
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Di saat Aiden tenggelam di dalam kesibukaanya, tiba-tiba saja terdengar suara Freya yang memaggilnya.
"Dear Dear," teriak Freya dari dalam.
Aiden yang mendengar itu langsung cepat menutup Laptopnya dan segera masuk ke dalam kamar, "ada apa sayang ?" tanyanya khawatir.
Freya memandang kesal ke arah Aiden, menatapnya dengan tajam, "kamu kotorin baju aku, terus sekarang aku pakai apa," ketusnya kesal pada Aiden yang tak sengaja mengotori pakaian Freya di saat permainanya tadi.
"Astaga sayang, itu hanya setetes saja loh," sahut Aiden.
"Tetap kotor," balas Freya kesal.
Aiden menghembuskan nafasanya kasar, lalu mendekat ke arah istrinya, "sayang, di dalam lemari itu banyak sekali pakaian yang telah aku siapkan khusus untukmu, jadi kamu gak perlu bertanya lagi mau menggunakan apa?" Ujar Aiden lembut.
"Baiklah," jawab Freya, dan langsung berdiri masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, membuat Aiden kembali menggelengkan kepalanya gemes melihat tingkah istrinya itu.
Di saat Freya tengah sibuk membersihkan tubuhnya, Aiden mencoba untuk beristirahat sebentar, dan mulai memejamkan matanya.
Cklekkk terlihat Freya yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja, "hufft, untung dia tidur, jika tidak bisa habis aku di terkamnya lagi." guman Freya, lalu segera melangkahkan kakinya mengambil pakaianya di lemari dan kembali merias wajahnya senatural mungkin.
"Ahhh lebih baik aku biarkan dulu dia istirahat, kasian dia dari semalam tidurnya kurang nyaman," batin Freya menatap ke arah Aiden yang sedang tertidur.
Cupp, Freya mencium kening suaminya singkat, lalu beralih duduk di salah satu sofa di dekat jendala kamar sambil memainkan ponselnya.
Dia kembali membuka beberapa aplikasi sosmed yang sudah lama sekali dia tidak mainkan, Bahkan Followersnya saja sudah mencapai 780k sedangkan yang dia ikuti, hanya 1 yaitu akun suaminya. Yang membuat Freya langsung memijat keningnya pusing.
"Kalau yang aku Follow hanya 1, gunanya Medsos buat apa kalau gak bisa lihat yang lain," keluh Freya, sambil menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
Freya yang malas berpikir, kini memilih mencoba untuk selfi riang.
Tanpa dia sadari bahwa ada sepasang bola mata yang sedang memperhatikanya, dan ikut mengambil fotonya diam-diam bagaikan paparazi.
Aiden sedari tadi memang hanya memejamkan mata saja, namun dia tidak tertidur, karna dia ingin tau apa yang akan di lakukan istrinya ketika dia tertidur.
"Sayang," panggil Aiden tiba-tiba, menganggetkan Freya yang sedang sibuk berselfi.
"Dear Dear, kamu mengaggetkan ku saja," keluhnya kesal, sambul memegangi jantungnya yang terasa ingin copot.
Aiden tersenyum melihat ekspresi Freya yang jutek seperti itu, membuatnya inging memangsa istrinya saat ini juga.
"Ayo makan siang yuk, ini udah jam berapa, sekalian kan nanti mau liat kantor barumu kan," ajak Aiden, mengelus rambut istrinya lembut.
Freya yang manja, langsung melingkarkan tanganya di pinggang kekar suaminya, dengan kepala yang mendanga ke atas menatap wajah Aiden.
"Lagi," pinta Freya.
"Cupp,"
"Lagi,"
Cupp
"Lagi."
"Udah,"
"Lagi,"
Cupp, "udah,"
__ADS_1
"Sekali lagi."
"Cupp,,cup,,cupp,cupp, udah kan, udah ayo sayang nanti kita terlambat," ajak Aiden.
Mau tidak mau Freya berdiri dengan memeluk lengan kekar suaminya, mereka berjaln keluar dari kantor dan ingin makan siang terlebih dahulu sebelum mereka akan ke kantor barunya Freya.
Lagi-lagi di saat mereka berdua jalan di lorong seluruh karyawan menatap mereka dengan tatapan memuja.
Bagaimana tidak, mereka benar-benar pasangan yang sempurna di mata semua orang. Yang satu tampan dan yang satunya lagi cantik luar biasa, membuat siapapun yang melihat mereka, akan merasa Tuhan tidak adil untuk mereka yang mempunyai wajah pas-pasan.
Sesampainya di dalam mobil, Aiden membukakan pintu untuk istrinya, dan memastikan bahwa kesayanganya itu duduk dengan nyaman, "thank you My Dear," ucap Freya.
"You welcom darling," balas Aiden, lalu dia beralih ke bagian sebelah dan duduk di belakang kemudi.
"kamu mau makan apa sayang?" tanya Aiden, sebelum menyalakan mobilnya.
Freya terlihat berpikir sejenak sebelum mengatakan apa keinginanya, "hemm, aku mau makan Sphagetti bolones Dear Dear, kita cari restoran Pasta aja ya," ajak Freya.
"Baiklah sayang sesuai dengan keinginan kamu," sahut Aiden, dan kemudian mengemudikan mobilnya membelah jalan raya, menikmati jalanan yang sedikit macet sambil mendengarkan lagu-lagi yang membuat perjalanan mereka terasa lebih menyenangkan, walaupun hanya perjalanan menuju restoran saja.
To Be Continue.
Chapter selanjutanya akan update 2 jam lagi ya , di tunggu 🥰🥰
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1