You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 77


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Sesampainya di kantor Aiden, Seluruh karyawan kantor kini menatap hormat kepada Stella dan Elena, namun memandang Jijik ke arah Freya yang mereka anggap aneh.


Sebab selama ini Freya hanya di rumah saja menjadikanya takut jika bertemu dengan orang-orang baru, membuatnya kini hanya mampu bersembunyi di belakang tubuh Stella dengan tatapanya yang menunduk.


Mereka bertiga terus melangkah masuk ke dalam ruangan Aiden, sampai ketika mereka berada di depan pintu ruangan Aiden, Stella menyuruh Freya masuk lebih dulu.


"Freya masuk dulu ya, di dalam ada Iden." bisik Stella pelan.


"Iden?" tanya Freya lembut.


"Iya Iden, masuk ya" pinta Stella lagi.


Namun Freya langsung menggelengkan kepalanya pelan, "No, Iden, no dalam, Iden,no dalam," jawab Freya membuat Stella pusing sendiri.


Elena menghembuskan nafasnya kasar, lalu mulai melangkahkan kakinya masuk duluan, "ehheemmm," Elena memberikan kode pada Aiden yang tengah tertidur di kursi kebesraanya.


Aiden yang merasa ada suara angker kini membuka matanya dengan perlahan, "ahh wepo," serunya melihat Elena yang tengah bediri sambil berkacak pinggang.


lalu mengalihkan pandanganya melihat Stella yang menggandeng tangan Freya, dan sedikit menariknya, "ayo masuk, Iden itu, Iden," ucapnya kesal, karna Freya seperti tidak percaya denganya.

__ADS_1


Aiden yang melihat itu, lansung bediri mengambil alih Freya, "sayang, Freya kamu di sini?" ucapan Aiden khawatir.


"Iden,,,hisskk,,hissk, jahat, dia jahat," tunjuknya pada Stella, yang kini sedang melototkan matanya tidak percaya dengan tuduhan itu.


Aiden langsung memeluk istrinya erat, dan memberikan kode pada Mamah dan Weponya untuk segera pergi, sebelum Freya marah dan histeris.


Elena dan Stella dengan cepat langsung melangkahkan kakinya pergi, namun Stella kembali menampakan kepalanya dan memberikan kode pada Aiden untuk mentransfernya uang, dan dengan pasrah Aiden mengiyakan.


"Yang bu bos kan dia, kenapa dia yang minta transfer," lirih Aiden pelan, lalu menggendong tubuh Freya untuk duduk di sofa.


Aiden menatap wajah Freya yang kini sedang terdiam dengan pandangan yang kosong, "sayang," panggilnya.


Freya langsung menangis sesegukan memeluk tubuh Aiden dengan erat, "hissk,,hisskk, baby,,baby,,hiskk," tangisnya mengingat anaknya sudah rusak.


"Hemm, sayang, dengarin aku, tatap mata aku," pintanya pada Freya, mungkin inilah saatnya untuk memberikanya sebuah pengertian, mengingat Freya yang tidak histeris lagi.


"Di sini hanya akan ada nama kamu Freya Stephany. Hanya Freya satu-satunya dan untuk selamanya, apa kamu percaya itu?" tanya Aiden, yang di jawab anggukan kepala oleh Freya.


"Iden," lirihnya pelan.


"Dan di sini," lanjut Aiden, mengalihkan tangan Freya ke arah perutnya.


"Di dalam sini, akan ada tumbuh baby baru, tapi kamu harus sabar, dan janji harus sembuh dulu, kalau kamu tidak sembuh, Tuhan tidak mau memberikan Baby di sini, apa Freya mau sembuh?" tanya Aiden lagi.


"Iya, Freya mau sembuh," jawab Freya. "Tapi bagaimana?" tanyanya lagi, bingung.

__ADS_1


Lalu Aiden mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan vidio-vidio kebersamaan mereka dulu yang memperlihatkan Freya yang ceria, galak dan mudah cemberut.


"Kembalilah menjadi Freya ku yang dulu, Freya yang mencintaiku dengan segenap jiwanya, Freya yang berjanji tidak akan pernah meninggalkanku lagi," bisiknya di telinga Freya, yang kembali menangis melihat vidio-vidio itu.


"Maaf," hanya kata itu yang mampu Freya ucapkan, dan kembali menangis sampai dia tertidur.


Aiden memandang kembali wajah sendu nan tenang yang sedang tertidur pulas ini, dengan harapan setelah dia bangun nanti sedikit demi sedikit Freya akan kembali normal dari biasanya.


"Jika dengan mencintaimu adalah sebuah ujian kesabaran dari Tuhan, aku akan melakukanya Freya, aku adalah pria yang tidak percaya akan itu Cinta, sampai aku mengenal mu, wanita yang hidupnya terikat oleh belengu cinta dan benci, namun rasa Cinta itu mampu mengalahkan rasa benci di hati. Aku tak akan kecewa ketika kamu ingin membunuh rasa cinta itu, karna aku yakin Tuhan akan tau bagaiamana caranya Cinta itu di persatukan kembali,"


Aiden menggendong tubuh Freya dan membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya, "selamat beristirahat sayang. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sebentar ya, setelah itu aku mempunyai hadiah yang sangat indah untukmu," imbuhanya pelan, lalu mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening Freya, sebelum akhirnya dia bangkit dan kembali mengerjakan dokumen-dokumenya.


Bang lirik aku dong bang 🥰🥰



To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2