You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 69


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Setelah menyerahkan Teddy Bear bersama dengan Zein, kini Aiden dengan cepat berlari masuk ke dalam mobilnya untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


Tak lupa dia menelpon Mamahnya terlebih dahulu untuk segera datang untuk menemaninya.


"Sayang,sayang, please bertahan untuk ku ya," lirih Aiden dengan suara yang bergetar menahan rasa khawatir di dirinya.


Tubuh Freya sudah semakin terlihat pucat, dengan wajah yang seperti matat hidup membuat Aiden semakin ketakutan di buatnya.


Sesampainya di rumah sakit, Aiden langsung menggendong dan membawa Freya masuk ke dalam ruang tindakan.


"Maaf Tuan Anda tidak boleh masuk, kami akan menyelamatkan istri Anda," pinta suster yang menghalangi langkah Aiden untuk masuk melihat istrinya.


Dan entah ada angin apa Aiden menuruti itu, biasanya dia tidak akan membiarkan Freya di tangani sendiri oleh siapapun, apa lagi dokter yang baru di kenalnya.


Beberapa saat berlalu, Aiden sudah sangat gelisah menunggu hasilnya, dia berdiri lalu duduk kembali, seperti orang yang kehilangan arah.


Namun tiba-tiba dari arah belakang ada yang memeluknya, dan membuatnya terkejut, "Mamah," ucapnya pelan, sangat mengenali bau tubuh ini.


"Bagaimana keadaan menantu Mamah?" tanya Stella to the point, lalu melepaskan pelukanya di tubuh putranya.


Aiden hanya mampu mengedikan bahunya singkat, karna memang dia belum tau bagaimna keadaan istrinya.

__ADS_1


Sampai akhirnya terlihat dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu, "bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Aiden tanpa basa basi.


Dokter tersebut terlihat menghembuskan nafasnya perlahan, seperti merasakan frustasi, "kami sudah berhasil mengeluarkan dan membersihkan janin yang berbahaya itu dari istri Anda tuan, tapi-," jelasnya terputus, membuat Aiden dan Stella menunggu jawaban pastinya.


"Maaf Tuan, istri Anda tidak bisa menerima kenyataan ini, hingga mentalnya sedikit tergangu dan mungkin ini akan berakibat fatal untuk kejiwaanya," ucap dokter itu lagi, dan tanpa menunggu jawaban lagi, Aiden langsung masuk ketika mendengar terikan istrinya.


"Aarrrggghhhh bayiku,bayikkuuu," teriak Freya sambil mengacak-acak rambutnya.


Aiden langsung memeluk istrinya untuk memberikan ketenangan, "sayang, hey,hey, ini aku suami kamu, tenang ya sayang, nanti kita akan punya baby lagi," ucap Aiden pelan, sambil mengusap lembut kepala istrinya.


"Ini bayiku,,bayiku," ucapnya pelan, dengan mengangkat tanganya seperti sedang menggendong seorang bayi.


Membuat Aiden dan Stella langsung menangis melihat kejiwaan Freya yang sudah tidak terlendali, pandangan yang kosong seperti tidak mengenali orang-orang di sekitarnya, serta tangan yang selalu menggendong bayangan, membuatnya persis seperti orang gila.


"Sayang udah ya, turunin tanganya sayang, nanti kamu capek," pinta Aiden, yang mendapatkan tatapan tajam dari Freya.


Mau tidak mau Aiden harus mengikuti apa yang di mau oleh istrinya, dia pura-pura mengambil bayangan yang tengah di gendong istrinya, seakan-akan itu adalah bayi, padahal itu kosong, ini hanya sebuah sandiwara agar Freya merasa tenang. "Yeeyy, Papah gendong baby ya sayang ya, uuutayang anak Mamah cantik ya," seru Freya yang merasa bahagia Aiden menggendong babynya.


Aiden lagi-lagi memasang senyum palsu, sambil terus bersandiwara menggendong baby, "dia cantik sekali ya sayang, sekarang kamu tidur dulu ya, babnya akan aku simpan di ruangan baby, biar dia bisa beristirahat sayang," sahut Aiden yang benar-benar ikut menjadi gila.


Freya menggelengkan kepalanya keras menolak jika babynya akan di bawa pergi, "enggak, baby tidur di sini, di samping aku," pintanya tegas, dan di ikuti oleh Aiden yang langsung meletakan bayangan itu dengan perlahan di sebelah Freya.


"My baby ohh, sttt,stt, bobo ya sayang, Papah dan Mamah ada di sini," bisik Freya pelan, sambil terus melihat bayangan itu.


Stella yang tak mampu lagi melihat keadaan menantunya, kini langsung berlari keluar, dan menangis histeris, sebegitu frustasinya kah Freya hingga mental kejiwaanya harus tergangu seperti itu.


Kehilangan seorang anak untuk ke dua kalinya, mungkin benar-benar melukai jiwa Freya sehingga jadi seperti itu.

__ADS_1


Namun tak lama kemudian terdengar kembali suara teriakan Freya yang memarahi dan menangis karna Aiden tak sengaja menduduki tempat bayangan itu.


"Kamu pembunuh hiskk,,hisskk, bayiku,,bayiku, kamu pembunuh," teriak Freya histeris, lalu memukul-mukul tubuh Aiden, serta wajah yang sangat-sangat marah.


Stella yang mengetahui kondisi itu, langsung meminta beberapa staff untuk pergi ke toko boneka dan membelikan sebuah boneka baby.


Freya terus menerus menangis, hingga dokter memilih untuk membiusnya agar jiwanya tenang dan tertidur.


"Hisskk,,hiskkk,hissk," tangis Aiden yang sudah tidak sanggup lagi melihat istrinya sperti ini, "Aku tau Tuhan, waktu mu adalah yang terbaik, tapi bisakah aku meminta waktu yang indah itu terlebih dahulu, hiskk,,hiskk, mungkin dosaku sudah terlalu banyak, tapi hukumlah aku jangan istriku," lirih Aiden pelan, menutup wajahnya yang sedang menangis.


Dan tak lama kemudian Stella masuk dengan membawa sebuah boneka yang sudah di sulap menjadi bayi yang cantik. "Aiden sayang," panggilnya pada putranya yang sudah rembes tak karuan.


"Mah, Mamah jaga Freya dulu ya Mah, aku akan segera kembali," pinta Aiden, dengan memeperbaiki penampilanya, lalu dia melihat sebuah boneka yang di bawa Mamahnya, "apa tidak sebaiknya kita mengadopsi bayi yang asli Mah? Dari pada harus boneka seperti itu?" tanya Aiden merasa ilfil dengan boneka yang terlihat seperti hantu.


"Udah ah brisik, ini tuh hanya sementara sampai beberapa bulan kemudian Freya bisa menerima benih kamu kembali, dan kalian akan punya anak lagi," balas Stella, memandang sinis pada Aiden yang tak mengerti apa yang sedang dia pikirkan.


"Ya sudah terserah Mamah, Aiden pergi dulu ya Mah," pamitnya pada Stella, tak lupa dia mencium kening Freya dan Mamahnya bersmaan, sebelum dia melangkahkan kakinya pergi.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2