You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chpter 102


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


"Dimana Nyonyamu ?" tanya Aiden pada Yiyin yang sedang berdiri di depan pintu kamar Aiden, lalu dia memberikan kode agar Yiyin pergi dari posisinya.


Setelah kepergian Yiyin barulah Aiden masuk ke dalam kamarnya, dan mencari keberadaaan istrinya yang ternyata sedang mandi.


Tok,,took,,tokk, bunyi pintu kamar Aiden.


Dengen segara Aiden membukanya, dan terlihat sosok Taro yang sedang membawa alat tes kehamila yang tadi di minta oleh Aiden, "Tuan ini," ucapnya menyerahkan itu pada Aiden.


"Oke terima kasih, kamy boleh pergi sekarang," balasnya sambil mengambil barang itu, lalu segera menutup pintunya.


Setelah dia menutup pintu kamarnya, Aiden melihat Freya yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan masih menggunakan handuk yang melingkar di tubuhnya.


Tanpa basa basi, Aiden langsung menarik Freya dan kembali membawanya masuk ke dalam kamar mandi. "Apa-apaan sih kamu, lepasin," bentak Freya yang tidak menyukai cara Aiden seperti ini.


Sesampainya di kamar Mandi, Aiden langsung mengeluarkan alat itu dan memperlihatkanya pada Freya. "What ?" tanya Freya bingung.


"Pakailah alat itu, dan kita lihat hasilnya," titah Aiden pada Freya yang masih menampakan wajah bingungnya.


"Apa kamu berpikir aku sedang hamil?" tanya Freya bingung.

__ADS_1


Terlihat Aiden yang hanya mengedikan bahunya singkat menanggapi pertanyaan istrinya, "aku juga tidak tau, lebih baik kamu periksa saja oke," jawab Aiden ragu.


Dan karena tidak ingin membuang waktu lagi, Freya langsung saja menuruti apa yang tengah di minta suaminya itu. "Baiklah kita coba dan lihat," lirihnya pelan, dan menaruh banyak harapan.


"My Dear aku deg-degan," imbuhnya lagi pelan, dengan wajah yang khawatir, karna takut kecewa nantinya.


"Tidak masalah sayang, jangan takut, kita akan mencobanya," balas Aiden, meyakinkan istrinya soal ini.


Dengan menarik nafasnya sedalam mungkin, Freya meyakinkan dirinya sendiri untuk mulai melakukan tesnya.


Freya terlihat mulai membuka bungkusan alat itu, dan segera menampung air urinenya. Aiden sama sekali tidak terlihat jijik, ketika Freya memberikannya pada Aiden.


"Kamu aja yang masukin alat itu," pinta Freya pada suaminya.


Dan dengan santai Aiden menerimanya dan mencoba mencelupkan satu alat ke dalamnya, lalu sambil menunggu hasil yang satu keluar, Aiden membuka lagi alat yang lainya dan di celupkan secara bergantian.


Detik demi detik mereka terus memperhatikan, hingga satu persatu mulai mengeluarkan hasilnya, banyak yang masih samar namun Aiden dan Freya tersenyum bahkan meneteskan air matanya ketika melihat garis dua di 3 alat terakhir.


Di sinilah Aiden baru terlihat sangat lemah, dia meneteskan air mata kebahagiaanya melihat istrinya yang kembali mengandung buah hati mereka. "Dear,,Dearr," panggil Freya merasa tidak percaya dengan apa yang tengah dia lihat saat ini.


Tanpa di sengaja Aiden langsung berlutut di kaki Freya dan memeluk erat pinggang ramping wanita kesayanganya itu, "Dear,,Dear," lirih Freya lagi, dengan air mata yang mulai deras keluar membasahi pipinya.


"Iya sayang, kamu hamil, kita kembali di berikan kepercayaan itu sayang," sahut Aiden, mengerti apa yang sedang di rasakan oleh istrinya saat ini.


Freya menangis dengan terisak, tidak tau ingin bagaimana mengungkapkan rasa bahagianya saat ini, sedangkan Aiden hanya mampu menenggelamkan wajahnya di perut istrinya, merasa bahagia karna Tuhan masih menyayangi mereka.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian, Aiden bangkit dan menangkup wajah istrinya dengan lembut, "terima kasih karna kamu masih mau memberikanku kepercayaan untuk menjadi Ayah dari bayi kita, terima kasih Freya, aku sungguh sangat-sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu," lirih Aiden pelan, sebelum akhirnya dia mendaratkan satu kecupan di bibir Freya lalu memeluk wanita itu dengan erat dan penuh kelembutan.


"Hisskk,,hiskk,,hisskk,hissk," suara tangis Freya yang tak tau ingin bicara apa lagi.


Intinya mereka sangat-sangat bahagia dengan semua ini, terlebih Aiden yang kemarin sempt berpikir jika istrinya akan sulit mendapatkan keturunan karna perbuataan dan hukaman darin Tuhan selama ini.


Namun apa yang dia dapatkan hari ini benar-benar di luar batas pemikirianya, mereka tidak menyangka jika Tuhan kembali mempercayakan mereka untuk menjadi Orang Tua dari bayi yang akan datang ke dunia ini.


"My Dear, boleh aku meminta uang 2Miliyar?" tanyanya pada suaminya, yang masih memeluk dirinya erat.


"Untuk apa ?" tanya Aiden santai.


Lalu Freya melepasakan pelukan suaminya dan menatap mata Aiden dengan lekat, "aku ingin membagi kebahagiaan kita ini dengan anak-anak panti asuhan dan juga yayasan yang lainya di seluruh kota ini, bolehkan?" jelasnya pada Aiden dengan suara yang pelan, takut jika suaminya ini akan menolak.


Namun Aiden malah menanggapinya dengan senyuman, "apapun yang kamu inginkan sayang, aku akan melakukanya, oke," balas Aiden sontak membuat Freya melebarkan bibirnya tersenyum dengan sangat bahagia.


"Terima kasih My Dear,,terima kasih, aku mencintaimu," sahut Freya dengan bahagianya merasakan berkah yang berkali-kali lipat hari ini.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2