You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 55


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


"Hueekk,,hueekk," terdengar suara Freya yang terus menerus muntah-muntah, membuat Stella menjadi khawatir melihat keadaan menantunya yang seperti itu.


Dia langsung memijit pundak Freya agar rasanya bisa berkurang sedikit, "ada yang Freya inginkan sayang? Bilang sama Mamah ya," ucapnya lembut.


Freya yang merasa lemah kini hanya mampu memeluk tubuh Stella, sebagai luapan rasa sakitnya.


"Gak enak rasanya, Freya gak kuat Mah," tangisnya mengadukan semua rasa sakitnya.


Stella mendadak bingung apa yang akan dia lakukan saat ini, "ya udah besok kita pergi periksa aja ya ke rumah sakit, mau ya," ajak Stella sambil mengelus lembut rambut menantunya itu.


Freya menggelengkan kepalanya menolak ajakan dari Mamah mertuanya, "gak bisa Mah, nanti malah ketahuan sama Aiden, biarkan saja dulu seperti ini ya Mah, kan Mamah bilang ini akan hilang jika sudah melewati masa trisemster pertama," sahutnya dengan suara yang lemah.


Karna tidak bisa bicara lagi, Stella memilih untuk diam sambil terus memberikan sebuah kehangatan pada menantunya, "ya sudah kamu tidur ya, nanti kalo jam makan malam tiba, Mamah bawakan ke sini ya," ucap Stella lagi, dan kali ini Freya hanya menganggukan kepalanya singkat. Lalu mencoba tertidur di pangkuan Mamah mertuanya.


Namun di saat Freya ingin memejamkan matanya, terlihat Aiden yang baru saja pulang dari kantor. Dan mendapatkan Mamahnya yang berada di kamarnya dengan Freya yang tidur di pangkuanya.


Dengan cepat Aiden langsung membuang bag nya ke sembarangan arah dan mendekat ke arah istrinya, "sayang kamu kenapa ?" tanyanya khawatir.


"Mah istri Aiden kenapa ?" tanyanya menatap Mamahnya.


Lalu dengan cepat dia mengambil alih mengambil posisi Mamahnya untuk di gantikan sebagai penopang istrinya.


"Freya sedari tadi muntah-muntah, sepertinya dia asam lambung deh, tapi Mamah sudah kasih obat dan mungkin sebentar lagi dia akan merasa baikan," jawab Stella.


Aiden hanya menganggukan kepalanya singkat, lalu melihat Freya yang kembali menangis menahan rasa sakit di perutnya, "hisskk,,hiskk, gak kuat,, Freya gak kuat," tangisnya sambil terus menekan wajahnya di pangkuan suaminya.

__ADS_1


"Tahan ya sayang, kata Mamah sebentar lagi sakitnya akan hilang," lirihnya pelan sambil terus mengusap lembut punggung istrinya.


Freya yang merasa penciumanya tidak sempurna, kini bangkit sedikit dan mencari minyak kayu putih yang berada di sekitarnya, "pijat punggungku pakai ini Dear," pintanya lembut, memberikan minyak kayu putih itu pada Aiden.


Dan dengan patuh, Aiden menuruti semua permintaan istrinya, "tidur ya sayang, aku harus mandi dulu," pamitnya pada Freya yang masih terbangun namun memejamkan matanya.


"Mah, liatin istri Aiden dulu ya, ini mau mandi dulu gerah," pintanya pada Stella yang masih berada di sisi mereka.


"Baiklah, kamu mandi saja dulu, biar Mamah yang menjaga Freya," jawab Stella.


Aiden yang merasa tenang meninggalkan Freya, kini mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Namun belum saja dia melepaskan pakaianya, terdengar suara Freya yang kembali muntah-muntah, membuatnya tidak jadi mandi dan hanya mengganti pakaianya saja.


"Mah, lakukan sesuatu dong, jangan di biarkan istri Aiden seperti ini terus," serunya merasa frustasi melihat istrinya yang sakit.


"Kamu jaga dia dulu, Mamah akan mengambil air infus di bawah, kita harus memberikanya cairan," balas Stella, yang kini berlari ke lift rumahnya untuk turun ke lantai dasar.


"Sakit,,hisskk,,hisskk," tangisnya lagi, dengan suara yang di pendam.


"Ya, sayang, aku tau, kamu tidur ya! Aku peluk ya," ucapnya lembut.


Lalu Freya berusaha memejamkan matanya dan tertidur di pelukan suaminya.


Sedangkan Aiden terus menerus menggosok punggung istrinya dengan menggunakan minyak kayu putih, sesuai permintaanya sedari tadi.


Cuupp,,ccuupp,,ccuuup Aiden terus mengecup lembut pipi istrinya, lalu ikut memejamkan matanya perlahan.


Entah kenapa dia merasa nyaman ketika menghirup aroma istrinya yang terbalutkan minyak.


"Freya sudah tidur?" tanya Stella yang kembali datang dengan membawa sebuah botol infus lengkap dengan selang dan jarumnya.

__ADS_1


Aiden menganggukan kepalanya singkat dan mengatakan pada Mamahnya untuk tidak berisik dengan menggunakan jarinya.


Stella yang mengerti kini hanya bisa tersenyum, dan menjalankan pekerjaanya untuk memasangkan infus untuk menantunya.


"Sejujurnya ini tidak bisa di biarkan, namun cairanya semakin berkurang dan dia membutuhkan asupan, jadi Mamah terpaksa harus menginfusnya seperti ini," seru Stellac, yang mengerti arti tatapan putranya yang sedang menatapnya lekat.


"Tapi sepertinya dia nyaman berada di dekatmu sayang, maka biarkanlah dia seperti ini dulu, sejak pagi dia belum ada istrahat," jelas Stella lagi, yang kembali membuat Aiden manatap wajah pucat istrinya.


"Aiden mohon, buatlah yang terbaik untuk istri Aiden Mah," pintanya tulus.


Dia memang tidak ingin istrinya berjalan kembali, namun dia tidak mau jika istrinya sakit-sakitan seperti ini.


"Itu pasti sayang, cuuuppp," Stella mencium kening putranya yang nampak sangat lelah.


"Kamu mandi gih! Tadi belum mandikan," titah Stella, dengan ramah.


Aiden menggelengkan kepalanya, menolak untuk mandi saat ini.


"Why?" tanya Stella.


"Because, I dont want to leave my wife," balasnya santai.


Stella replek menggelengkan kepalanya pusing mendengat jawaban putranya, "mandi! atau Mamah siram kamu!" ancam Stella, yang langsung membuat Aiden bangkit dari tidurnya, dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2