
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke π₯°
Jangan sinder ππ
πΉ Happy Reading πΉ
Saat ini keduanya telah berada di sebuah restoran bintang lima di dalam ruangan prefereed, dengan Aiden yang terus menerus bersikap romantis pada Freya, dengan memberikan suapan-suapan kecil di mulut istrinya.
"Kamu harus banyak makan sayang, aku gak mau tubuh kamu terlalu kurus seperti ini," ujarnya seperti memerintah.
"Kalo aku gendut kamu pasti sudah gak mau sama aku kan," balas Freya ketus.
Aiden menggelengkan kepalanya singkat, sambil terus menyuapi Freya dengan pelan.
"Aku akan terima kamu apa adanya, bahkan jika kamu gendut dan jelekpun aku masih terima, karna kamu adalah istriku," jawabnya dengan tersenyum manis, yang membuat Freya semakin merinding dibuatnya.
Sebenarnya Freya masih merasa gelisah saat ini, dia takut jika Santi akan memakan makanan itu, dan rencananya akan ketahuan oleh Aiden, dia tak tau apa yang akan di lakukan oleh suaminya jika sampai mengetahui hal ini.
Aiden yang melihat wajah gelisah dari istrinya itu tau jika saat ini Freya takut jika aksinya ketahuan.
Aiden memang marah, namun dia berusaha menetrlkan emosinya agar Freya tidak melakukan hal itu lagi.
"Sayang aku ingin pulang, rasanya tubuhku masih kurang enak," ajak Freya yang memilih pulang untuk memastikan sendiri keadaan Santi.
"Baiklah sayang, kita pulang," jawab Aiden menuruti permintaan istrinya.
Di saat keduanya telah berada di dalam mobil, Freya tak henti-hentinya memejamkan matanya sambil menggengam erat jemarinya menahan rasa ketakutanya.
Namun Aiden langsung ikut menggegam tangan itu, untuk mengatakan tidak akan ada hal buruk terjadi.
Setelah sampai di apartemenaya, Freya sedikit berlari kecil masuk ke dapur dengan alasan ingin mengambil air minum.
__ADS_1
Dan benar saja, tubuh Freya melemah ketika dirinya melihat Santi yang sudah tergelatak dengan mulut berbusa.
Dia sangat ketakutan, dan menutup kedua telinganya sambil terus menggelengkan kepalanya.
Aiden yang merasa bahwa ada yang tidak beres di dapur, kini mulai melangkah mencari keberadaan istrinya.
"Sayang asataga ada apa?" Serunya khawatir melihat istrinya yang sangat ketakutan.
"Itttuu," tunjuk Freya pada Santi yang sudah tidak bergerak sama sekali.
Aiden memandang ke arah Santi lalu tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya, "dasar wanita rakus, bukankah aku sudah bilang buang, dan menggantikan dengan makanan baru, lalu kenapa makanan ini masih di makan," batin Aiden yang sama sekali tidak merasa kasihan dengan wanita ini.
Karna dia tau pasti Santi merasa jika itu masakan Aiden maka dia harus memakanya, terlalu murahan menurut Aiden.
"Pengawall," teriak Aiden memanggil para pengawalnya yang berada di depan pintu.
"Di sini Tuan," jawab mereka dengan cepat mengahampiri Aiden.
"Cepat kalian urus wanita ini! Jika dia mati bilang pada keluarganya jika dia mati karna Covid. Dan tunjukan hasil lab jika memang dia terkena Covid, lalu minta Hitto berikan tunjangan pada keluarganya 1M, mengerti," perintah Aiden pada para pengawalnya.
Sedangkan Aiden kini langsung menggendong Freya yang sedang ketakutan, dan bahkan menangis.
"Sudah ya sayang, itu salah kita yang tidak mengetahui jika dia positive corona," jawab Aiden asal agar istrinya itu tidak takut ketahuna olehnya.
Freya menatap Aiden dengan lekat, mencari tatapan amarah Aiden kepadanya, namun tidak ada.
"Aku takutt, akuu takuut," lirihnya pelan dan langsung memeluk tubuh suaminya untuk menenggelamkan semua rasa bersalahnya pada Santi.
"Tenanglah sayang ada aku di sini, semuanya akan baik-baik saja, oke," jawab Aiden mengusap lembut wajah istrinya.
Freya yang sudah duduk di atas tempat tidur kali ini tidak ingin melepaskan Aiden sama sekali, "aku takut jika keluarga Santi akan lapor polisi," ucapnya lagi, yang nyaris membuat Aiden tertawa.
__ADS_1
Namun dia masih menahannya karna dia merasa kasihan dengan istrinya yang sedang ketakutan oleh polisi.
"Tidak akan sayang, kalo ada polisi nanti aku tembak dia, sebelum dia menembakmu, oke," sahut Aiden sedikit tertawa.
Freya langsung memukul lengan kekar Aiden itu, "kamu ini aku lagi khawatir malah di ajak bercanda," kesalnya dengan mengerucutkan bibirnya.
Cccuuuppp, Aiden tersenyum membalas kekesalan istrinya, karna baginya itu lebih baik di bandingkan istrinya harus ketakutan.
"Sekarang kamu mandi dan beristirahatlah, kamu gak mau kan nanti virus-virusnya Santi menempel di tubuhmu," seru Aiden menakut-nakuti istrinya.
Dan sontak saja Freya segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, namun tak lupa dia mengunci pintu kamar mandi agar Aiden tidak bisa masuk menganggunya.
Tookk,,tttook. "Sayang buka pintunya, aku juga ingin mandi," teriak Aiden yang kali ini gantian merasa kesal dengan Freya.
"Soory Tuan Lesham, no more Morena this Night," sahut Freya dengan berani, membuat Aiden menghentakan kakinya keluar dan membanting pintu kamar.
Hal yang selalu dia lakukan ketika dirinya sedang marah dulu, selalu membanting apa saja yang dia pegang sebagai peringatan jika dia marah.
Bahkan sampai Freya selesai mandipun dia masih sibuk menendang apa yang menghalanginya, membuat Freya tertawa puas telah mengerjainya.
Namun dia teringat pada Santi yang malang, "maafkan aku ya Santi, aku tidak bermaksud membunuhmu. Namun sepertinya dia sudah mengetahuinya sehingga dia menganggap jika kamu meninggal karna Covid-19," batin Freya yang tak henti-hentinya merasa berdosa dengan kematian Santi.
RIP For Santi ππ»ππ»π
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnyaπ
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal π*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**ππ *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh πππ
Terima kasihππ»ππ»