
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Saat ini waktu telah menunjukan waktu sore hari, dan Freya masih belum juga bangun dari tidurnya, membuat Aiden harus membanguninya sebelum matahari terbenam.
"Sayang, bangun yank," panggilnya menepuk lembut pipi istrinya. "Engghh," leguhan Freya terdengar pelan di telinga Aiden.
"Bangun ya sayang," ucapnya lagi pelan, Freya bangun dari tidurnya dan berusaha mengucek-nguceknya matanya, "ehhm Iden," sahutnya pelan.
Aiden membangkitkan istrinya, agar bisa kembali dengan sepenuhnya, "sayang, ikut aku ya," ajaknya pada Freya.
"Kita mau kemana?" tanya Freya dengan suara khas bangun tidurnya.
Aiden tersenyum dan menyerahkan satu box besar kepada istrinya, "pakai ini ya sayang," pintanya pada Freya.
Freya hanya terdiam saja memandang aneh ke arah box yang di berikan oleh Aiden, "Iden,Iden," lirihnya pelan, membuat sang empunyanya nama mengenduskan nafasnya kasar.
"Iden pakaikan ya sayang," imbuhnya pasrah, dia tau istrinya tak akan paham apa yang sedang dia berikan ini.
Freya hanya menganggukan kepalanya, dan menurut saja apa yang di minta oleh Iden kepadanya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, akhirnya Aiden telah selesai kembali merias istrinya senatural mungkin, "Iden,baby," ingatnya tiba-tiba membuat Aiden tersenyum.
"Kita akan meminta Baby sayang, makanya kamu gak boleh histeris ya kalau di sana," ucap Aiden sambil merapikan kembali barang-barang istrinya tadi.
Freya melangkah menyusuri kamar Aiden yang terlihat asing baginya, lalu melihat satu tanaman di vas, dan dia mengambilnya.
"Iden," panggilnya sambil menunjukan ekspresi manisnya mencium tanaman itu.
Aiden yang selalu ingun mengambil momen-momen manis istrinya, langsung memotretnya dan tersenyum puas melihat istrinya yang begitu cantik walau tanpa make up.
Setelah memotret Freya, dia langsung mengambil tanaman itu dari tangan Freya, "kembalikan ya sayang, kita mau pergi sekarang," pinta Aiden. Namun Freya menahanya, "Iden," lirihnya lagi, dan akhirnya Aiden mengalah untuk membiarkan istrinya membawa itu.
Aiden yang tidak ingin terlambat kini langsung menggandeng istrinya pergi ke sebuah tempat yang indah dan berharap istrinya akan menyukainya.
"Kamu ingat dia siapa?" tanya Aiden menunjukan Tuhanya pada Istrinya, namun yang di tanya Malah hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Dia adalah Tuhan kita, Bapa mulia yang penuh dengan kasihnya dan teramat baik bagi kita semua umatnya," Aiden menjelaskanya pada Freya, yang hanya di jawab tanpa eksperesi oleh istrinya.
"Sekarang kita duduk dan berdoa kepadanya, supaya di perut sini, cepat ada Babynya," pinta Aiden lagi, dan kali ini Freya bisa di ajak bekerjasama dengan menuruti segala permintaan Aiden.
Keduanya mulai menangkupkan tangan di depan dada, dan menutup mata dengan memanjatkan doa dengan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Tuhan Yesus Kristus, aku memujiMu atas segala berkat dan juga segala kebaikan yang telah Engkau berikan dalam kehidupan keluarga kecil kami. Tuhan, setelah lama kami berlayar dalam bahtera perkawinan, saat ini kami merasa bahwa kami telah siap untuk Engkau karuniai seorang anak. Tuhan Yesus, jika selama waktu yang telah kami lalui Engkau membiarkan kami menunggu kehadirannya agar kami lebih siap untuk menjadi seorang ayah dan ibu, maka pada saat ini Tuhan dihadapanMu, kami sungguh siap menerimanya, Janganlah sekiranya Engkau membiarkan kami menunggu lebih lama lagi. Allah Bapa yang maha kuasa, bagiMu tidak ada yang tak mungkin. Sebab kuasaMu melebihi segala sesuatu diatas bumi ini. Dalam kuasaMu yang besar, dengan rendah hati dan penuh kepercayaan surgawi kami memohon pertolonganMu, sebab dalam setahun Pernikahan kami, kami belum memiliki seorang anak yang terlahir dan bernyawa ke dunia ini, Karena itu kami percayakan diri kami kedalam kuasaMu. Sehingga, oleh belas kasihan dalam kebaikanMu Engkau mengaruniai kami seroang anak. Bapa, jika ada kesalahan dan dosa kami di waktu lampau yang dapat menghambat permohonan ini, dengan segenap hati dan jiwa kami sudilah Engkau megampuni kami dan membuka pintu hatiMu untuk mengabulkan doa kami ini. Amen.
Aiden membuka kembali matanya, dan melihat Freya yang sedang meneteskan air matanya dengan mata yang masih tertutup.
"Sayang," panggil Aiden, dan sontak membuat Freya langsung memeluknya erat.
"Hiskk,,hisskk,,hisskk, Iden,hiskk," tangisnya sesegukan, membuat Aiden menjadi khawatir.
"Sayang hey, kamu kenapa ?" tanya Aiden, sambil menangkupkan wajah istrinya dengan kedua tanganya.
Namun tak lama kemudian Freya terjatuh pingsan, dan itu semakin membuat Aiden ketakutan, "Freya, bangun, Freya," panggilnya, tanpa ada sahutan.
Dengan cepat Aiden menggendong tubuh istrinya untuk segera pulang ke rumah. Dia takut jika terlalu lama membawa Freya keluar rumah akibatnya akan fatal.
To Be Continue.
Note: pembacaan doa di atas adalah sebagai formalitas saja, dan melengkapi agama karakter masing-masing, jadi tidak ada sangkut paut dengan rasis atau apapun ๐๐ป๐๐ป
Jangan lupa yah, dukunganya๐ฅฐ jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป