
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Di saat baru memasuki mobil, Freya terlihat kembali melemah, "Dear," panggilnya pelan pada Suaminya, sambil menyenderkan kepalanya di pundak Aiden.
Sontak saja Aiden langsung menoleh pada istrinya yang berada di bahunya, "Sayang, are you okay?" tanya Aiden, yang panik melihat istrinya seperti itu lagi.
"Sayang aku gak bisa biarkan kamu seperti ini terus, kita harus kedokter sekarang!" tegasnya, lalu menyalakan mobilnya untuk segera pergi ke rumah sakit.
Namun di saat dirinya baru saja ingin melajukanya, Freya menggengam tanganya, lalu menatap mata suaminya dengan lekat, "aku gak papah My Dear, I just feel tired, please kita langsung pulang ya," pintanya lembut, dan kembali menyenderkan kepalanya.
"No sayang, kamu harus-," ucapnya berhenti ketika Freya menciumnya secara tiba-tiba.
Dan setelah Freya merasa suaminya ini tidak lagi bersuara, barulah dia melepaskan ciuman singkat itu, dan kembali menatap wajah suaminya. "Sekali ini aja, turutin aku ya," pintanya dengan sangat, agar suaminya ini tidak lagi membantahnya.
"Terserah kamu lah Frey, aku capek lihat kamu yang begini," balas Aiden, dan mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
Sepanjangan jalan, Aiden hanya diam tanpa ingin membuka suaranya sedikitpun, "My Dear," panggil Freya yang merasa asing jika Aiden diam seperti ini.
Aiden diam enggan menyahuti panggilan istrinya. "Sayang,Aiden," panggilnya lagi. Namun Aiden tetap saja diam tanpa menyahutinya.
Freya yang merasa di acuhkan oleh suaminya, kini mengalihkan pandanganya ke arah luar, dan terlihat menitihkan air matanya singkat.
Aiden menyadari itu, dia tau jelas jika istrinya sedang menangis karna dia yang sedang mengacuhkan istrinya. Namun dia sudah sangat marah karna sikap Freya akhir-akhir ini yang selalu mengujinya.
__ADS_1
Sejahat-jahatnya karakter yang dia miliki, ketika di hadapakan dengan istrinya yang sedang sakit-sakitan seperti ini, tentu saja itu membuat dirinya merasa sakit sendiri, akan tetapi Freya seperti sama sekali tidak menganggap maupun mendengarkanya. Dan lebih baik untuk sekarang dia diam terlebih dahulu, sebelum nanti dia kelepasaan dan menghukum Freya.
Sesampainya di rumah, Freya langsung masuk ke dalam kamar menahan rasa kesalnya, sedangkan Aiden hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia tidak tau siapa yang benar dan salah di antara mereka.
"Kalian ada apa lagi?" tanya Stella yang tiba-tiba muncul dari arah belakangnya.
Aiden menolehkan kepalanya, melihat Mamahnya, "tidak ada Mah, ini hanya permasalahaan kecil," balas Aiden datar.
Namun Stella tidak mempercayai apa yang di katakan oleh Aiden barusan, "Katakan sama Mamah sayang, biar Mamah bisa memberikanmu solusi dari permasalahaan kalian," ucap Stella.
Aiden kembali menghela nafasnya kasar dan menatap Mamahnya dengan lekat, "baiknya Mamah jujur deh, apa yang sebenarnya terjadi pada Freya?" Serunya pada Mamahnya.
"Karna gak mungkin jika hanya sebuah asam lambung atau apalah itu, dia akan merasa lemah sampai hari ini Mah," timpalnya lagi. Aiden adalah orang yang peka terhadap sekelilingnya. Dan sekecil apapun gerakan seseorang yang mencoba membohonginya, maka itu akan terhendus walaupun tidak keseluruhaanya.
Stella terlihat santai menanggapi pertanyaan putranya itu, karna dia sangat tau jika satu saja dia salah dalam berekspresi, maka tamatlah semuanya.
"Okey, Aiden akan berusaha mempercayai ucapan Mamah ini, tapi jangan sampai ada kebohongan sedikitpun, karna Mamah taukan Aiden paling tidak suka kebohongan," balasnya tegas.
Stella tersenyum kikuk, mendengar ucapan putranya, "tentu saja sayang, Mamah tentu saja jujur dengan kamu sayang," balas Stella dengan senyum manisnya.
Aiden hanya diam tanpa menanggapi ucapan Mamahnya, dia langsung melangkahkan kakinya pergi menuju kamarnya untuk melihat keadaan istrinya.
Dia masuk ke dalam kamarnya dan mencari keberadaan istrinya, "Freya," panggilnya mencari kesekeliling, melihat kamarnya yang tak menampilkan istrinya di dalamnya.
"Kemana dia?" gumam Aiden, dan kembali melangkahkan kakinya ke balkon kamarnya, lalu melihat istri cantiknya yang tengah menikmati pemandangan dari atas kamarnya.
"She is so beatiful," gumamnya menatap kagum pada kecantikan Freya yang bisa membuatnya jatuh cinta berkali-kali.
__ADS_1
Dan seperti biasa, Aiden yang tidak ingin menyia-nyikan momen indah ini, langsung mengambil ponselnya dan memotret istrinya seperti biasa.
Freya yang menyadari kehadiran suaminya itu kini menolehkan pandanganya melihat Aiden yang berdiri tak jauh darinya.
"Kamu foto aku ya," sahutnya dengan ketus.
"Sayang, give me nice picture," pinta Aiden.
Dan mau tidak mau, Freya mengikuti Aiden yang mengarahkan kakinya dan tubuhnya untuk berpose secantik mungkin, di karenakan dia yang tidak memakai alat bantu dari Stella.
Aiden semakin terpukau melihat istrinya yang tidak pernah membuatnya bosan dalam menatapnya, hari demi hari di dalam pernikhaan mereka tidak ada rasa kebosanan yang menghampirinya dalam menatap wajah cantik Freya.
"I love you Freya," bisiknya pelan di telinga istrinya, lalu dia duduk di sebelah istrinya dan memeluknya dari belakang.
"I love you more My Hubby," balas Freya, ketika wajahnya dengan wajah Aiden menyatu dalam satu hembusan nafas.
Amarah dan rasa kesal tiba-tiba saja sudah meluap entah kemana. Yang tersisah hanyalah sebuah perasaan cinta dan kasih sayang yang menyatu.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป