando, tapi dia melihat jelas jika Nando sedang kesakitan.


Anak buah Aiden tidak memberi ampun kepadanya, dia di pukul, di tendang dan di injak-injak, membuat tubuhnya benar-benar hanya tertutpkan luka dan darah yang ada dimana-mana.


"Stopppp,,sttoooppp, Aideennnn stoppp pleasee, jangan seperti ini aku mohon, jangan hukum dia, jangan pukulin dia lagi stop," tangis Freya pecah memohon di kaki Aiden, agar Nando bisa di lepaskan.


Aiden hanya diam saja tidak menjawab, dia masih begitu marah dengan sikap Freya yang lebih memilih pria lain di bandingkan dirinya.


"My Dear please, jangan seperti ini,hissk,,hisskk," tangisnya lagi dengan menggengam tangan Aiden.


Dia bisa melihat Nando yang sudah lemah, tak bisa bangkit lagi, membuatnya merasa sangat bersalah dengan keadaan, sampai tiba akhirnya anak buah Aiden mulai mengeluarkan pisau untuk melakukan aksinya.


Dengan cepat Freya membuka kaca dan berteriak, "stopppp jangan kalian lakukan itu! Jauhkan pisau kalian!" Teriaknya dari dalam mobil.


Lalu dia menoleh kembali menatap Aiden, "jika kamu membunuhnya, maka kamu itu berarti kamu juga sudah siap kehilanganku," ancam Freya dengan sorot matanya yang tajam.


Aiden langsung tersenyum tipis membalas ancaman dari istrinya, "tadinya aku pikir kamu akan memilihku Freya, tapi ternyata kamu lebih memilihnya kau tau Freya, aku bahkan bisa membunuhnya tanpa harus kehilangan kamu," balas Aiden yang sekali lagi menjatuhkan harapan Freya.


Dengan cepat Freya kembali menggengam tangan Aiden, "apa yang kamu inginkan sebenranya? Kamu ingin aku patuh dengan mu, begitukan," ucapnya pada Suaminya.


Aiden langsung menutup pintu kaca itu lagi agar anak buahnya itu tidak dapat melihat istrinya lagi.


Dengan kasar Aiden mencium dan melu**mat bibir Freya, "mmpphhh,,mmmppphhh," Freya masih membrontak dari dekapan Aiden.


Freya diam saja tidak menanggapi kalimat Aiden, dia hanya bisa menangis dan terus menangis melihat Nando yang entah masih hidup atau sudah mati.


"Please, berhentikan semua ini,,hisskk,,hissk, aku akan mencintaimu Aiden, aku akan ikut semua mau kamu, tapi tolong lepaskan dia Aiden please, dia tidak bersalah," pintanya lagi pada Aiden yang menatapnya dengan santai sambil membelai rambut panjang Freya.


"Apa kamu janji akan mendengarku dan tidak akan pergi lagi dari ku," tanya Aiden meyakinkan dirinya akan kalimat Freya.


Dengan cepat Freya langsung menganggukan kepalanya, "aku berjanji tidak akan kabur lagi, aku janji, aku janji. Hiskk,,hiskk." Ucapnya dengan yakin.


Aiden langsung memanggil salah satu anak buahnya untuk mendekat kearahnya, "bawa dia ke rumah sakit, dan jika dia sudah sembuh, bawa dia ke Negara yang sulit untuk di jangkau, aku tidak mau istriku bisa menemui dia lagi," perintahnya mutlak.


Dan kali ini Freya tidak bisa membrontaknya, karna itu lebih baik, di bandingkan Aiden mengirimkanya ke surga.


"Baik Tuan, akan segera kami laksanakan," jawab mereka dan langsung menjalankan tugas dari Aiden.


Freya menatap ke arah Aiden yang sedang menatap ke arah Nando yang sedang di bawa oleh anak buahnya.


Sangat tergambar jelas dari wajah Aiden jika dia sebenarnya tidak ikhlas melepaskan Nando begitu saja, mengingat pria itu tadi sudah berani memeluk istrinya.


Dan benar saja, bukan Aiden namanya jika tidak bisa meluapkan amarahnya dengan tuntas, jika dia tidak bisa membunuhnya, maka hanya satu yang bisa, yaitu Zein.


Bahkan sudah di pastikan jika Freya tidak akan pernah mengetahuinya.

__ADS_1


Aiden mengeluarkan ponselnya dan mengetikan beberapa kata, lalu mengirimkannya pada Zein yang saat ini sedang tersenyum membaca pesan dari kakaknya itu.


"Orang jatuh cinta memanglah sangat merepotkan," gumamnya tanpa respon pada pesan itu.


Zein hanya perlu diam dan menunggu mangsanya datang, lalu bermain sedikit sebelum melenyapkanya.


Sedangkan Aiden, setelah mengirimkan pesan pada Zein, kini dia beralih memeluk tubuh Freya dengan erat.


"Hem, aku merindukanmu sayang," ungkapnya tulus bersandar di bahu istrinya.


"Akhir-akhir ini kamu banyak memilih orang lain di bandingkan aku," serunya lagi.


Freya yang tidak ingin membuat Aiden marah lagi, kini lansgung membalas pelukan dari suaminnyan itu.


Cuupp,,cuuppp,,cuupp Aiden menciumi seluruh wajah Freya yang sangat dia rindukan.


"Kita pulang ya," ajak Aiden yang hanya di jawb anggukan kepala oleh Freya.


Dan detik selanjutanya supir yang sedari tadu di luar, kini langsung masuk kedalam. Lalu mengemudikan mobilnya pulang ke aprtemen Aiden.


Visual Nando.


Say good bye to Nando.


😭😭😭😭



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Gengs, mimin updatenya satu-satu dulu ya, soalnya waktunya mempet banget, dan harus segera menyelesaikan naskah Griffin.


Dan untuk karya yang lain akan mimin lanjut setelah karya Griffin selesai, supaya idenya dan alur ceritanya gak berantakan gengs.


Jadi mohon bersabar ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2