
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Aiden kini telah sampai di Markas pribadinya, tempat dimana biasanya dia menghukum semua musuh serta pengkhianat-pengkhianat yang berani bermacam-macam denganya.
"Dimana dia ?" tanyanya pada anak buahnya yang tengah berjaga di luar.
"Ada di dalam Tuan," jawab anak buahnya dengan menundukan kepalanya hormat.
Lalu Aiden melangkahkan kakinya perlahan masuk ke dalam untuk melampiaskan semua kemarahaanya.
Sesampainya di dalam, Aiden melihat Zein yang tengah memainkan ponselnya, dengan tubuh yang sudah bermandikam darah.
"Apa yang membuat tubuhmu penuh dengan darah seperti itu?" tanya Aiden penasaraan.
Zein menoleh sekilas pada Aiden, lalu kembali lagi pada layar ponselnya, "tadi ada pengkhinat dari kantor, dan aku mutulasinya, karna kita ingin mengeksekusi lagi, makanya aku tidak mandi," jawab Zein tanpa mengalihkan pandanganya dari ponsel.
Setelah itu Aiden langsung membuka bajunya dan memperlihatkan roti-roti di tubuhnya.
"Ehhemm, bagaiaman kabarmu saat mu saat ini?" tanya Aiden lembut pada Teddy.
terlihat Teddy yang sedang berada di dalam sebuah tabung es batu yang di kunci rapat, dan terlihat Teddy Bear sudah pucat tak karuan.
"Keluarkan dia." perintah Aiden pada anak buahnya.
Dan tak lama kemudian, Teddy keluar dan terduduk tepat di bawah kaki Aiden.
Aiden tersenyum melihat Teddy yang sudah melemah seperti itu, "bagaimana rasanya? apa kamu kedinginan ?" tanya Aiden dengan sinis.
__ADS_1
Lalu tanpa aba-aba di langsung menyiramkan tubuh Teddy dengan soda api yang sangatpanas.
"Aaaarrrrgggghhhhh, anjing, bangsat, beraninya kau," jeritan Teddy yang merasa semua kulitnya telah melepuh.
Namun Aiden terus melakukan pekerjaanya, tanpa memperdulikan jeritan itu.
"Gantung dia," perintahnya lagi pada anak buahnya.
Dan setelah itu dia mengambil pisau kesayanganya yang selalu dia gunakan di berbagai kegiatan. "Kemarin kalau tidak salah hari raya kurban, aku belum berkurban, dan sepertinya aku akan mengorbankanmu," seru Aiden yang membuat anak-anak buahnya ingin tertawa.
"Sialan kamu Aiden, aku pasti akan membalasmu lihat saja,"ancam Teddy du sela-sela nafasnya beratnya.
Plakkk,,plaakkk, Aiden menanpar keras wajah Teddy dengan menggunakan seluruh tenaganya, "apa kamu tau, akibat perbuatan kamu istriku-," ucapnya terhenti karna merasa tidak perlu untuk mengatakanya pada pria ini.
Setelah itu dia langsung memainkan pisaunya mulai memotong telinga Teddy dengan pelan, "srreeeekkkk,"
"Ehhhmmmm," suara jeritan yang tertahan membuat Aiden tersenyum sinis mendengarnya.
Sreeeeeekkkkk, kedua telinga Teddy kini sudah hilang dari tempatnya, tidak ada lagi yang menempel di kepalanya.
Namun dia masih bisa diam dan menahan suara jeritanya.
"Luar biasa, ternyata kamu hebat juga ya, tidak merasakan sakit sama sekali." seru Aiden.
Lalu dia kembali memberikan sebuah goresan di leher Teddy, sreeekkkk, "upsss tidak boleh terlalu dalam, karna aku belum mau kepala ini lepas dari tempatnya," tandasnya lagi.
Jleebbb Aiden menusuk perut Teddy, lalu memperbesar robekan itu. "Arrgghh bangsat," umpat Teddy, yang masih bisa menahan rasa sakitnya.
Aiden semakin penasaraan dengan jeritan suara indah Teddy, namun sajauh ini dia tidak mau mengeluarkanya, Aiden merobek perut Teddy dengan pisau yang sudah menjalar ingga ke seluruh perutnya.
Lalu dia menyiramkan air lemon masuk kedalam perut Teddy, "kamu tau, dulu aku juga ingin jadi dokter, tapi karna otak ku tidak sampai, makanya aku tidak jadi dokter, tapi aku bisa kok mengetahui organ-organ tubuh manusia, kamu tidak percaya, sini aku lihatkan," serunya lagi, sambil memasukan tanganya kedalam perut Teddy.
__ADS_1
"Arrrggghhh," jeritan Teddy ketika Aiden mulai memotong satu persatu organ di dalamnya.
"Ini adalah usus," tunjuknya mengangkat organ dalam Teddy yang berhasil dia keluarkan.
"Ini adalah ginjal, 2 ginjal," tunjuknya lagi.
Di saat ini Teddy benar-benar sudah tidak sanggup, dan ingin segera menutup matanya.
"Wahhh kamu sangat kuat ya, sejauh ini kamy masih belum mati," ucap Aiden dengan sinis.
Namun tak lama kemudian, terlihat dari luar seorang wanita yang tengah di seret masuk oleh anak buah Aiden.
"Tuan ini adalah adik dari pria itu," ucap anak buahnya.
Dan tak lama kemudia Zein mengakhiri gamenya dan menarik Tasya ke dalam pelukan tubuhnya yang masih penuh dengan darah, "apakah dia wanita kesayangan mu?" tanya Zein sambil mengaca**k gunung kembar milik Tasya.
"Jangan Tuan aku mohon," pintanya pada Zein.
"Sssttttt sekali saja kamu bersuara maka aku akan membunuh kakakmu ini," ancam Zein yang membenci dengan suara tangisan.
"Apa yang mau kamu lakukan Zein?" BentakAiden.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻