
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah berjalan lumayan jauh, saat ini Aiden dan Freya tengah duduk santai di sebuah kursi taman, sambil menikmati bubur ayam bandung yang tadi di janjikan oleh Aiden.
"Silahkan Tuan,Nyonya," seru pakle itu menyerahkan dua mangkok bubur dengan sopan.
"Makasih pakle," jawab Freya, sedangkan Aiden hanya diam saja, karna jujur dia tidak terbiasa untuk memakan-makanan seperti ini.
Namun bebeda dengan Freya, seketika matanya berbinar membuatnya langsung mengambil mangkok itu dan meletakan segala saus di dalamnya.
Aiden hanya mampu menelan salivanya kasar melihat Freya yang memasukan begitu banyak sambal dan kecap ke dalam buburnya, "paklek minta kuahnya lagi dong," pintanya pada paklek bubur.
"Oh,ya,ya Nyonya, segera akan saya ambilkan," sahut paklek itu.
"Permisi ini kuahnya lagi Nyonya,"
"Terima kasih," balas Freya lembut.
"Sama-sama Nyonya," sahut tukang bubur itu lagi.
Setelah mendapatkan kuah lagi, Freya kembali memasukan sambal dan kecap ke dalam mangkuk-mangkuknya. "Sayang cukup, nanti kamu gak akan bisa makan," seru Aiden yang merasa pusing dengan sikap istrinya saat ini.
Mendengar suaminya yang bicara seperti itu, membuat Freya tersenyum manis, dan menggeser mangkoknya ke arah Aiden dan menggantinya dengan punyanya, lalu dia mengambil milik Aiden.
"Sayang ini maksudnya apa?" tanya Aiden ragu.
__ADS_1
Freya membalasnya dengan sebuah senyuman manis, lalu dia asal mengambil minuman ( gak sebut merek ya, gak boleh ada brand ) air mineral yang tersedia di atas meja.
"Di makan ya sayang, perasaan aku tuh bilang kamu harus makan ini," pintanya namun penuh penekanan.
Hingga lagi-lagi Aiden menelan salivanya kasar, mendengar permintaan istrinya yang sangat-sangat tidak masuk akal.
"Sayang, kamu sangat tau jelas aku gak bisa makan pedas, dan kamu-," ucapnya terjeda di saat melihat Freya yang mulai menangis dan mengalihkan pandanganya ke arah lain, sampai ada beberapa orang di sekitar mereka menatap dan berbisik aneh menggibahi mereka.
Aiden hanya bisa menghela nafasnya kasar, merasa teraniaya dengan keadaan ini, "Sayang," panggil Aiden lagi.
Namun Freya hanya diam saja, dan terus menetesekan air matanya sambil memakan bubur milik Aiden.
Mendapatkan Freya yang tidak mau menanggapinya, Aiden tidak mau terlalu pusing, dia merasa bahwa Freya sangatlah berlebihan saat ini. Dan dia tidak suka akan hal itu.
Selama Freya makan, Aiden hanya terdiam tanpa bersuara sama sekali, begitupun dengan Freya yang ikut diam sambil terus memakan buburnya.
Aiden yang tak membawa uang chas kini hanya menatap bingung ke arah tukan bubur itu, "bisa bayar pakai kartu gak ?" tanya Aiden bingung.
Taro yang sedari tadi mengawasi Aiden dan Freya sedari jauh, kini langsung mendekat dan mengeluarkan uangnya, "maaf Tuan, penjual bubur tidak bisa di bayar pakai kartu, maka saya akan membayarnya terlebih dahulu," ucap Taro, lalu memberikan uang kepada tukang bubur yang sedang menatap mereka dengan bingung.
"Mari Tuan," ajak Taro, agar Aiden segera balik ke kediamanya.
"Dimana Nyonyamu ?" tanya Aiden.
"Yiyin telah mengikutinya Tuan, akan saya pastikan jika mereka akan sampai di Mansion saat ini," jawab Taro yang tau jika Tuanya ini sedang merasa khwatir jika istrinya akan kabur.
Aiden dan Taro kini berjalan pulang, "Taro, apakah kamu melihat sikap istri ku tadi ?" tanya Aiden lagi pada Taro.
"Iya Tuan saya melihatnya," jawab Taro singkat.
__ADS_1
"Lalu bagaimana menurut kamu ?" tanya Aiden lagi.
Taro menghentikan langkahnya dan terlihat berfikir sejenak, "Mungkin saja nyonya Freya sedang hamil Tuan," jawab Taro ragu.
"Hamil ? Again?" sahut Aiden seakan tak percaya itu.
"Iya Tuan, again," balas Taro santai.
Lalu Aiden kembali terdiam dan terus memikirkan jawaban dari Taro tadi.
Sesampainya di depan gerbang Mansion, Aiden kembali menatap pada Taro, "pergi dan belikan istriku alat tes kehamilan, aku ingin tau apa benar dia hamil lagi, dan oh ya jangan lupa membeli Belut, saya tidak ingin jika nanti dia memepernasalahkan lagi tentang itu," titah Aiden pada asistenya.
"Belut Tuan?" tanya Taro yang tidak tau apa itu Belut.
Sontak saja Aiden langsung menepuk keningnya pusing, "oh saya lupa jika kamu bukan orang Indonesia, oke lah. Nanti itu akan di urus oleh Hitto, sekarang kamu beli saja tes kehamilanya, saya tunggu kamu di dalam," ujarnya lagi, sebelum melangkahkan kakinya masuk.
To Be Continue.
Note : yang kemarin gak bisa beli buku Karya Lucas/Married With Mr. Psychopat karna terkendala ongkis kirim, kalian bisa bacanya di aplikasi online D R E A M E / I N N O V E L ya, Aplikasi Kuda Poni, download aja aplikasinya oke, di sana bisa baca pakai misi kok, gak perlu beli koin oke 😉😉
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1