You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 37


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Di pagi harinya, Freya yang terbangun duluan saat ini sedang menunggu suaminya untuk selesai bersiap.


Di karenakan mereka bangun agak telat pagi ini, membuat mereka memilih untuk berangkat sore saja.


Tak lama kemudian, Freya yang sedang menikmati coffenya di dapur kini menatap bosan ke sekelilingnya, dia merasa jika keputusan untuk berangkat sore itu adalah keputusan yang salah.


Dan di saat dirinya tengah berganti-ganti posisi, Aiden keluar dengan mengenakan celana boxernya tanpa atasan, dia membiarkan roti sobek miliknya itu di pandang puas oleh istrinya, agar istrinya nanti tidak kelaparaan dan memandang roti sobek orang lain.


Aiden tersenyum memandang istrinya yang sudah seperti cacing kepanasan, dan iseng untuk memmotret istrinya yang tengah berdiri itu, "Kamu memang yang tercantik sayang," gumamnya menatap puas dengan gambar yang di ambilnya.


Lalu dia melangkah mendekat ke arah Freya, "sayang lihat sini," pinta Aiden agar istrinya itu menatap ke kamera.


"Mau ngapain ?" Tanya Freya ingin menolak untuk di foto.


Namun ketika Aiden menggelengkan kepalanya berkode pada istrinya agar Freya tidak menolak keinginannya.


Dan akhirnya karna mengalah Freya kembali meliuk-liukan tubuhnya secantik mungkin.


"Sudah belum?" tanyw Freya yang sudah bosan kini beralih melangkahkan kakinya ke sofa ruang ramu.


Meninggalkan Aiden yang masih sibuk dengan foto-foto itu, dan terlihat menampilkan wajah amarahnya melihat foto istrinya dengan tubuh yang sangat menggairahkan.

__ADS_1


"Ini tidak boleh di biarkan terjadi, Freya istriku jangan sampai ada orang lain yang menyukainya," batin Aiden menatap istrinya yang sedang menonton Tv.



Lalu Aiden terlihat menghubungi seseorang untuk melakukan apa yang dia inginkan. Dan setelah itu baru dia melangkah mendekat ke arah Freya dan memeluknya dari belakang.


Cuup,, Aiden mengecup singkat bahu milik Freya dengan penuh rasa kasih sayang, "apakah kamu bosan sayang?" tanyanya pada Freya.


Dengan cepat Freya menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan suaminya, "sangat-sangat bosan," balasnya singkat dengan sebuah senyuman canggung.


Dan tak lama kemudian di saat mereka tengah asik bermesraan, pintu apartemen mereka berbunyi menandakan tamu yang datang.


Aiden segera bangkit dari posisinya dan segera membukakan pintu untuk tamu itu.


Freya melihat ada 1 orang wanita yang datang dan terlihat asing baginya, "siapa dia Dear?" Tanya Freya penasaraan.


"Sayang, dia adalah Nita. Dan dia akan membuatkan Tato tubuhmu," ujarnya membuat Freya membulatkan matanya seketika.


"Ta,.ta,,tato apa? Kamu mau apa?" tanya Freya dengan suara yang sedikit gemetar.


Aiden beralih mendekat ke arah istrinya, dan perlahan mulai membuka pakaian istrinnya di depan Nita si tukang Tato.


"Aku mau menuliskan namaku di sini, di sini, di sini dan terakhir di sini," ujarnya menunjuk bahu, gunung kembar, pinggang dan terakhir di dekat apomnya, membuat Freya langsung bergedik ngeri.


"Lakukan lah! Buat nama itu sejelas mungkin, agar orang lain tidak akan pernah mencoba-coba untuk menyentuh milikku," perintah Aiden yang langsung di jalankan oleh Nita.


"Baik Tuan," balasnya dengan singkat, lalu mulai mengeluarkan alat-alatnya.

__ADS_1


Di saat tubuhnya mulai di tusuk-tusuk jarum tato yang mengukir sebuah nama itu, Freya meringis merasakan sakit. Dan dengan cepat Aiden mencium bibir istrinya dan sedikitt melum**atnya agar Freya bisa rileks sejenak.


Proses ini cukup memerlukan waktu sebentar saja, sehingga dalam 1 jam Nita sudah berhasil menuliskan nama "AIDEN" di beberapa bagian tubuh milik Freya.


"Tuan semuanya sudah selesai, dan jika begitu saya pamit permisi tuan," pamit Nita pada Aiden yang tak melepaskan ciuman dari istrinya, padahal sudah 1 jam lamanya mereka berciuman.


Mendengar Nita yang ingin pulang, Aiden melepaskan sekilas bibir istrinya yang nyaris bengkak karnanya, dan segera membukakan pintu untuk tamunya, lalu menutupnya kembali.


Namun di saat Nita sudah pergi, Aiden langsung mengeluarkwn ***** istrinya dari tempatnya, dan menyusu di sana sambil tanganya mengelus bagian lainya, "aaahhss Dear, jangan sekarang ya," tolaknya untuk berhubungan badan dengan suaminya.


"Why?" Tanya Aiden tidak terima.


"Karna kita kan mau bulan madu, jadi biar kita habiskam waktu di sana saja ya, oke," pinta Freya yang membuat wajah Aiden lemah seketika.


Cuupp,,cuuppp Aiden mencium sekelias tato yang ada di tubuh istrinya, "kamu istriku," lirihnya pelan yang mampu membuat Freya memutarkan bola matanya malas.


"Iyaa aku istrimu, dan kamu suamiku," balas Freya yang muak dengan kalimat-kalimat yang itu-itu saja.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2