You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 83


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


"Stop membicarakan hal ini sayang, ku mohon stop," pintanya sambil terus memeluk tubuh istrinya erat.


"Jika kamu tidak suka dan marah aku berdekatan dengan Lia, maka aku akan menjauh, aku janji akan menjauh, tapi please jangan berpikir untuk bercerai dariku," ucapnya tak ingin melepaskan Airein yang meronta di dalam pelukanya.


"Roger, aku tidak tau apa yang sedang ada di dalam pikiran kamu, atau apa yang ada di dalam pikiran dia, tapi di sini jelas aku yang tersakiti, aku sadar aku adalah wanita yang hanya mengandalkan diri aku sendiri, tapi aku juga butuh perhatian yang sekrang mulai berkurang semenjak adanya dia," balas Airein.


Roger terus memandang wajah istrinya dengan tatapan penuh penyesalan, buuggghhh, Roger langsung berlutut di kaki Airein dan bahkan mencium kaki istrinya sendiri sebagai ungkapan penyesalanya.


"Apa yang kamu lakukan? Bangkitlah! Aku bukan Tuhan yang harus di perlakukan seperti itu," bentak Airen merasa berdosa dengan sikap Roger yang seperti ini.


Tapi Roger masih saja tetap dalam posisinya, "katakan kepadaku, bagaimana caranya agar kamu bisa menghilangkan dan memaafkan semua penyesalaan ku?" mohonya dengan sangat pada Airein.


Namun di saat Airein baru ingin membuka suaranya, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan telpon masuk ke dalam ponsel Roger.


"Lihatlah siapa yang menelpon," titah Airein yang juga penasaaran.


Dan ketika Roger mengeluarkan ponselnya, terlihat jelas nama Lia di sana, membuat Airein tersenyum sinis menatap suaminya.

__ADS_1


"Jika sebuah kesalahan di lakukan berulang-ulang, itu bukanlah sebuah Penyesalan melainkan sebuah Kebodohan," lirihnya, dan ingin berlalu pergi.


Akan tetapi baru saja dia ingin melangkah, Roger dengan sigap langsung berdiri dan menahan tangan istrinya, "angkatlah! Dia sudah menelpon 3 kali bukan. Angkalah," titah Airein lagi, setelah merasa muak mendengar ponsel itu terus menerus berdering.


Roger hanya terdiam tanpa mengikuti permintaan istrinya, hingga Airein mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilan dari Lia itu, lalu dia meloudspeakernya. "Hallo Roger, tolong aku, badan Sesil panas sekali dan aku gak tau harus seperti apa, hanya kamu yang bisa membantu tolong aku Roger,hisskk,,hissk," ucapnya di telpon, namun Airein langsung mematikanya tanpa menjawabnya sama sekali.


"Pergilah, aku sudah biasa kamu abaikan," lirih Airein lagi.


Namun Roger hanya melihat mata Airein dengan lekat, dan lalu melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan istrinya sendiri.


Airein yang melihat langkah suaminya semakin menjauh, kini hanya tersenyum tipis dan mulai kembali meneteskan air matanya.


Dan kemudian, di saat dia merasa semua ini sudah cukup, diapun kembali melangkahkan kakinya turun ke bawah untuk beristirahat di dalam kamar.


Ckleeekk terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, dan memperlihatkan Roger yang baru saja selesai mandi. "Sayang," tegur Roger sambil melangkah mendekat ke arah istrinya yang tidak memperdulikanya.


"Sayang," tegur Roger lagi.


"Aku pikir kamu pergi mendatanginya, atau skrng kamu mandi karna ingin terlihat tampan di hadapanya ?" cerca Airen yang membuat Roger ingin tertawa.


Tanpa menjawab kecurigaan istrinya, Roger beralih mengambil celena boxernya di dalam lemari, dan setelah itu dia memilih untuk naik ke atas tempat tidur. "Sayang kamu mandi gih, udah malam waktunya kita istirahat," bujuk Roger lagi, agar istrinya itu tidak terus menerus membahas hal yang sama.


"Ini pertama kalinya kamu tidak pernah perduli kepada mereka? Atau karna ini hanyalah sebuah permainan kamu." sindir Airein lagi.

__ADS_1


"Bukankah kamu sendiri yang mengatakan, bahwa sebuah kesalahan jika di lakukan berulang-ulang maka itu bukanlah sebuah penyesalan melainkan sebuah kebodohan, dan aku memilih untuk menjadikan semua itu adalah penyesalanku bukan kebodohan ku." balas Roger santai, dan beralih mengambil IPADnya yang berada di meja narkas.


"Lalu apa kamu membiarkan begitu saja anaknya sedang sakit?" tanya Airein lagi.


"Yang mereka butuhkan bukan aku, melainkan sebuah ambulance yang akan membawa mereka ke rumah sakit, jadi aku hanya mengerjakan tugasku sebagai warga negara yang baik untuk menelpon ambulance," jawabnya santai, dan membuat Airein hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Serahlah, aku mau mandi dulu," balas Airein, dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Roger yang merupakan seorang dokter Ahli penyakit dalam, kini mulai mencari tau tentang informasi Transplatasi Rahim.


Tak membutuhkan waktu lama, Roger telah berhasil menemukan informasi itu, bahkan dia juga sudah membuat janji temu dengan para dokter dunia yang ahli dalam bidangnya.


"Aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia bersamaku," batinya terus menerus membuka informasi demin informasi agar dia tidak melakukan kesalahana di kemudian harinya.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2