
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Aiden langsung berlari mengejar Freya yang sudah berlari keluar tanpa arah yang jelas, sambil berteriak-teriak histeris.
"Babykkuuu,,kembalikan babyyku," teriak Freya histeris.
Membuat Arnon bangun dari tidurnya, "Freya heyy, Freya ada apa Nak?" tanya Arnon, di saat Freya lewat di depanya, dan menarik tangan menantunya agar tidak berlari keluar.
"Baby hilang, baby pergi,hiskk,.hissskk, babyy," teriaknya lagi, lalu Aiden datang mengambil alih istrinya.
"Sayang kamu tenang ya, nanti kita cari baby di toko," balas Aiden lupa dengan ucapanya.
Dengan kuat Freya langsung menepis tangan Aiden, "kamu pikir babyku di jual di toko ha, dia baby kita aku yang melahirkanya dan hanya satu, tidak di jual di toko, tau tidak," bentak Freya, membuat Arnon ingin sekali memukul kepala putranya yang bodoh sekali dalam membujuk istrinya.
Dan karan keributan yang terjadi Elena dan Alexpun sampai keluar dari kamar mereka, "ada apa ini? Siapa dia yang membuat kributan," seru Elena, memandang sinis ke arah Freya.
"Siapa dia?" tanya Elena sekali lagi, membuat Arnon dan Aiden diam kebingungan.
"Kenapa kalian diam, dia siapa?" tanya Elena lagi, dan menyentuh tangan Freya.
"Arrrggghhhhhh," jeritan Elena, kesakitan ketika tanganya di gigit oleh Freya.
"Beraninya kamu, plaaakkkk," Elena menampar Freya dengan keras, membuat Aiden replek mengeluarkan pistolnya dan mengarahkanya pada weponya sendiri.
"Aidenn ," teriak Arnon dan Alex bersamaan.
__ADS_1
Aiden yang terlampau emosi kini tidak memandang siapapun yang berani menyakiti istrinya, "jangan pernah melukai istriku, siapapun orangnya aku tidak perduli," ancam Aiden pada Elena.
"Teeemmbakk dia!!!" Perintah Freya dengan berteriak.
Aiden dan seluruhnya langsung menoleh pada Freya yang mengeluarkan perintah seperti itu.
"Temmbaakk diaa, tembakk diaa," perintahnya menjerit.
Aiden menurunkan pistolnya, membiarkan Elena terdiam ketakutan dengan perbuatan cucunya, "temmbaakkkk dia, bunuh saja dia,,tembakkk," teriaknya lagi.
Arnon dengan sigap memeluk tubuh menantunya, dan menggendongnya paksa untuk masuk ke dalam kamar.
"Tembak dia, bunuh dia," teriaknya lagi-lagi, dan tak lama kemudian, suaranya hilang di telan kamar.
Dan tanpa bicara ataupun meminta maaf, Aiden langsung pergi begitu saja meninggalkan Elena yang ketakutan hingga keringat dingin membasahinya.
Alex yang berada di sebelah istrinya langsung memeluknya agar perasaanya sedikit tenang, "biarkan saja dulu, pasti Arnon dan Aiden akan memberikan penjelasaan atas semua ini, lebih baik sekarang kita obati luka gigitan itu," ujar Alex, sambil merangkul istrinya yang masih takut.
Arnon menarik nafasnya kasar, merasa pusing melihat sikap Freya yang sudah berani menyerang orang lain bahkan melukainya. "Aiden, apa tidak sebaiknya kamu membawa istrimu ke rumah sakit jiwa saja? Dia sudah benar-benar kelewatan batas Aiden, dia berani melukai orang yang tidak bersalah," seru Arnon, sontak membuat Aiden terpancing emosi kembali.
Aiden berdiri dan menatap mata Papahnya dengan lekat. "Istri aku gak gila Pah, untuk apa dia di bawa ke rumah sakit jiwa, istri aku-"
"Istri kamu gak gila tapi dia stress, come on son, sadarlah dalam realistis kehidupan, siapa tau saja istri kamu bisa sembuh jika berada di sana," balas Arnon.
"Udah deh Pah, jika Papah tidak bisa memberikan keputusan atau solusi yang bagus, lebih baik Papah pergi dari kamar Ku, Freya akan baik-baik saja tanpa harus ke rumah sakiy jiwa, dia punya aku suaminya yang akan merawat dia, Freya gak butuh mertua yang malah ingin membuangnya," sahut Aiden sedikit berteriak.
"Son bukan begitu maksud Papah," bantah Arnon yang mencoba memberikan pengertian pada Aiden.
"Perggiiiii," bentaknya mengusir Papahnya dari kamar.
__ADS_1
Mau tidak Mau, Arnon segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar putranya, merasa sedih melihat rumah tangga putranya yang nyaris hancur berantakan karna semua masalah ini.
Lalu Arnon memilih untuk menghubungi istrinya agar bisa cepat pulang untuk mengendalikan Aiden serta Freya. Mengingat jika Mamahnya yang tidak bersalah menjadi pusat pelampiasan Freya.
Berbeda dengan Aiden yang berada di dalam kamar, "dia mencoba mencari cara bagaimana caranya agar bisa secepatnya menanamkan benihnya kembali, agar istrinya bisa hamil tanpa harus memeluk boneka sialan menurutnya.
"Hanya ini satu-satunya cara, maaf sayang bukanya aku yang mesum, tapi aku ingin kamu secepatnya hamil kembali," lirihnya pelan, lalu mulai membuka pakaianya, untuk menjalankan misi morena bersama istrinya yang tertidur karna obat bius.
Bahaya jika Freya dalam posisi bangun, bisa-bisa dia berteriak dan membangungkan 1 RT karna penolakanya.
Aiden melakukanya dengan pelan dan pasti, bahkan di saat Freya tertidurpun nafsu Aiden yang sudah dia tahan beberapa bulan ini tetap sama tanpa ada rasa kurang sedikitpun.
Dia masih merasakan surga dunia yang sangat-sangat nikmat, "ahhhhhsshh, sayangg coba saja kamu sembuh, ini semua pasti akan jauh lebih nikmat sayang," desahnya tak karuan, menyatukan kukubirdnya di apom istrinya.
Sampai saat pada puncaknya, Aiden terus melakukanya hingga berulang-ulang, dia tidak perduli jika di anggap hyper atau apapun, yang dia mau istrinya secepatnya bisa menerima kembali benih yang sudah dia tanam dengan susah payah di balut kenikmataan surga.
To Be Continue.
Kangen visualnya Papah Arnon nih
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻