
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Teddy dan Tasya saat ini terlihat sedang membantu Aiden yang sudah melewati masa kristisnya, berbagai cara mereka lakukan untuk mengembalikan kesadaran serta kestabilan jantungnya.
"Bagaimana keadaanya Tasya ?" tanya Teddy.
Tasya menoleh sekilas ke arah kakaknya, dan lalu kembali fokus dengan pasien yang berada di hadapanya, "semuanya sudah stabil kak, setelah ini dia sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat biasa," balas Tasya lembut.
"Baiklah kakak akan mengabari keluarganya jika pasien sudah melewati masa kristisnya," seru Teddy, lalu dia melangkahkan kakinya keluar untuk mengabari anak buah Aiden yang sedari tadi masih di sini.
Sedangkan Tasya terlihat memandang wajah Aiden dengan sangat lekat, "hei tampan, apa yang terjadi denganmu? kenapa ada orang jahat yang tega melakukan ini denganmu?" Gumamnya dalam hati.
Namun tak lama kemudian Aiden mulai menggerakan tubuhnya, dan memanggil satu nama yang membuat Tasya memandang kecewa.
"Frreeyyaa, sayang kembalilah," rancaunya di bawah alam sadarnya.
"Please Freyaa, aku janji gak akan marah," lagi-lagi dan lagi dia memanggil nama yang sama.
Tasya mengerucutkan bibirnya menahan ras kecewanya, "ternyata dia sudah memiliki pasangan," batinya lagi merasa jika harapanya pupus.
"Tapi kemana dia? Kemana wanita yang bernama Freya itu? Kenapa dia tidak di sini," tanyanya sambil melirik ke arah luar jendela mencari sosok wanita yang katanya adalah Freya.
Tasya kembali terdiam memandang wajah Aiden yang terlihat sedang menahan sakit, tapi bukankah dia belum sadarkan diri, dan bahkan dia masih terpangaruh obat bius, lalu di bagiamana yang sakit?.
__ADS_1
Petanyaan itu muncul di kepalanya membuatnya semakin penasraan dengan sosok Aiden dan kehidupnya.
Dia terus memandang wajah Aiden sampai Teddy datang mengejutkanya. "Sedang apa kamu di sini?" tanya Teddy yang sedari tadi menunggu Tasya di ruanganya namun tak kunjung datang.
Sontak saja Tasya terkejut dengan kedatangaan kakaknya yang tiba-tiba itu, "kakak," jawabnya sambil memegangi dadanya.
"Kita sudah selesai Tasya, ayo pulang, sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruangan rawat biasa," seru Teddy, sambil menarik tangan adiknya.
"Oke kak, oke," jawabnya pasrah mengikuti langkah kakaknya.
Setelah itu mereka langsung berjalan pulang menggunakan mobil Teddy, mereka sangat lelah dan ingin mengistirahatkan tubuh mereka secepatnya.
Sesampainya di rumah, masing-masing dari keduanya langsung memasuki kamar mereka sendiri.
Namun betapa terkejutnya Teddy ketika melihat seorang wanita yang tengah berdiri melamun menatap langit malam.
"Ah dia Liora, pasti Tasya sengaja menyuruh wanita ini tidur di kamarku, agar bisa menjalankan misinya itu, dasar wanita nakal," batinya merasa pusing dengan pemikiran adiknya itu.
Freya yang merasa ada seseorang masuk ke dalam kamar ini, langsung menolehkan wajahnya dan melihat Teddy yang sedang menatapnya.
"Apakah dia Teddy? Pria yang katanya akan menjadi suami pura-pura ku?" Batin Freya menatap lekat ke arah pria yang baru saja dia temui.
"Ini gila, bagaimana aku bisa menganggap laki-laki ini suamiku, sedangkan aku-," batinya lagi menahan rasa gemuruh di hatinya.
Namun Freya tak perduli, untuk sekarang dia harus bersikap bagaikan wanita yang benar-benar amnesia, agar aktingnya menjadi totalitas dan pada saatnya tiba dia akan kabur dari gengaman keluarga baru ini.
Tak perduli soal harga diri, Freya langsung melangkah memeluk tubuh Teddy dengan sangat erat.
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu lama sekali? Aku menunggu mu sedari tadi," lirih Freya yang sontak membuat Teddy terkejut.
Dia ingin melepaskan pelukan Freya di tubuhnya, namun semakin dia melepaskan Freya semakin menguatkanya.
"Nona, lepasakan dulu, aku bukan-," ucapnya terhenti di saat Freya menatap lekat ke dalam matanya.
"I Miss you, I really Miss you," ucapnya tulus.
Sebenarnya dia tidak sadar mengatakan itu, dia menganggap bahwa Teddy adalah Aiden yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Temanin aku tidur ya, seperti malam biasanya, I really Miss you Dear," imbuhnya lagi pelan, sambil menarik Teddy ke atas tempat tidur.
Teddy menjadi gugup, jujur dia tidak suka suasana ini, tapi sepertinya wanita ini benar-benar hilang ingatanya.
"Liora aku butuh mandi sebentar, kamu tidur sendiri ya," tolak Teddy ketika Freya ingin membaringkanya.
Akan tetapi, Freya benar-benar seperti hilang akal, dia memeluk dan menjadikan tangan Teddy sebagai bantalnya.
"Jangan tinggalkan aku sampai aku tertidur," batinya, sambil mencari posisi enak dan byaman.
Teddy yang merasakan jika Liora akhirnya tertidur di pelukanya, kini langsung melepaskanya secara perlahan dan lalu segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk menghilangkan segala kepenantanya.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป