
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
Sudah saya peringatkan ya! Warning!! Jadi jangan lagi ada yang bilang mau muntahlah apalah, buka matanya ya!! Jangan jadi orang buta. Nanti kamu asam lambung kalo di paksa!!
๐น Happy Reading ๐น
Melihat anak buahnya yang menyerahkan besi panas yang baru saja di bakar itu, membuat Aiden tersenyum kembali dan dengan senang hati menerimanya.
Lalu dia berdiri dan mendekat ke arah Yanuar yang sedang menatapnya dan mundur dari posisinya.
Aiden langsung menarik tengkuk leher Yanuar dan mulai menusuk leher itu dengan besi yang sangat panas itu bagaikan menyatenya.
Yanuar hanya bisa menangis menahan sakit di lehernya yang sedang di tusuk dengan besi yang sangat panas menembus lehernya dan membuat satu lubang yang besar.
"Lihatlah, dia sudah tidak bisa bersuara lagi kan," seru Aiden terus memutar-mutarkan besi kecil namun panjang itu, bahkan membuat gerakan keluar masuk dengan memegang ke dua sisinya yang berhasil menembus leher itu, agar lubangnya semakin besar dan menganga.
Yanuar kini hanya bisa menangis, dan sulit untuk menelan salivanyanya lagu karna besi yang menyekat di leherya.
Setelah itu dia menarik tubuh Yanuar dan merapatkanya ke dinding, lalu memaku ke dua telapak tanganya agar menempel sempurna di dinding itu.
Jangan tanyakan apa yang sedang di lakukan oleh Zein, karna dia tengah membedah tubuh Shaka dan mengambil beberapa organ tubuh yang bisa dia jual ataupun di berikan pada yang membutuhkan.
Sedangkan Novi, kini Aiden langsung menoleh pada beberapa anak buahnya yang terlihat menatapnya dengam nafsu.
__ADS_1
Lalu Aiden kembali duduk di sofa, dan membiarkan anak buahnya menggilir Novi di depan suaminya sendiri.
Novi hanya bisa menangis ketika seluruh anak buah Aiden yang sekitar 20 orang ini menye**tub**uhinya, jeritan kesakitan di saat Apom serta bokingnya di masukin secara bersaamaan, dan juga mulutnya yang di sumpel dengan Kukubird, membuatnya dia tak mampu untuk melawan lagi, mau tidak mau, kuat atau tidak kuat, dia tetap harus melawanya.
Tanpa mereka sadari semua kejadian ini terrekam sempurna oleh Freya yang sedang keringat dingin menahan amarah serta rasa ketakutanya.
Novi mengalihkan wajahnya melihat bawah meja yang masih ada putrinya di sana, dia menggerakan tanganya lemah untuk memberikan kode pada Freya untuk segera pergi dari rumah ini.
Freya yang mengerti kode dari Mamahnya kini perlahan mulai merangka pergi melewati pintu belakang, dia menatap rumahnya yang masih terdengar suara jeritan Mamahnya, dan mencoba untuk memanggil warga untuk berkumpul menolong keluarganya.
Namun entah dia yang lambat berjalan atau apa, ketika dia baru menemukan 1 warga, telihat rombongan mobil Aiden dan kawan-kawan yang keluar dari perkarangan rumahnya.
Dan detik kemudian lampu padam di semua komplek perumahanya.
Boooommm,,bbbooommm,,bboooom,bbbooommm, rumahnya meledak seketika, bahkan membawa beberapa rumah yang juga ikut meledak di sebelah-sebelahnya dan sudah di pastikan bahwa ini sangat-sangat memakan korban jiwa.
Freya yang takut jika dirinya di salahkan, kini perlahan mulai berjalan pergi meningglkan sekerumunan warga yang melihat kejadian itu.
Tangis Freya pecah mengikuti langkah demi langkah yang dia jalani, teringat jelas bagaimana jeritan kesakitan dari orang tua dan kakaknya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa mimpinya terasa begitu sangat nyata,hisskk,,hisskk," tangisnya semakin kencang ketika mengingat hari-hari kemarin, di saat dirinya masih bercanda bahagia bersama dengan kakak dan orang tuanya.
Canda,tawa, teriakan bahkan kasih sayang begitu besar tercurahkan, padahal sebelum Freya mandi tadi, dia masih bisa bercanda bareng menggoda kakak laki-lakinya yang tak kunjung menikah.
Namun seketika semuanya berubah menjadi sebuah tangisan serta jeritan yang tak mampu dia gambarkan lagi, bahkan rasanya dia tidak mau memejamkan matanya mengingat kejadian barusan, serta wajah tak bersalah dari pembunuh-pembunuh orang tuanya itu.
__ADS_1
Flash back off.
Aiden terus memandang ke arah langit malam dan mengingat kejadian lama itu, sambil terus menghisap batang rokok yang entah sudah berapa banyak dia habiskan.
Lalu tak lama kemudian, Freya yang tidak bisa tidur karna mengingat kejadian itu. Kini melangkah keluar kamar dan langsung duduk di pangkuan Aiden yang tengah merokok itu. "Why Honey?" Tanyanya melihat mata istrinya yang bengkak.
Freya memeluk erat tubuh suaminya untuk mendapatkan kenyamanan, sedangkan Aiden langsung mematikan rokoknya karna dia tau istrinya tidak baik menghirup asap rokok seperti itu.
"I just cant sleep," jawab Freya menatap wajah Aiden, lalu mengelus lembut pipinya.
Cupp Aiden mencium singkat telapak tangan Freya yang berada di pipinya, "aku temanin ya," balas Aiden dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Freya.
Lalu keduanya masuk ke dalam kamar dengan Aiden yang menggendong tubuh Istrinya masuk ke dalam kamar, karna mereka besok harus pergi, maka malam ini mereka harus mempunyai istrihat yang cukup.
Di atas tempat tidur, tidak ada apapun yang tejadi mereka saling berpelukan satu sama lain, hingga keduanya larut ke dalam mimpi masing-masing.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1