
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
"Bagaimana kamu bisa menemukanku?" tanyanya pelan namun terlihat sudah menangis ketakutan.
"Aku tidak menemukan mu, tapi takdir yang mempertemukanya," balas Aiden pelan.
Freya menutup matanya merasa takut melihat suaminya yang menatapnya lekat saat ini.
Teddy tidak tinggal diam melihat Freya yang berada di pelukan pria lain seperti itu, "lepaskan istriku! Atau kamu aku panggilkan polisi!" ancam pada Aiden.
Namun bukanya takut, Aiden langsung membalikan tubuh Freya menghadap pada pria yang sedang mengaku-ngaku ini.
Sreeekk dia merobek lengan baju istrinya agar terlihat Tato yang berada di bahunya.
"Apa kamu lihat ini?" tanyanya menunjukan Tato di tubuh istrinya.
Lalu beralih pada perut Freya dan membukanya sedikit, "apa kamu melihat yang ini ?" tanya Aiden lagi.
Teddy menjadi gugup, dia memang tidak tahu jika di tubuh Freya begitu banyak Tato melambangkan nama suaminya, "apa yang kamu maksud Tuan, tentu saja saya tau, dia istri saya, dan itu adalah nama mantan suaminya," jawab Teddy semakin lancang.
"Jika begitu, kamu pasti tau di bagian mana saja tato ini berada kan ?" tantang Aiden lagi.
Dia ingin mengetahui sejauh apa hubungan istrinya dengan pria yang sedang mengaku-ngaku ini.
Jika sampai pria ini tau jika di bagian paha atas Freya juga memiliki Tato, maka pupus sudah harapan Aiden beraharap jika istrinya akan setia.
__ADS_1
"Tentu saja saya tau, dia masih memilikinya di belakang tubuhnya, dan juga di belakang lehernya," jawabnya asal.
Aiden tertawa menggelengkan kepalanya, "istriku tidak akan pernah mengkhianatiku," batinya merasa puas dengan jawaban yang salah itu.
"Saya rasa kamu sudah tau kan, jika nama Aiden itu adalah nama saya, dan sudah jelas jika saya adalah suaminya," balas Aiden, menegaskan bahwa Freya adalah miliknya.
Teddy menatap pada Freya lekat, menunggu penjelasaan dari wanita yang di cintai ini.
"Maaf kak, dia memang suamiku," jawab Freya yang seketika langsung menusuk jantung Teddy begitu tajam.
Aiden menatap Freya dengn lekat, "masuk ke dalam kamar sekarang!" Perintahnya tegas.
"Aiden please, biarkan aku hidup sendiri sekarang, please," mohonya agar Aiden mau melepaskanya.
"Masuk sekarang sayang, sejauh apapun kamu berlari aku akan menemukanmu, Please masuk sekarang," tegasnya lagi.
"Jangan bunuh dia, janji," ucapnya lagi sebelum melangkahkan kakinya masuk.
Cuppp Aiden mencium kening istrinya sekilas sambil menanggukan kepalanya singkat.
"Masuk ya sayang," pintanya lagi.
Dan dengan berat hati Freya masuk ke dalam kamar yang berada di hadapanya, dia terpaksa meninggalkan Teddy bersama dengan Aiden berdua saja di luar.
"Tuhan. Semoga suamiku tidak melukainya, jangan ada lagi yang jadi korban karna kesalahanku Tuhan, ku mohon," tangisnya dengan gelisah ketika mendengar suara pintu yang terkunci dari luar.
Setelah Freya masuk ke dalam kamar, Aiden menatap Teddy dengan tajam, tanpa memeperdulikan sakit yang ada di dadanya.
"Apa yang kamu inginkan? Katakan sekarang! Aku tidak akan membunuhmu karna itu permintaan istriku," serunya datar. Dia merasa muak melihat wajah pria yang sedari tadi menatap istrinya. Bahkan menginginkan istrinya.
__ADS_1
Teddy tersenyum tipis menanggapi perkataan Aiden, "well, kamu pikir aku gak tau siapa kamu-," balas Teddy dengan senyum tipisnya, lalu beralih duduk di salah satu sofa di hadapanya, sambil menyilangkan tanganya di dada.
"Kamu bukan tandinganku Teddy, belajar dulu yang benar dan perkuat pertahanan kelompok Mafia mu yang masih jauh berada di bawahku, setelah kamu bisa, baru kamu akan menghadapi ku, jika kamu merasa memang sudah siap untuk bertemu dengan malaikat kematian," sahut Aiden, santai tapi menusuk.
Terlihat Teddy yang mengepalkan tanganya kuat, menahan seluruh amarahnya.
"Jangan terlalu sombong Tuan, di dunia ini bukan hanya kelompok Mafiamu yang terkuat, lihat saja nanti, aku pasti bisa melawanmu," balasnya, yang sama sekali tidak membuat seorang Aiden ketakutan.
"Well, itu terserahmu! Yang jelas jangan pernah menyentuh atau mengharapkan istriku jika kamu masih ingin melihat dunia ini! Camkan itu baik-baik," tegasnya penuh dengan ancaman.
"Oh tapi aku akan berterima kasih kepadamu karna kamu sudah menyelamatkan ku dan juga istriku, dan sebagai gantinya aku akan menyerahkan salah satu anak buah terbaik ku untuk melatihmu, impaskan," balasnya lagi, sebelum melangkahkan kakinya pergi.
Teddy benar-benar berusaha menahan emosinya melihat keangkuhan dari musuhnya ini.
Jika dulu mereka hanyalah seorang musuh di medan perang sekarang telah bertambah menjadi musuh dalam cinta.
"Bagus karna aku tidak membunuhmu di meja operasi, itu semua karna aku bukanlah pria lemah yang memanfaatkan ketidak berdayaanmu," batinya merasa muak melihat sikap Aiden.
"Tunggu sampai aku akan merebutnya kembali dari tanganmu brengsek," gumamnya lagi, dengan senyum iblisnya.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1